Home Did You Know? 3 Penyebab Mengapa Rem Mobil Bisa Blong

3 Penyebab Mengapa Rem Mobil Bisa Blong

Rem blong biasanya menjadi penyebab kecelakaan yang tergolong fatal. Banyak yang menganggap bahwa piranti rem tidak perlu perawatan khusus. Lantas apa yang menyebabkan rem mobil bisa jadi blong? Mengutip dari berbagai sumber penyebab rem blong di kendaraan bisa bermacam-macam. Mulai dari minyak rem yang habis (untuk kendaraan penumpang) hingga kanvas dan piston rem yang rusak.

1. Minyak Rem

Kebocoran slang miyak rem yang berfungsi meneruskan tekanan dari pedal ke kanvas membuat pengereman sama sekali tidak berjalan jika yang terjadi adalah pecah slang. Jika yang terjadi adalah rembesan saja misalnya pada sil-sil atau slang maka penurunan kemampuan rem akan berkurang cukup lambat tapi berbahaya juga jika dipakai untuk menuruni bukit.

Minyak rem kadang juga kotor atau tersumbat oleh kotoran, hal ini menjadi penyebab pengereman tidak berjalan sempurna akibat tersumbatnya slang/ aliran minyak rem ini. akibat sering dibuka-tutupnya pengisi minyak rem sehingga kemasukan benda-benda penyumbat sepeti kerikil kecil/ ranitng pohon bahkan serangga. Perbedaan suhu juga mempengaruhi kemampuan minyak rem, itulah mengapa kemampuan pengereman pada malam hari lebih baik dibanding siang hari selain tentunya juga faktor lain misalnya kampas rem dan ban.

2. Kampas Rem Aus dan Tidak Berkualitas

Biasanya karena faktor banyaknya penggunaan atau faktor usia, kanvas rem yang habis/ aus menjadi masalah jika melewati turunan panjang atau curam dengan resiko rem secara cepat kehilangan daya pengeremannya akibat suhu yang makin naik akibat gesekan cakram dan kanvas.

Ada 2 jenis kampas rem yang pertama adalah asbetos yakni yang terbuat dari fiber asbes dimana kampas ini tidak tahan suhu tinggi, batas maksimum suhu pengereman untuk kamvas ini adalah 200 derajat celsius padahal kita tahu suhu akan sangat panas jika rem bekerja luar biasa.

Yang kedua adalah kampas rem non asbetos, yakni kampas rem dengan gabungan beberapa serat fiber seperti carbon, rock wool, steel fiber, kevlar, selulosa. Nah kampas rem berbahan serat-serat fiber (non asbetos) ini sangat baik dan tahan terhadap suhu tinggi lebih dari 200 derajat celsius, gunakan kampas non abestos untuk menghindari rem blong akibat suhu tinggi.

3. Kerusakan Sistem Hidrolis

Teknologi hidrolis kadang mengalami kerusakan sistem misalnya kebocoran minyak rem, sampai saat ini ada tiga jenis teknologi sistem hidrolis yakni:

– Hydraulic System: injakan dari pedal rem diperkuat oleh boster, kemudian diteruskan ke master silinder, pada master silinder piston menekan fluida untuk memperbesar tekanan minyak rem yang kemudian didistribusikan ke masing-masing roda dan minyak rem menekan kampas rem

– Air Over Hydraulic System: untuk menekan kampas rem masih memakai minyak rem sama seperti di hydraulic system akan tetapi perbedaannya ada pada pedal dimana injakan pengemudi tidak langsung ke menekan master silinder akan tetapi hanya membuka katub yang bertujuan mengalirkan udara dari kompresor, udara inilah yang nantinya menekan minyak rem

– Full Air Brake System, jika pada sistem hidrolis memakai minyak untuk menekan kampas, akan tetapi pada sistem ini memakai tekanan udara. Sistem rem ini sudah banyak diaplikasikan pada kendaraan besar seperti truck pengangkut tambang atau bus.

Walaupun pada sistem pertama dan kedua jika terjadi kebocoran maka rem akan blong, akan berbeda pada sistem rem yang ketiga meskipun ada kebocoran maka rem tidak akan lepas/ blong akan tetapi mengunci ban mobil kita sehingga paling aman diantara sistem hidrolis lain.

BANK BJB B16 AP SPEED | ISSOM 2018 1ST ROUND - SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT