Connect with us

Subscribe

Did You Know?

5 Alternatif Bahan Bakar Pengganti Bensin

Suatu hari nanti minyak bumi kita pada akhirnya akan habis, yang jelas bukan esok atau dalam beberapa dekade mendatang tetapi mengingat minyak atau energi fosil termasuk dalam sumber daya alam tak dapat diperbaharui yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya, pada titik tertentu tidak akan lagi. Apa yang akan kita lakukan ketika hari itu tiba, jika kita masih bergantung pada mesin pembakaran internal seperti sekarang ini?

Sangat lazim jika sebuah negara mengalami krisis minyak bumi, impor minyak menjadi solusi yang didatangkan oleh megacorps lintas benua untuk diekstraksi, diproses, dan dijual. Disisi lain, menggunakan bahan bakar berbasis non-minyak diklaim lebih ramah lingkungan dan tak terlalu berpengaruh terhadap performa mesin.

Memang saat ini kendaraan listrik tengah digembor-gemborkan terutama di negara maju, tetapi kritik terhadap gelombang baru mobilitas bertenaga baterai ini justru dinilai menuju ke arah yang salah dalam menyelesaikan banyak tantangan seperti peningkatan level polusi udara dan adanya krisis minyak yang terus membayangi di sejumlah negara seperti negara-negara Eropa, Inggris, dan Jepang.

Lantas apa saja bahan bakar alternatif pengganti bensin yang dinilai rendah polusi dan mampu meningkatkan teknologi? Berikut ulasannya.

  1. Compressed Natural Gas (CNG)

CNG pada dasarnya adalah metana yang disimpan pada tekanan yang sangat tinggi. CNG tidak hanya dikenal karena pembakarannya yang lebih bersih tetapi juga lebih aman untuk ditangani dan diangkut. Manfaat lain dari CNG adalah meningkatkan usia pakai oli pelumas didalam mesin, lebih mudah bercampur dengan udara, serta menghasilkan karbon dioksida, karbon moniksida, nitrogen oksida, sulfur oksida, dan partikulat yang lebih rendah.

Meskipun memberi banyak keuntungan, CNG memiliki kelemahan diantaranya membutuhkan ruang bahan bakar yang lebih besar ketimbang tangki bensin konvensional, ditambah lagi perlu disimpan dibawah tekanan karena bisa memicu ledakan meskipun kemungkinan kecil.

  1. Synthetic Gasoline

Bahan bakar sintetis bukanlah hal baru karena pertama kali diproduksi tepat 100 tahun silam — pada tahun 1919, dan pernah digunakan sebagai bahan bakar mesin perang pada era PD II. Adapun tak memiliki dampak yang signifikan, sumber energi ini kini kembali mencuri daya tarik.

Bensin sintetis terbuat dari suhu gas karbon dioksida yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar cair melalui bantuan proses kelistrikan. Jika listrik tersebut berasal dari sumber terbarukan atau renewable sources maka prospeknya akan sangat menjanjikan. Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat bensin dan diesel, namun sayangnya hanya dapat menghasilkan sedikit bahan bakar melalui proses panjang dan memakan biaya yang cukup mahal. Dari segi ekonomi, bahan bakar sintetis belum layak diproduksi karena biaya produksi jauh lebih mahal ketimbang minyak bumi konvensional.

  1. Ethanol

Etanol merupakan sejenis alkohol yang sama yang anda temukan dalam minuman beralkohol. Namun etanol yang satu ini sudah tercampur menjadi bensin dan bisa diperoleh langsung dari pom bensin seperti di AS, Brazil, India, dan Australia.

Sementara itu, etanol murni tidak diperuntukkan pada mobil penumpang, biasanya digunakan untuk mesin pertanian, truk, motor dan moped. Tampaknya etanol bakal membawa perubahan di masa depan pasalnya jenis alkohol ini berasal dari sumber yang terbarukan yakni proses fermentasi gula yang terjadi secara alami pada tanaman menggunakan ragi, diikuti dengan distilasi dan pengeringan.

Menariknya lagi, berdasarkan studi, etanol mampu mengurangi emisi dibanding bensin konvensional tetapi tergantung dari jenis tanaman yang dipakai — pembakaran bahan bakar terbersih dihasilkan dari tebu, sementara dalam skala etanol lainnya, jagung hanya memberikan pengurangan emisi sebesar 10-20 persen.

  1. Biomass Methane

Metana tidak harus diekstraksi dari cadangan alam, terkadang dapat ditemukan di sekitar sumber minyak bumi. Bahan bakar ini dapat diperoleh melalui fermentasi biomassa seperti limbah makanan, lumpur limbah, sampah, serta bubuk kopi dan teh, oleh karena itu merupakan sumber daya yang sepenuhnya terbarukan.

Kuantitas metana yang dihasilkan melalui proses ini memang tidak sebesar sumber daya yang disebutkan di atas, tetapi di negara seperti Jepang telah digunakan dalam skala luas meskipun sebagian besar dipakai sebagai bahan bakar heater rumah.

Sama halnya sumber bahan bakar alami, metana turunan dari biomassa ini dapat digunakan dalam mesin pembakaran internal siklus Otto dan memberikan manfaat yang sama atas berkurangnya oksida dan partikulat berbahaya.

  1. Hydrogen

Percaya atau tidak, sumber tenaga mobil anda dapat berjalan dengan hidrogen. Elemen kimia ini dikenal sangat mudah terbakar dan kaitannya dalam mesin pembakaran internal, memungkinkan campuran bahan bakar atau udara yang jauh lebih baik dimana dapat meningkatkan efisiensi mesin.

Hidrogen memang bukanlah bahan bakar yang terdengar awam, dan tentunya membutuhkan lebih banyak pengujian untuk menentukan kelebihan dan kelemahan bagi mesin. Namun sejauh ini hasil uji yang telah diamati membuktikan bahwa hidrogen mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan sempurna ketimbang bensin. Selain itu, suhu pengapian juga lebih rendah sehingga memungkinkan mesin mengeluarkan jumlah polutan yang lebih rendah. Disisi lain, studi menunjukkan kelemahan hidrogen, mesin dengan bahan bakar hidrogen dapat menyebabkan pengapian prematur.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan