Home Did You Know? 5 Cara Dongkrak Torsi Dengan Knalpot

5 Cara Dongkrak Torsi Dengan Knalpot

kpmauto.com

Mengganti Exhaust system ( knalpot ) hal yang sangat populer dikalangan pecinta otomotif, selain suara yang membuat gahar. Modifikasi ini pun sangat berpengaruh terhadap performance mobil, baik dari torsi bawah hingga atas. Tetapi sebenarnya pilihan exhaust system itu bukan asal pilih dengan suara gahar dan pipa lurus maupun diameter besar. Karena pasti akan berdampak kurang bagus mulai dari kehilangan tenaga di beberapa bagian RPM, hingga kehilangan tenaga di RPM bawah. Terkadang hanya terasa sugesti saja mobil menjadi lebih kencang, padahal bila di tes akan terlihat apakah efisien atau tidak..

WARNING!! Artikel kali ini akan membahas sedikit matematika dan fisika bila anda tidak kuat harap lambaikan tangan ke kamera, tapi bila ingin memahami lebih akan efisiensi dan pemilihan lebih cermat yuu siapin kalkulatornya.

1. Header Primary tube Diameter

Biasanya orang-orang memanggil komponen ini Header harus se-efisien mungkin untuk mengevakuasi gas buat dari setiap Cylinder mesin, semakin cepat efisiensi pembuangan semakin bagus tenaga yang dihasilkan, dan juga sebagai patokan Peak RPM bisa di tentukan dengan pemilihan diameter Tube, jadi bukan hanya besar saja tetapi ada hitung-hitungannya, tidak percaya? Silahkan dicoba.

Peak torq RPM adalah target titik tertinggi torsi yang kira inginkan, tapi pertama-tama kita harus merubah satuan cc mesin kita menjadi cubic inch.

Contoh ini menggunakan mesin NISSAN VH45 dengan kapasitas 4500cc dan 8 cylinder, jadi plus minus di ukuran 2.1 inch seginilah efisiensi tertinggi untuk mesin ini, cukup simple kan hanya cukup membagi cubic inch dengan jumlah cylinder mesin yang di gunakan untuk mengetahui 1 cylinder displacement . Rumus ini pun juga bisa digunakan bila kita hanya mempunyai bahan PIPA saja, cukup memutar rumus menjadi

Sama saja kan hasilnya, panjang dan pendek pun berpengaruh pada torsi bawah dan atas.

2. Primary Tube Length

Ini adalah perhitungan untuk panjang header, bila sudah di bahas diatas bahwa panjang header juga berpengaruh ada hitungan theoretical untuk mengetahui panjang yang sesuai untuk mesin anda.

3. Collector

Collector ada bagian setelah primary tube yang menyatukan semua cylinder menjadi 1, Diameter Collector juga jangan asal-asalan dari hitungan pertama bisa kita tentukan besar diameternya. Collector berfungsi menambah peak torq

Estimasi perhitunganya adalah:

Begitu lah estimasi perhitungan untuk collector, tapi ingat ini hanyalah patokan saja, untuk optimalnya tetap berdasarkan pengalaman dan R&D yang sudah matang.

4. Tail Pipe

Ini adalah bagian paling belakang pada exhaust system. Perhitungan ini berlaku untuk kendaraan yang tidak memikirkan tinggat kebisingan (Db) yah jadi modifikasi suka-suka saja, bagial tailpipe pun menjadi factor dari keseluruhan exhaust system, bayangkan bila bagian depan sudah bagus tapi belakangnya kurang bagus. Ibarat kita makan banyak lalu mau ke wc tapi tidak bisa keluar alias “mangped”.

5. Tukang Las

Ini adalah bagian paling penting di exhaust system factor dari sumber daya manusia sendiri, pergilah ke tempat kenalpot yang mempunyari rekomendasi tukang las yang bagus, karena bila pengerjaan kurang bagus pertama kerapihan sangat terlihat kurang dan juga banyak lubang-lubang kecil yang  tidak terlihat kasat mata, kedua bila las tidak sempurna keretakan hingga copot pun sering terlihat di aplikasi balap- balap issom, jadi kami sarankan ketempat yang reputasinya benar- benar bagus.

Semoga artikel ini membantu kalian untuk memilih ataupun ingin meng custome exhaust sytem racing karya kalian sendiri, semoga tidak pusing yaaa,….

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)