Home Did You Know? 5 Mobil Balap Terkencang Sepanjang Sejarah

5 Mobil Balap Terkencang Sepanjang Sejarah

Mobil balap bukanlah kendaraan biasa, melainkan sebuah mahakarya yang dirancang untuk satu tujuan, yaitu untuk menang. Kinerja mereka dimaksimalkan melalui perkembangan teknologi dan butuh puluhan tahun pengalaman dalam riset. Kalibrasi dilakukan sedemikian detil untuk memastikan gabungan dari berbagai bagian mereka agar mencapai kesempurnaan.

Meskipun alasan utama pembuatan mereka adalah untuk memenangkan perlombaan. Mereka kadang-kadang begitu indah kalau hanya dipandang sebagai kendaraan semata, terlepas dari keberadaan mereka sebagai mesin yang menakjubkan. Dan berikut adalah 5 mobil balap terkencang sepanjang sejarah.

1. Porsche 917/30

Banyak ahli dan pengamat dunia balap bilang mobil racikan Porsche-Audi ini sebagai mobil paling hebat yg pernah ada dalam sejarah balapan dunia. Di tahun 1972 Porsche ikut ajang balap Can-Am Series karena di tahun sebelumnya sudah ada perubahan regulasi di Le Mans. Yang membuat Porsche 917 tidak bisa mengikuti Le Mans dan hanya bisa bertarung di kejuaraan Can-Am.

Performa mobil ini bisa dibilang cukup gila, dengan menggunakan mesin V12 twin turbo yang bisa menghasilkan tenaga mencapai 1580 Hp. Angka itu di capai hanya pada sesi kualifikasi aja karena di sesi balapan para mekanik menurunkan tenanganya hingga 1100 Hp. Mobil ini memiliki akselerasi secepat kilat, 0 – 100kmh hanya dibutuhkan 1,9 detik saja. Sedangkan untuk 0 – 200 kmh mobil ini bisa mencapainya dalam waktu 10,9 detik. Topspeed mobil ini sendiri bisa mencapai kecepatan 420kmh. Bahkan untuk standar regulasi balapan sekarang, performa seperti itu tidak bisa ditandingi dalam balapan WEC, IndyCar, bahkan F1 sekalipun.

Hal itu dibuktikan pada tahun 1972 tim Penske Racing menurunkan Porsche 917/30 di kejuaraan Can-Am dengan George Follmer sebagai pembalapnya dan menjadi juara tanpa perlawanan berarti dari lawannya. Pada tahun berikutnya giliran Mark Donohue yang mengendarai mobil ini dan dia pun juga menjadi juara. Mark Donohue walaupun cuma kalah sekali, tetapi dia bisa unggul dengan jarak poin yang jauh banget. Mobil ini begitu melegenda dan sekarang ini jadi koleksi pameran di Museum Porsche di Zuffenhausen, Jerman.

2. Mazda 787B

Di tahun 1991 Mazda membuat mobil balap hasil penyempurnaan dari model 787 untuk mengikuti kompetisi All-Japan Sports Prototype Championship, Fuji 1000km dan Suzuka 1000km. Mobil yang diberi nama Mazda 787B ini, mengguanakan mesin rotary dengan 4 rotor yang kapasitas 2616cc Naturally Aspirated. Mesin rotary 4 rotor tersebut dapat menyemburkan tenaga hingga 700 hp dengan menggunakan transmisi 5 speed hasil racikan dari Mazda dan Porsche, dan bobot mobil ini sendiri hanya 830 Kg saja.

Ajang yang diikuti Mazda dengan mobil Mazda 787B ialah Suzuka 430km, Fuji 1000km, dan Le Mans di Prancis. Untuk Le Mans, ada tiga mobil yang dipersiapkan dan satu lagi untuk cadangan. Salah satunya adalah mobil nomer 55 tunggangan pebalap Jerman Volker Weindler, Johnny Herbert asal Inggris dan pebalap F1 asal Prancis Bertrand Gachot. Setelah berjuang selama 24 jam dalam pertarungan yang ketat dan seru, mobil nomer 55 yang dikendarai Johnny Herbert akhirnya finis pertama. Sedangkan dua mobil 787B lain hanya bisa finis diurutan ke 6 dan 8.

Sebelumnya belum pernah ada pabrikan asal Jepang yang jadi juara Le Mans. Hingga sampai saat ini, Mazda masih jadi satu-satunya. Sebagai catatan, 787B juga jadi satu-satunya mobil bermesin rotary yang menangi Le Mans. Sebuah prestasi yang membanggakan bisa juara ditengah-tengah superioritas Peugeot, Mercedes-Benz dan Jaguar yang waktu itu kuat banget.

3. Audi Sport Quattro S1

Dari dunia rally, di tahun 1980an dikenal sebagai ‘eranya reli Grup B’ di mana mobil-mobil rally yang dipakai memiliki performanya tinggi. Bahkan beberapa orang menyebut mobil-mobil rally pada jaman itu sebagai “Mobil F1 di Lintasan Reli”. Dan salah satu mobil yang mencolok dari kategori ini adalah Audi Quattro S1.

Audi Sport Quattro S1 yang bermesin 5 silinder berkapasitas 2110cc, juga dilengkapi turbo. Tenaganya bisa menyentuh angka 444 Hp. Dengan bobot 1090 kilogram dan mobil ini memiliki akselerasi 0 – 100kmh dapat dicapai dalam waktu 3,1 detik saja. Topspeed Audi Sport Quattro S1 itu sendiri bisa mencapai kecepatan 220kmh.

Mobil ini pertama kali turun dalam ajang WRC tahun 1984. Dengan memakai perally dari Jerman,ialah Walter Rohrl beserta navigatornya Christian Geistdörfer. Mereka berdua berhasil memenagkan balapan Rally di San Remo pada tahun 1985 menggunakan Audi Sport Quattro S1. Audi Sport Quattro S1 itu sendiri menjadi primadona pada ajang balapan rally ini karena bisa kompetitif lawan mobil lain seperti Lancia, Peugeot dan Metro.

Sayang ajang Reli Grup B bubar di tahun 1986 karena ada kecelakaan yang merenggut nyawa pereli ternama Henri Toivonen dan navigatornya, Sergio Cresto. Audi akhirnya cari balapan lain, hingga pada akhirnya mereka ikut Pikes Peak International Hill Climb. Lewat pereli wanita asal Prancis Michele Mouton, Audi juara di tahun 1985. Mereka juara lagi di tahun 1986 bersama Bobby Unser dan Walter Rohrl di tahun 1987.

Meskipun gagal jadi juara WRC, para pebalap yang pake mobil Sport Quattro S1 ini dibilang hebat karena bisa mengendalikan mobil Grup B, konon kabarnya paling ganas dari semua mobil rally yang pernah ada. Ini juga bikin status Audi Sport Quattro S1 makin terkenal dan masuk kategori mobil terhebat sepanjang masa.

4. Lancia Delta Grup A

Dari Italia, muncul satu mobil yang bikin geger ajang rally dunia, yaitu WRC. Pada tahun 1987 menjadi tahun pertama setelah masa Grup B (1982-1986) yang brutal dan liar. Mobil – mobil rally yang ada di ajang ini tenaganya lebih kecil dari pada Grup B. Lancia pabrikan asal Italia memensiunkan mobil 037 mereka dan menggantikannya dengan Delta yang baru.

Menggunakan mesin 4 silinder segaris 2000cc dengan turbo bersemayam di engine bay mobil Delta Grup A. Selain itu Lancia Delta menggunakan transmisi manual dengan 6 kecepatan dan untuk bagian suspensinya pada bagian depan-belakang memakai sistem MacPherson.

Prestasi Lancia di WRC makin luar biasa dengan mobil ini. Sebelumnya mereka bisa juara dunia rally dengan mobil Stratos di era 1970an dan Delta S4 di jaman Grup B. Mobil ini bahkan langsung menang di rally pertamanya dalam ajang rally Monte Carlo pada tahun 1987. Dari pertama kali dipakai hingga tahun 1992, tercatat Lancia 6 kali beruntun juara dunia rally.

Dari sektor raihan gelar pereli, Juha Kankkunen dan Miki Biasion masing-masing 2 kali juara dunia. Miki dua kali juara dunia reli, 1988-89 dan Juha jadi yang terbaik di 1987 dan 1991. Total kemenangan yang diraih Lancia dengan Delta Grup A ada di angka 46, terbanyak sampe sekarang.

5. Suzuki Escudo Pikes Peak

Kalo kita membahas spesifikasi dari mobil ini, membuat kita terkejut. Karena Dibalik body serat karbon berwarna merahnya, tersimpan dua mesin bertenaga besar. Dua mesin? Ya, karena mobil ini dipake di kelas Free For All (FFA) yang membebaskan segala macam modifikasi. Dua mesin masing-masing berkapasitas 2500cc dengan kongfigurasi V6 dan turbo sanggup kasih tenaga 987 hp.

Akselerasi mobil ini juga tidak main – main. Menurut beberapa orang, 0-100 kmh dapat diraih dalam waktu 1,7 detik saja. Bahkan Bugatti Chiron saja hanya bisa meraih dalam waktu 2,9 detik saja. Ada juga versi lain yang berkata, dengan catatan waktu 2,3 detik saja untuk menyentuh 100kmh dari posisi diam di lintasan gravel.

Suzuki Escudo ini termasuk salah satu mobil tersukses di ajang Pikes Peak International Hill Climb (PPIHC). Pebalap asal Jepang ialah Nobuhiro “Monster” Tajima menjadi penguasa PPIHC 6 kali dengan menggunakan mobil setan ini. Nobuhiro Tajima jadi juara lagi di tahun 2011 tetapi dengan varian yang beda, yaitu Suzuki SX4.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)