Home Did You Know? 5 Supercar ‘Naturally Aspirated’ Yang Masih Bertahan

5 Supercar ‘Naturally Aspirated’ Yang Masih Bertahan

Suka atau tidak mesin-mesin naturally aspirated mulai ditinggalkan para produsen mobil. Hal ini karena berhubungan langsung dengan hal efisiensi dan tentunya emisi gas buang, karena tenaga besar naturally aspirated pada supercar berbanding lurus dengan besarnya kapasitas mesin. Peranti turbo dan hybrid menjadi pilihan baru bagi pabrikan supercar di dunia.

Produsen kendaraan seperti Bugatti, Pagani, Koenigsegg dan McLaren memilih turbo untuk mengakali tenaga kendaraan tetap besar meskipun menggunakan mesin berkapasitas relatif lebih kecil. Namun beberapa pabrikan tetap mempertahankan salah satu produk naturally aspirated nya. Dan berikut supercar ternama yang masih tetap menggunakan mesin naturally aspirated

Aston Martin Vanquish S

Aston Martin sudah meluncurkan DB11 yang memakai platform dan mesin baru. Jika ditelisik lebih perinci, mesin yang dipakai merupakan hasil pengembangan Mercedes-AMG dan sudah memakai turbocharger. Kabar berkembang, mesin baru V12 5,2-liter twin-turbo dan V8 turbo juga siap menyusul. Tampaknya Aston sudah sangat kepincut dengan tenaga turbo di seluruh lininya.Sebelum masa itu datang, masih tersisa model yang tradisional.

Ialah Aston Martin Vanquish S yang tetap memakai mesin lawas V12 5,9-liter.Tentu saja sudah mengalami upgrade dari sebelumnya dipakai oleh DBS. Mobil dengan sebutan Super Grang Touring ini, memiliki tenaga sebesar 600 PS. Seperti ciri khas Aston Martin lainnya, mesin itu memiliki posisi front-mid dan menggerakkan roda belakang (RWD). Akselerai 0-100 km/jam ditempuh 3,5 detik dengan kecepatan puncak 320 km/jam.

Audi R8

Supercar Audi ini memiliki ikatan dekat dengan Lamborghini Huracan. Paling erat berasal dari berbagi mesin V10 5,2-liter yang sama. Karakter daya dihasilkan serupa dengan Mercedes-AMG GT dan Porsche 911. Sehingga R8 merupakan lawan tanding yang seimbang dengan kedua mobil turbo tersebut.

Meski mesinnya sama dengan Huracan, ouput ternyata dibedakan. Ada dua versi dihadirkan, yang pertama V10 bertenaga 540 PS dan torsi 540Nm, serta V10 Plus dengan 610 PS dan 560 Nm. Mengandalkan transmisi S-Tronic 7-speed yang menyalurkan tenaga ke keempat roda (Quattro), Akselerasi 0-100 km/jam dicapai 3,5 detik untuk V10 biasa, dan 3,2 detik untuk V10 Plus.

Ferrari F12 Berlinetta

Ferrari mulai serius bermain dengan turbocharger saat merilis California T. Mesin V8 turbo yang sama pun menjadi pilihan di GTC4 Lusso selain mesin NA V12. Ferrari 488, hingga suksesor 458 mengikuti jalan yang sama.

Tapi tidak dengan Ferrari 812 Superfast. Melanjutkan keperkasaan F12 Berlinetta, Maranello tetap mempertahankan keperkasaan mesin V12 naturally aspirated sebagai jantung mekanisnya. Sensasi yang diberikan jelas berbeda dengan V8 turbo. Mesin F140 ditingkatkan kapasitasnya jadi 6,5-liter. Bayangkan 789 daya kuda (800 PS) dan torsi 718 Nm dihamburkan dengan teriakan melengking hingga 8.500 rpm. Klaim akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,9 detik top speed capai 355 km/jam.

Porsche 911 GT3

Porsche 911 generasi terbaru dengan seri 991, hampir meninggalkan mesin NA seluruhnya. Kata-kata hampir mengartikan masih menyisakan mesin tanpa bantuan force induction. Apalagi kalau bukan 911 GT3. Versi performa tinggi dari 911 ini, diyakini memiliki kemampuan yang dirancang untuk melahap panasnya aspal sirkuit namun tetap legal di jalan raya umum. Porsche menyisakan kenikmatan paling alami dengan tetap mempertahankan mesin NA di GT3.

Porsche 911 GT3 terbaru sangat menyita perhatian pecinta kecepatan. Desainnya yang gahar lengkap dengan banyak sistem aerodinamik di badannya. Termasuk spoiler belakang ekstrabesar yang bertambah tinggi 20% dari versi pra-facelift. Melihat tampilannya saja sangat merangsang, ditambah mesin legendaris Boxer 6-silinder 4,0-liter. Tenaganya cukup 500 PS saja, namun tersalur dengan sangat sempurna oleh transmisi PDK atau manual. Akselerasi 0-100 km/jam secepat 3,4 detik.

Lamborghini Huracan & Aventador

Ancang-ancang Lamborghini beralih ke mesin turbocharger, dibuktikan pada Urus sebagai SUV mereka. Mungkin karena peletakan mesin di depan, sehingga lebih praktis bila membenamkan V8 dengan tambahan dua buah turbo sekaligus.

Tapi dua model andalannya, Huracan dan Aventador masih bebas dari sistem force induction sampai sekarang. Fanatik Lambo pun sepertinya ingin pihak pabrikan tetap mempertahankan mesin tradisional yang sama. Huracan memakai mesin V10 5,2-liter yang juga dipakai Gallardo. Daya ditingkatkan sampai 610 PS dan 560 Nm. Begitu pula dengan Aventador. Mesin V12 6,5-liter dari Murcielago tetap dipertahankan, dengan tenaga 700 PS dan torsi 689 Nm untuk versi LP 700-4.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)