Connect with us

Subscribe

Did You Know?

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 1

Sumber: Elion.ie

Mobilitas tinggi rupanya menjadi ciri khas wilayah perkotaan. Arus mobilitas telah menjadi kunci dinamika urbanisasi dengan infrastruktur terkait yang selalu menjadi tulang punggung dari format perkotaan. Yaps, mobilitas menopang semua yang kita lakukan sebagai individu, sebagai bagian dari komunitas, sebagai regional, nasional, dan ekonomi internasional. Orang-orang perlu bergerak demi memenuhi kebutuhan dasar manusia, disisi lain mobilitas juga merupakan kemewahan yang berkontribusi pada kualitas hidup seperti eksplorasi, rekreasi, maupun mengisi waktu luang.

Di lingkungan perkotaan, mobilitas berkualitas tinggi merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan untuk keberhasilan sektor urban lainnya, termasuk menciptakan lapangan kerja serta memainkan peran kunci dalam menumbuhkan lingkungan yang ideal bagi penduduk dan bisnis. Mobilitas sebagian besar dipandang sebagai produk yang mencakup kendaraan, infrastruktur fisik, dan bahan bakar — semuanya melalui pergerakan tanpa batas dari satu tempat ke tempat lain.

Lalu, seperti apa mobilitas urban di masa depan? Tren mobilitas urban berjalan dengan sendirinya seiring perkembangan jaman — dari masa lalu, saat ini, dan masa depan.

Sumber: Spiegel.de

Sebagai salah satu contoh London pada awal tahun 1800-an, kota ini adalah salah satu dari tiga terbesar di dunia dengan angka 1 juta penduduk. Jaringan jalur kereta api yang luas memungkinkan para penumpang dari daerah sekitarnya untuk bekerja di pusat kota — daerah yang dulunya pedesaan kemudian bergabung dengan area urban. Sementara kereta kuda yang berfungsi sebagai alat transportasi utama di pusat kota, lambat laun menyumbat jalur lalu lintas yang tentu saja diikuti dengan pertambahan penduduk. Dengan membangun jaringan kereta bawah tanah pertama di dunia pada 1860-an, London berhasil menaklukkan tantangan itu.

Namun bahkan saat ini jaringan kereta bawah tanah di London maupun sejumlah kota besar lainnya tidak cukup untuk mengatasi kemacetan dan mengurangi kendaraan bermotor, apalagi kebisingan dan populasi yang ditimbulkan. Nah, kabar baiknya ada tren dan solusi yang cukup menjanjikan untuk mobilitas urban di masa depan.

Sumber: Carmagazine.com

 

TREN #1 – MOBIL ELEKTRIK

Mobil vintage, ya, seperti kita ketahui ini bukanlah mobil yang ramah lingkungan untuk dikendarai pada jaman kini, namun mesin pembakaran internal modern saat ini jauh lebih minim polusi. Terlebih lagi, untuk kualitas udara yang lebih baik, perkembangan elektromobilitas yang lebih halus dan berdengung dapat memberikan kontribusi besar.

Di Eropa, tepatnya Norwegia kemungkinan besar adalah role model terbaik dalam hal elektromobilitas. Adapun Belanda dan Amsterdam juga terus berkembang di wilayah ini — mobilitas urban bertenaga listrik semakin marak dan sebagai hasilnya kualitas udara meningkat.

Sebagai contoh, jika anda membeli mobil listrik di Amsterdam tetapi tidak memiliki spot parkir pribadi dengan sambungan listrik, pemerintah kota akan membangun stasiun publik pengisian daya di area terdekat anda secara gratis. Terbukti bahwa berawal dari 300 stasiun pengisian daya pada 2011, jumlahnya telah meningkat menjadi 2.400 titik pada pertengahan 2018, dan membengkak hingga 4.000 titik pada 2019.

Selain itu, pemerintah memberikan subsidi hingga 5.000 euro untuk mobil komersil, sementara truk mencapai 40.000 euro — ini diberlakukan sejak dua tahun lalu. Tujuannya adalah tahun 2040, hanya kendaraan bertenaga listrik yang akan melakukan perjalanan diantara kanal, ini merupakan bagian dari inisiatif “Amsterdam Electric”.

Sumber: Qz.com

Begitu pula tidak ada keraguan bahwa pasar Cina telah membuat kemajuan besar dalam hal “new energy vehicles”. Sekitar 60% dari semua lisensi baru dan kendaraan bertenaga listrik di seluruh dunia terdaftar di Cina. Di negara tersebut terdapat 330.000 stasiun pengisian daya untuk sekitar 2,6 juta kendaraan. E-mobilitas adalah aspek kunci dari inisiatif nasional “Made in China 2025”.

“New energy vehicles” rencananya akan mencapai 20 persen dari pendaftaran baru. Perusahaan yang memproduksi lebih dari 50.000 unit di dalam perbatasan negara pada 2019 harus menjual setidaknya 10% armadanya dengan mobil jenis ini — kendaraan elektrik atau fuel cell drive dan plug-in hybrid. Kendaraan bertenaga baterai dapat menempuh jarak beberapa ratus kilometer dan perluasan infrastruktur stasiun pengisian daya di negara ini tengah berlangsung secara cepat.

Selain gagasan tersebut, beberapa perusahaan juga memikirkan tentang teknologi penggerak lain yang dapat membantu situasi ini yakni kendaraan fuel cell, dimana dapat mengisi bahan bakar dengan hidrogen yang memiliki jarak tempuh sebanding dengan mobil bensin atau solar. Perkembangan ini memanfaatkan fuel cell sebagai pengganti baterai yang menghasilkan energi dari reaksi kimia hidrogen dan oksigen. Sayangnya, stasiun pengisian hidrogen masih mustahil diwujudkan di banyak tempat.

Sumber: Carsharingblog.ru

 

TREN #2 – MOBILITAS SESUAI PERMINTAAN

Dikatakan mobilitas urban di masa depan akan berubah menjadi listrik, yang tampaknya tidak perlu diragukan lagi dari sudut pandang lingkungan dan kesehatan. Namun pengurangan polusi tidak menurunkan arus lalu lintas di dalam kota yang padat, tidak untuk saat ini. Lebih dari 40% dari total lalu lintas dalam kota terhitung dari mereka yang mencari ruang parkir. Jika saja segelintir orang ingin berbagi mobil, ini berarti akan lebih sedikit ruang parkir yang dibutuhkan dan transportasi umum perkotaan meningkat. Maka konsep yang sesuai disini adalah car sharing alias berbagi mobil.

Ini dapat diwujudkan dalam dua skema. Pertama, penyedia car sharing stasioner, dengan ini berarti anda harus mengembalikan mobil ke ruang parkir yang ditetapkan setelah masa sewa berakhir. Kedua, free-floating car sharing, dengan skema yang disebut free-floating atau tidak menetap di satu tempat tertentu, anda dapat memarkir mobil di area yang lebih luas tetapi jelas.

Adapun hampir 700.000 pengguna car sharing di Eropa pada akhir 2011, diperkirakan tahun ini akan naik menjadi 15 juta pengguna. Sebut saja Jerman juga mengalami pertumbuhan, pada awal 2019 telah terdaftar sekitar 2,46 juta pengguna car sharing — ini 350.000 lebih banyak daripada pada awal 2018.

Meningkatnya popularitas konsep mobilitas car sharing dikaitkan dengan perubahan perilaku konsumen, terutama pada segmen generasi muda. Ini karena fokusnya tidak lagi pada kepemilikan tetapi pada layanan dimana mobilitas jauh lebih penting dari sekedar memiliki mobil pribadi. Selain itu, juga berdampak positif pada lalu lintas yang seringkali padat dan ruang parkir di dalam kota. Berbagai studi mengatakan bahwa satu kendaraan car sharing dapat menggantikan 8-20 mobil pribadi. Tren mobilitas sesuai permintaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh digitalisasi. Dengan platform online, pengguna dapat menggunakan aplikasi untuk mengecek ketersediaan, lokasi mobil dan pemesanan.

Sementara car sharing semakin besar, ada konsep lain yang membuktikan alat mobilitas kota yang juga populer, terutama di AS yakni ride hailing. Disitu anda dapat menemukan dan memesan layanan tumpangan pribadi melalui aplikasi. Tercatat pada 2018, 36% warga dewasa Amerika mengatakan bahwa mereka pernah menggunakan layanan ride hailing sebelumnya.

Sumber: Twitter.com

 

TREN #3 – MOBIL OTONOMOS

Dengan mobil otonomos, ini memungkinkan mobil bergerak sendiri menghampiri anda seperti dalam film Knight Rider. Apa yang dulunya terdengar mustahil, kini bukan lagi hal aneh untuk diwujudkan di masa depan. Adapun sebagian besar automaker telah mengeluarkan mobil berteknologi otonomos level 1 dan level 2, saat ini mobil otonomos masih terus dikembangkan di banyak pusat penelitian hingga nanti pada akhirnya mencapai level 5.

Kini tahap pengembangan berikutnya adalah otonomos level 3, tidak hanya dengan mobil uji yang beroperasi saat ini tetapi juga memudahkan berkendara highly-automated di lalu lintas yang sesuai untuk penggunaan harian, sehingga meningkatkan kualitas mobilitas perkotaan.

Perencanaan dan pengembangan berkendara otonomos di masa depan membawa serta perubahan pada infrastruktur yang ada, dimana pada gilirannya mempengaruhi mobilitas perkotaan. Adapun dalam hal ini mobil otonomos memiliki potensi besar , namun ada beberapa pertanyaan menarik untuk ditinjau lebih jauh:

– Lebih sedikit ruang parkir dan lebih banyak lingkungan hijau di perkotaan. Mobil akan mengemudi dengan sendirinya dari satu pengguna ke pengguna lainnya sesuai dengan tujuan masing-masing. Skema ini tidak hanya mengurangi kepadatan lalu lintas namun juga mengurangi jumlah ruang parkir yang dibutuhkan. Jadi setidaknya ada gagasan besar yang memberikan harapan terhadap lingkungan hijau yang lebih banyak dan peningkatan kualitas udara. Tetapi apa konsekuensi dari perencanaan tata kota?

Sumber: Seekhorsepower.com

– Kemacetan bisa segera menjadi bagian dari masa lalu: komunikasi car-to-X  menjanjikan jaringan mobil yang efisien, rambu jalan, dan lampu lalu lintas. Dengan teknologi ini, pengguna jalan dapat dikemudikan dengan sangat efisien sehingga lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk menunggu arus lalu lintas. Tetapi masih ada kendala teknis yang perlu dipersiapkan. Apakah marka jalan perlu dilengkapi sensor atau radar khusus untuk memberi sinyal ke kendaraan, kaitannya dengan obyek di sekitar kendaraan, marka jalan, lampu lalu lintas, dan sejenisnya?

– Transisi yang aman dan bertahap. Peralihan menuju berkendara otonomos tidak mungkin terjadi secara frontal. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana otonomos dan kontrol si pengemudi dapat hidup berdampingan dalam berlalu lintas. Apakah diperlukan dua jalur selama periode transisi untuk menghindari kesalahpahaman diantara berbagai tahap perkembangan saat mengemudi?

Yaps, tentu saja selain pengemudi perlu beradaptasi, pengembangan mobil otonomos harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Jadi meskipun teknologi sudah tersedia, tiap negara belum tentu siap menghadapi peralihan ini khususnya negara berkembang tanpa terkecuali Indonesia. Toh, Indonesia belum memiliki regulasi yang menyangkut keberadaan otonomos dalam berlalu lintas.

 

Well, tren selanjutnya akan dibahas di part 2.

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan