Connect with us

Subscribe

Cars

6 Fitur Teknologi Elektrik Andalan Mercedes-Benz EQC 400

Peluncuran EQC 400 adalah pertaruhan besar pertama bagi Mercedes-Benz pada mobil listrik, sekaligus sebagai penantang salah satu model eksperimental milik BMW. BMW pernah menciptakan mobil listrik tahun 2013, mengandalkan teknologi baterai listrik dan bodi serat karbon yang terbilang mahal dengan platform aluminium skateboard yang didesain khusus untuk sub-brand terbarunya yakni i3.

BMW menganggap bahwa calon pembeli electric vehicle menginginkan sebuah mobil yang tampil beda dari biasanya. Tetapi tampaknya penjualan BMW i3 yang juga disebut Mega City Vehicle (MCV) kurang laris dipasaran.

Mercedes-Benz justru berpikir sebaliknya, adapun EQC hanya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaganya, compact luxury SUV ini 90 persen dibangun diatas struktur bodi yang sama dari kelas GLC. Tak ayal, Mercedes menyederhanakan desainnya dan menjaga ongkos produksinya tetap terkendali sehingga EQC ditargetkan ke irisan jantung pasar beresiko rendah.

EQC 400 powertrain elektrik adalah titik awal dari line-up mobil listrik Mercedes-Benz yang akan dirilis pada 2020. Well, ini dia 6 fitur teknologi elektrik yang dibenamkan pada EQC 400.

Intelligent Navigation

Sebelum berkendara, pengemudi dapat merencanakan perjalanan yang diakses melalui aplikasi ‘Mercedes me’. Berkat aplikasi cerdas ini anda dapat memasukkan waktu keberangkatan untuk mempersiapkan kondisi kabin seperti menyalakan AC atau heater terlebih dahulu dan menargetkan pengisian baterai sesuai tujuan perjalanan.

Dengan kumpulan data yang berbasis cloud, sistem akan memperhitungkan kondisi lalu lintas, topologi, konsumsi dan temperatur baterai, ketersediaan stasiun pengisian serta daya untuk menentukan rute yang optimal. Sistem ini juga dapat diprogram langsung melalui MBUX interface yang ada didalam mobil.

Voice Control

Fitur MBUX interface milik EQC menampilkan fungsi kontrol suara yang didesain khusus untuk mengoperasikan mobil elektrik. Seperti Amazon Alexa, sistem diaktifkan dengan mengucapkan kata kunci, dalam hal ini “Hei Mercedes”. Kemudian anda dapat menanyakan kondisi mobil seperti “Berapa persen daya baterai yang tersisa?”, “Dimana stasiun pengisian terdekat?”, dan sebagainya. Asal jangan nanya jodoh ya sob 🙂

Eco Assist

Engineer EQC mengatakan bahwa lebih dari sepertiga konsumsi energi mobil listrik secara langsung dipengaruhi oleh pola/ kebiasaan berkendara pengemudi. Fitur teknologi Eco Assist dirancang untuk membantu pengemudi mencapai efisiensi maksimum. Sistem jaringan data dari sistem navigasi, pengenalan rambu lalu lintas dan safety hardware seperti radar serta kamera stereo, akan meminta pengemudi untuk mengurangi akselerasi pada waktu yang tepat, terlebih ketika EQC mendekati batas kecepatan. Sistem ini juga secara otomatis menyesuaikan mode regen/ generator asap untuk memastikan recovery energi bekerja dengan optimal.

Mode Max Range

Selain mode penggerak konvensional milik Mercedes-Benz seperti Eco, Comfort, Sport, Individual dikontrol melalui sakelar di konsol tengah, EQC menambahkan mode Max Range. Dalam mode ini, jaringan saraf EQC mengetahui dengan tepat berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menjaga mobil tetap melaju pada batas kecepatan dan efisiensi maksimal hingga titik pengisian berikutnya.

Selain itu, bertugas mengontrol titik tekanan akselerator dengan teknologi haptic untuk membatasi penggunaan pedal gas secara berlebihan. Tetapi jika akselerasi dibutuhkan dalam keadaan darurat, anda tinggal menekannya lebih dalam. Mungkin sedikit merepotkan, tetapi sistem ini relatif preventif agar pengemudi tidak terdampar di pinggir jalan.

Easy charging

Pemilik EQC di Eropa dapat mengakses lebih dari 300.000 titik pengisian daya di seluruh kontinen dan melakukan pembayaran baik melalui kartu biaya ‘Mercedes me’, aplikasi ‘Mercedes me’, atau dari MBUX. Tidak diperlukan kontrak terpisah selain bukti otentik, pelanggan mendapatkan manfaat langsung dari fungsi pembayaran yang terintegrasi — cukup dengan membayar biaya/ tagihan hanya sekali dan selanjutnya prosedur pengisian didebet secara otomatis.

Adanya kartu biaya ‘Mercedes me’ juga memberikan akses ke stasiun pengisian kilat atau quick-charge yang tersedia diseluruh penjuru Eropa, dimiliki oleh gabungan perusahaan seperti Daimler, BMW, Ford Motor Company dan Volkswagen. Pemilik EQC di Amerika Serikat mengharapkan layanan serupa.

High-Voltage Safety

Baterai EQC berspesifikasi liquid-cooled, 384-cell dan 80 kW/ jam dibuat oleh anak perusahaan Daimler, Deutsche Accumotive, dikelilingi oleh kerangka yang kuat dengan struktur integral yang diklaim tahan terhadap benturan. Elemen deformasi dipasang diantara kerangka dan baterai, dan pelindung di bagian depan baterai dirancang untuk mencegah tertusuknya benda asing.

Sistem bertegangan tinggi akan mati secara otomatis jika terjadi tabrakan, dimana arus listrik akan diputus oleh otak elektrik EQC. Ketika mati, tegangan listrik diluar baterai dengan cepat turun ke batas yang aman. Selain itu, secara otomatis sistem juga akan menghentikan proses pengisian jika terdeteksi gangguan listrik saat kondisi EQC stasioner di stasiun pengisian kilat.

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Gimana Sih Cara Kerja AC Mobil?

Did You Know?

Jangan Sembarangan Dengan Minyak Rem, Ini Resikonya

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Did You Know?

Mengapa Sway Bar Seringkali Dicopot Dari Kendaraan 4×4?

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan