Home Did You Know? 6 Supercar Bermesin Turbocharged Karya Ferrari

6 Supercar Bermesin Turbocharged Karya Ferrari

Produsen supercar asal Italy yaitu Ferrari, memang terbilang jarang sekali menggunakan turbo pada hasil karyanya. Karena dari Ferraroinya sendiri tidak menyukai mesin yang menggunakan turbo, walaupun beberapa akhir ini mereka menerapkannya karena untuk mengurangi emisi gas buang pada mobil buatan mereka.

Tetapi tidak hanya baru – baru ini saja Ferrari menerapkan teknologi turbo pada mobil – mobil karya mereka. Seperti mereka pernah menerapkan mesin turbocharged untuk balapan Formula 1 pada tahun 1981. Selain itu masih tercatat masih ada 6 model Ferrari lainnya yang juga menggunakan mesin berkonfigurasi V8 yang menggunakan turbocharged. Dan ini lah mobil – mobil bermesin turbocharged yang pernah dikeluarkan oleh Ferrari.

Ferrari 208 GTB Turbo

Pada tahun 1981, Ferrari memberikan mesin V6 turbocharged pada mobil 126CK untuk Gilles Villeneuve dan Didier Pironi dalam ajang balap Formula 1 World Championship. Setelah itu, barulah Ferrari mewujudkan teknologi turbo ke dalam mobil produksi jalanan pertama mereka melalui Ferrari 208 GTB dan GTS yang telah dilengkapi dengan turbo di tahun berikutnya yaitu 1982.

Ferrari 208 diproduksi pada tahun 1980 dan menggunakan basis yang sama dengan 308, yang diluncurkan pada tahun 1975, hanya saja dengan kapasitas mesin lebih kecil. Hal tersebut berhubungan dengan regulasi pajak mesin yang tinggi untuk mesin di atas 2.0-liter sehingga akhirnya 208 menggunakan mesin V8 2.0-liter. Mesin tersebut hanya menghasilkan tenaga 153 hp. Hingga Ferrari memutuskan untuk memberikannya turbocharger yang kemudian meningkatkan tenaga menjadi 217 hp pada 7.000 rpm.

Ferrari 288 GTO

Sang ikon Ferrari GTO digadang-gadang sebagai supercar flagship pertama dari Ferrari. Basis dari Ferrari GTO merupakan homologasi dari 308 GTB tahun produksi 1984 – 1987 dengan singkatan Gran Turismo Omologato (bahasa Italia dari homologasi). Mobil ini disiapkan untuk turun di ajang balap Group B Race Series dengan total minimum mobil homologasi 200 unit. Alhasil, GTO diproduksi sebanyak 272 unit dan sebelum sempat turun di lintasan balap, FIA membatalkan seri balap tersebut. Dimulailah kehidupan jalan raya dari Ferrari GTO.

Berbeda dengan 208 GTB Turbo, Ferrari GTO dilengkapi dengan dua turbocharger sekaligus dan menggendong mesin V8 2.9-liter sesuai dengan regulasi balap dari FIA. Dengan bekal dua turbocharger, menjadikan Ferrari GTO secara tak langsung memiliki tenaga dari mesin 4.0-liter. Daya puncak yang dihasilkannya mencapai 400 hp dan mendukung akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5 detik saja.

Ferrari F40

Berangkat dari kejadian Ferrari 288 GTO, pihak manufaktur memutuskan untuk menjadikan program pengembangan 288 tersebut sebagai titik tolak untuk kemudian menghasilkan supercar paling ikonik dan melegenda sepanjang masa, Ferrari F40. Bagaimana tidak? Perhatikan pakaian dari F40 yang sudah terdiri dari bahan serat karbon, Kevlar, dan aluminium. Namun, di balik pakaian baru yang dikenakan F40 masih tertanam jantung mekanis yang sama dengan milik GTO, dengan tenaga maksimal mencapai 470 hp atau dua kali lipat lebih bertenaga dari 208 GTB Turbo.

Mobil ini menjadi semakin spesial karena didesain sebagai perayaan hari jadi Ferrari ke-40 tahun dan merupakan mobil terakhir Ferrari yang disahkan langsung oleh sang bapak penemu Enzo Ferrari. Pada zamannya, sekitar tahun 1987 – 1992, merupakan Ferrari paling kencang, paling bertenaga, dan paling mahal dibandingkan jajaran Ferrari lainnya.

Ferrari California T

Dari produksi terakhir F40 di tahun 1992, manufaktur Ferrari kemudian baru kembali dengan mesin turbocharged pada tahun 2014, atau berselang 22 tahun, melalui generasi kedua dari California yang dikenal dengan kode nama California T (huruf T merujuk pada Turbo). Tak hanya menggantikan California pendahulunya, California T juga menggunakan penampilan dan mesin baru.

California T ditenagai jantung mekanis V8 3.9-liter bi-turbo dengan tenaga maksimal 552 hp pada 7.500 rpm dan torsi monster 755 Nm pada 4.750 rpm serta disandingkan dengan transmisi kopling ganda 7-speed. Akselerasi 0-100 km/jam nya tercatat hanya 3,6 detik serta masih dapat terus berlari hingga kecepatan puncak 315 km/jam.

Ferrari 488 GTB

Melihat keberhasilan pada California T, pihak Ferrari kemudian ingin mengaplikasikan formula yang serupa pada versi revisi dari 458 Italia hingga akhirnya terwujudlah Ferrari 488 GTB. Diperkenalkan pada tahun 2015 dan menggantikan sang pendahulu 458 yang menggunakan mesin naturally aspirated, Ferrari 488 GTB yang sudah dilengkapi turbocharger menjadi bintang baru dari Ferrari hingga sekarang.

Sektor dapur pacu dari 488 GTB merupakan V8 3.9-liter twin-turbocharged dan tenaga maksimalnya berada di angka 661 hp pada 8.000 rpm dan torsi raksasa 760 Nm pada 3.000 rpm. Sebagai pendistribusi tenaganya telah disiapkan transmisi automated manual kopling ganda 7-speed F1. Bekal spesifikasi 488 GTB kemudian menjadikannya sebagai Ferrari bermesin V8 tercepat yang pernah mengelilingi sirkuit pribadi Ferrari, Fiorano, melewati sang saudara bermesin V12 F12 Berlinetta, F12 TDF, dan LaFerrari.

Ferrari GTC4 Lusso T

Ferrari GTC4 Lusso T merupakan yang termuda dan baru saja diluncurkan global melalui ajang Paris Motor Show 2016. GTC4 Lusso T merupakan versi turbo dari pengganti ferrari FF, yakni GTC4 Lusso tulen yang bermesin V12 6.3-liter. Pada GTC4 Lusso bermesin naturally aspirated tersebut, tenaga maksimalnya 681 hp pada 8.000 rpm dan torsi 697 Nm pada 5.750 rpm.

Sedangkan GTC4 Lusso T dibekali jantung mekanis V8 3.9-liter twin-turbocharged dengan semburan daya 602 hp pada 7.500 rpm dan dorongan torsinya 760 Nm pada rentang 3.000 – 5.250 rpm. Walaupun tenaganya lebih kecil dari sang kakak yang menggunakan mesin V12 naturally aspirated, torsi pada GTC4 Lusso T jauh lebih besar.

BANK BJB B16 AP SPEED | ISSOM 2018 1ST ROUND - SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT