Home Did You Know? Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control

Tidak sedikit teknologi keamanan pada kendaraan telah dihadirkan produsen mobil buat memenuhi list fitur keselamatan mobil-mobil sekarang. Seperti ABS (anti lock brake system), seat belt airbag, ASC (active stability control), shift hold control dan grade logic control. Sehingga perkembangan teknologi otomotif secara otomatis memberikan efek positif bagi para penggunanya, inilah yang diupayakan oleh para produsen mobil sekarang untuk memuaskan dan memanjakan konsumennya.

Diakhir tahun 2007 sudah pernah diperkenalkan system cruise control kemudian mulai dikembangkan lagi dengan perbedaan yang cukup signifikan dari system cruise control konvensional, yang mana disebut dengan adaptive cruise control (ACC) yang merupakan peningkatan dari system sebelumnya yang hanya mempertahankan kecepatan yang diinginkan.

System cruise control yang sudah dikembangkan ini mampu menyesuaikan kecepatannya secara otomatis berdasarkan keadaan lingkungan sekitarnya. Sederhananya, system ACC akan bekerja jika terdapat mobil di depannya yang bergerak lebih lambat, caranya dengan mengurangi kecepatan untuk menjaga jarak dengan mobil tersebut, dan jika mobil yang di depannya sudah tidak terdekteksi lagi maka system akan mengembalikan ke kecepatan semula.

System adaptive cruise control menggunakan tiga sensor radar untuk memantau mobil yang jalan di depannya yang dapat menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan cara memperlambat mesin atau dengan mengaktifkan rem secara lembut. Tidak seperti cruise control konvensional system ini menggunakan sensor elektronik yang memantau mobil di depannya hingga jarak 120 meter.

1

Dalam system kerjanya, ketika sensor tersebut sudah mendeteksi mobil atau keadaan kecepatan disekitarnya, sensor langsung mengirimkan sinyal informasi ke system cruise control dan langsung menghitung lokasinya, gerakan dan kecepatan relative melalui gelombang radar yang dipantulkan. Segera setelah mendapat perubahan jalur mobil di depan, system langsung mengembalikan ke kecepatan konstan seperti semula.

Sensor ACC mengambil sinyal kecepatan pada driveshaft, kabel speedometer, sensor kecepatan roda maupun di mesin yaitu RPM, tidak terbatas sampai di sini ACC juga mengambil sensor lain di dalam system control chassis seperti ABS dan DSC yang terus menerus mentransfer langsung ke pusat computer on board.

Secara efektif sensor bekerja mengatur kecepatan dan jarak konstannya ketika kendaraan berada di atas 30 km/jam. Jadi pengemudi secara manual dalam mengatur kecepatan sampai melewati titik kerja sensor dan juga menggunakan tombiol switch yang pada kendaraan terbaru saat ini sudah dilengkapi dengan control throttle elektronik dan ACC terintegrasi dengan baik ke dalam system manajemen kendaraan.

Sehingga ACC memberikan efek yang baik untuk pengendara mobil ke depannya dengan kemampuan mempertahankan kecepatan yang melebihi batas dan tentunya membuat perjalanan kita lebih drive able, aman dan nyaman.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)