Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Apakah Industri Mobil Berada di Titik Nadir Kala Wabah Corona?

Sumber: Exone.com

Krisis ekonomi antara tahun 2007-2008 nyaris membuat industri otomotif bertekuk lutut. Lebih dari satu dekade kemudian, produsen otomotif tengah dihadapkan dengan ancaman baru, yakni wabah corona — dimana hal-hal diluar dugaan telah menghentikan rantai produksi, penjualan dan menyebabkan kondisi keuangan berbagai sektor industri terjun bebas. Apakah industri otomotif saat ini berada di titik nadirnya?

Tampaknya mayoritas produsen mobil berusaha untuk bertahan menghadapi pukulan berat kali ini. “Ini lebih menantang, semakin kecil anda dan semakin sedikit sumber daya yang anda miliki. Eksposur ke pasar Eropa adalah risiko saat ini, jatuh lebih dalam di Eropa dan belum ada jalur pemulihan nyata,” tutur Jeff Schuster, Presiden Operasi LMC Otomotif Amerika dan Divisi Prakiraan Kendaraan Global.

Jeff menyebutkan dua merek yang memiliki eksposur berat ke Uni Eropa yakni Jaguar Land Rover dan Aston Martin, keduanya ‘membakar’ uang kas sebelum pandemi menutup pabrik dan memaksa industri terhenti. Aston Martin diharapkan masih bisa mengirimkan pesanan SUV DBX pertama kalinya musim panas ini, dilaporkan kerugian pada kuartal pertama sebesar 146 juta dolar setelah penjualan turun hampir sepertiga. Pendapatan perusahaan turun 9% tahun lalu, sehingga menuntut para eksekutif untuk mencari tambahan pembiayaan ekuitas termasuk suntikan modal 663 juta dolar dari investor dan presiden perusahaan barunya — miliarder Kanada, Lawrence Stroll.

Eksekutif perusahaan mengatakan bisnis sedang ‘di-reset’ tahun ini dan prospek setahun penuh tidak akan lagi diberikan karena ketidakpastian waktu dan dampak pandemi corona terhadap ekonomi global. Belakangan ini, Aston Martin menggantikan Andy Palmer, CEO yang diangkat pada tahun 2014, dengan Tobias Moers, Kepala Eksekutif Mercedes-AMG.

Sumber: namastecar.com

Menurut Bloomberg, Tata Motors India yang menaungi Jaguar Land Rover, dilaporkan telah meminjam lebih dari 1,2 miliar dolar melalui program pinjaman darurat corona Inggris. Tahun lalu, JLR meluncurkan rencana restrukturisasi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan aliran kas.

Michelle Krebs, seorang analis eksekutif Autotrader Group yang berbasis di Detroit, mengatakan bahwa produsen Jepang Nissan Motor Co. berada dalam situasi genting dan kemungkinan menutup pabrik jika penjualan semakin anjlok. Nissan membukukan hasil laba pada Februari lalu, tercatat kuartal keempat 2019 menandai kerugian kuartal pertama perusahaan dalam 11 tahun. Dilansir dari ABC News, juru bicara Nissan belum mengumumkan perubahan terkait rencana produksi untuk Amerika Utara.

“Jika automaker masuk dalam situasi yang lemah selama pandemi, maka akan sulit untuk bertahan atau merangkak keluar dari situ. Pemerintah Jepang kemungkinan akan menjamin para automaker yang jatuh, tetapi automaker AS sebaiknya tidak mengharapkan perlakuan yang sama dari pemerintahan Trump,” jelas Michelle.

“Tidak akan ada dana talangan untuk General Motors atau Ford, mereka memiliki banyak kas. Pula tak seperti sekarang dimana automaker terus memproduksi mobil selama krisis ekonomi. Tidak pernah ada pabrik terbesar di dunia tutup pada situasi yang sama,” imbuhnya.

Beberapa anggota delegasi kongres Michigan, termasuk Debbie Dingell dan Fred Upton, tengah memobilisasi dukungan bipartisan di Capitol Hill untuk paket bantuan dalam upaya mendukung industri otomotif jika penjualan terus merosot. The Washington Post melaporkan bahwa perancang undang-undang mengedarkan draf surat yang berbunyi, “Likuiditas itu menantang, khususnya suplier guna mendukung permintaan dalam beberapa waktu untuk memastikan recovery yang signifikan. Dengan kata lain, menantang para industri melebihi kondisi krisis ekonomi 2008.”

Sumber: Seekingalpha.com

Ford membukukan rugi bersih sebesar 2 miliar dolar antara Januari-Maret akibat pandemi corona, dan memperkirakan rekor kerugian bersih sebesar 5 miliar dolar pada kuartal saat ini. Sementara GM tercatat memperoleh 294 juta dolar pada kuartal pertama meskipun negara lockdown dan penutupan pabrik akan mengurangi pendapatan masa depan. “Kami yakin bahwa kami berada dalam posisi yang benar karena kami telah mengambil tindakan cepat untuk menjaga likuiditas,” ujar Kepala Keuangan GM, Dhivya Suryadevara.

Penjualan mobil AS merosot 47% sejak April tahun lalu. Michelle dan Jeff setuju bahwa April adalah kemungkinan bagian terbawah dan secara bertahap penjualan akan meningkat ketika insentif kendaraan baru terus berlanjut. Kesepakatan nol pembiayaan melonjak ke rekor tertinggi sepanjang catatan di bulan April, menurut panduan belanja mobil online Edmunds, dengan 25,8% pembelian dibiayai dengan 0% dibandingkan 4,7% di bulan Maret dan 3,6% di bulan Februari. Produsen mobil juga memperpanjang jangka waktu keuangan hingga 84 bulan dan menunda pembayaran pertama hingga 90 hari.

“Insentif telah menjadi penyelamat bagi para produsen mobil. Ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat tetapi insentif akan berkurang seiring berjalannya waktu,” kata Jessica Caldwell, Direktur Eksekutif Edmunds. Ia memperkirakan penjualan mobil baru 16,9 juta unit sebelum pandemi melanda. Jumlah itu kini berubah, terutama GM dan Ford hanya bisa mendapatkan keuntungan kecil. “Penjualan cukup kuat selama beberapa tahun kebelakang, sehingga membantu produsen mobil untuk mempertahankan tingkat keuntungan,” imbuhnya.

Jeff mengatakan penjualan yang kuat pada model truk pikap dan respon positif terhadap insentif meyakinkannya untuk merevisi target penjualan per tahun menjadi 13,3 juta unit dibandingkan 12,9 juta. Perkiraan awal penjualan adalah 16,8 juta unit. “Industri secara keseluruhan cukup likuid dan sebagian besar dapat bertahan sampai akhir tahun,” ujarnya.

Sumber: Topspeed.com

Dilansir dari ABC News, Eddie Alterman, Chief Brand Officer dari Hearst Autos, mengatakan kolaborasi antara pabrikan bisa menjadi salah satu solusi dari pandemi, “Anda akan melihat lebih banyak kolaborasi saat biaya hardware terus naik, terutama di bidang kendaraan listrik dan semua jenis aliansi strategis. Industri ini berada pada titik perubahan.”

Produsen mobil di seluruh dunia mulai membuka kembali pabrik pada Mei lalu, meskipun tidak pada tahap produksi penuh. Sebut saja merek premium Bentley Motors, produksi dilanjutkan pada kapasitas 50% dan akan meningkat secara bertahap sebagai bagian dari program aliansi perusahaan Inggris “Come Back Stronger” yang mencakup protokol kebersihan dan social distancing.

Rolls-Royce produsen SUV dan sedan ultra-lux yang berusia 114 tahun, karyawannya juga kembali online tetapi beroperasi dengan satu shift sehari, bukan dua. “Sejalan dengan setiap produsen mobil premium di seluruh dunia, penjualan kami sangat terpengaruh sejak awal pandemi. Namun saya dapat mengkonfirmasi bahwa kami menerima pesanan baru dari para pelanggan terutama di negara-negara yang telah melewati puncak Covid-19,” tutur CEO Rolls-Royce, Torsten Muller-Otvos.

Sumber: Caranddriver.com

Sementara produsen mobil sport Italia, Ferrari memangkas perkiraan penghasilan inti 2020 dan memperpanjang daftar tunggu pesanan menjadi 12 bulan atau lebih. Menurut analisis CEO Louis Camilleri, penjualan pada kuartal kedua akan sangat lemah. Perusahaan masih mengantisipasi laba lebih dari 1 miliar dolar tahun ini.

Michelle menegaskan para produsen mobil pada akhirnya harus membuat keputusan berat dimana harus berinventasi selama masa pandemi karena pendapatan mengering dan permintaan terhadap mobil baru akan semakin merosot jika ekonomi memburuk. “Pandemi akan membawa perubahan permanen pada industri,’ tutupnya.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Uji Coba XPANDER AP4 Memberi Hasil Melebihi Harapan

Cars

Data Hasil Uji coba Mitsubishi XPANDER AP4 Akan Dianalisis Bersama Team Ralliart Selandia Baru

Cars

Uji Coba di Meikarta Memberi Masukan Berharga Bagi Pengembangan Mitsubishi XPANDER AP4

Cars

XPANDER Rally Team Siap Lakukan Uji Coba Perdana Mitsubishi XPANDER AP4

Race Car

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan