Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Bagi kalian yang doyan berkendara seenaknya di jalan umum, peraturan lalu lintas tentu menjadi momok yang amat mengganggu dan seakan nggak ada gunanya. Giliran kena tilang berbagai bentuk reaksi muncul, bahkan ‘ngamuk’ seperti yang seringkali disiarkan di televisi maupun beredar di media sosial. Padahal aturan dibuat untuk keselamatan berlalu lintas. Ibarat angin yang secara fisik nggak terlihat tetapi memiliki konsekuensi yang harus ditaati, yaps itu adalah peraturan lalu lintas. Peraturan berkendara dan tata tertib lalu lintas yang diterapkan diseluruh dunia tentunya memiliki perbedaan antara negara satu dengan negara lainnya.

Disadari atau tidak, volume pengguna jalan raya makin hari kian bertambah. Hal ini berdampak mulai dari menanjaknya tingkat kemacetan hingga terjadinya kecelakaan lalu lintas yang semakin tinggi. Seiring berjalannya waktu, peraturan lalu lintas terus berkembang demi keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Tetapi tahukah anda bagaimana awal sejarah peraturan lalu lintas terbentuk? Berikut ulasannya.

PERATURAN LALU LINTAS PERTAMA

Pada masa 1800-an istilah lalu lintas tak seperti kondisi jaman sekarang, lalu lintas kala itu berarti jalan belum beraspal, tidak ada mobil, tidak ada traffic light, tidak ada rambu lalu lintas, tidak ada tanda jalan bahkan tidak ada polisi lalu lintas. Lalu mengapa muncul peraturan lalu lintas kala itu?

Pada masa Revolusi Industri yang awalnya mulai terjadi di Inggris, jalanan didominasi dengan rel kereta api dan mulai dibanjiri dengan apa yang disebut kendaraan traction-engine alias lokomotif jalan raya. Sebagai transportasi untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain, lokomotif harus melintasi daerah perkotaan dan area berpenduduk, meskipun faktanya kendaraan ini sangat lambat, berisik dan tak mungkin dilewatkan oleh kaum urban.

Sekelompok masyarakat yang merasa tidak berkepentingan terhadap hal ini akhirnya memberi kecaman bahkan dari para penunggang kuda. Lantas Parlemen Inggris merancang apa yang disebut sebagai Locomotive on Highways Act atau sebut saja aturan perundangan tahun 1861. Ketentuan perundangan terdengar sedikit aneh karena beberapa hal telah kehilangan signifikansinya dari waktu ke waktu namun sebagian diadopsi sebagai peraturan lalu lintas saat ini.

Undang-undang yang sedikit aneh tersebut misalnya, menyatakan bahwa berat kendaraan paling tidak 12 ton dengan batas kecepatan 10 mph. Tahun 1865, undang-undang ini direvisi dan diubah menjadi UU Locomotive Act atau Red Flag Act. Diwajibkan bahwa kendaraan bermotor terlepas dari kemana tujuannya, harus didahului oleh orang yang membawa bendera merah saat melintasi jalan raya. Warga Inggris menggunakan istilah jalan raya untuk semua jenis jalan termasuk jalan kendaraan maupun jalan setapak.

Batas kecepatan dikurangi menjadi 4 mph berlaku di daerah non-urban dan 2 mph di perkotaan. Tetapi aturan paling penting adalah persyaratan untuk mengajak serta setidaknya tiga orang untuk mengoperasikan kendaraan — satu untuk mengemudi, satu membawa bendera merah dan lentera, dan satu lagi seorang stoker (seseorang yang memasukkan bahan bakar seperti batu bara atau kokas ke dalam tungku ketel uap).

Satu orang pembawa bendera digunakan untuk dua tujuan yakni memperlambat laju kendaraan berkecepatan layaknya orang berjalan, dan memperingatkan para pejalan kaki dan penunggang kuda yang ada disekitaran kendaraan.

Tahun 1896 aturan ini direvisi, menghilangkan kewajiban terhadap tiga orang kru dalam satu kendaraan dan meningkatkan batas kecepatan hingga 14 mph, serta yang tak kalah penting menetapkan kategori lokomotif ringan, kini yang kita ketahui sebagai kelas dibawah 3 ton. Untuk merayakan undang-undang tersebut, sang pelopor Harry Lawson, membuat London to Brighton Run, yang kini merupakan sebuah ajang otomotif tertua di dunia.

PLAT NOMOR & LISENSI MENGEMUDI PERTAMA

Ketika jumlah kendaraan terus meningkat, begitu pula kebutuhan pihak berwenang untuk melacak kendaraan beserta pemiliknya. Negara pertama yang menggunakannya adalah Perancis tahun 1893. Tetapi negara yang membentuk keseluruhan sistem adalah Belanda, yang bertanggung jawab atas sistem perizinan nasional pertama. Disebut izin mengemudi, menggunakan sistem angka.

Sementara di AS, New York adalah kota pertama yang mewajibkan penggunaan plat nomor tahun 1901. Plat nomor tidak dirilis oleh pemerintah tetapi dibuat oleh pemilik kendaraan. Dua tahun kemudian, Massachusetts mengeluarkan plat nomor pertama yang dikeluarkan oleh negara bagian AS.

Hingga tahun 1900-an hampir setiap undang-undang menetapkan batas dan persyaratan untuk kendaraan itu sendiri. Di Inggris, kebiasaan memiliki plat nomor mengubah hukum tahun 1904, ketika perundangan Motor Car Act diadopsi. Untuk pertama kalinya istilah reckless driving alias mengemudi ugal-ugalan diperkenalkan, menyatakan hukuman bagi pihak yang bersalah. Jika pengemudi tidak memajang plat nomor mobilnya, maka akan dinyatakan bersalah atas pelanggaran.

Tahun 1910-an juga untuk pertama kalinya diwajibkan lisensi mengemudi atau yang kini kita ketahui sebagai SIM. Sayangnya tidak ada ujian yang harus ditempuh dan lisensi diperoleh hanya dengan membayar 5 shilling dan mengisi formulir.

TRAFFIC LIGHT PERTAMA

Inggris merupakan negara pertama yang memperkenalkan lampu lalu lintas, awalnya dikreditkan dengan tanda dua warna — merah dan hijau, yang terpasang didepan Parlemen Inggris. Kala itu belum menggunakan daya listrik melainkan gas dan diaktifkan secara manual. Setelah aktif sebulan penuh, lampu lintas meledak dan sejak itu tidak pernah digunakan lagi.

Dari situ muncul gagasan, Lester Wire, pria berdarah AS, menciptakan traffic light listrik merah-hijau tahun 1912. Tahun 1914 traffic light ciptaannya pertama kali dipasang di sudut East 105th Street dan Euclid Avenue di Cleveland, Ohio. Sementara lampu tiga warna berevolusi tahun 1920 di tangan William Potts.

Traffic light yang terkoneksi bersamaan pertama kali dilakukan di Salt Lake City tahun 1917, ketika lalu lintas enam persimpangan dikendalikan dengan sebuah saklar. Traffic light otomatis muncul pada tahun 1922 di Houston. Lima tahun kemudian, sejumlah negara mengaplikasikan traffic light, termasuk Inggris dengan lampu pertamanya di Wolverhampton.

SISTEM RAMBU LALU LINTAS PERTAMA

Rambu lalu lintas telah digunakan selama ribuan tahun silam, meskipun memakai media dalam bentuk bongkahan batu atau dinding bukit batu yang menandai jarak ke pusat kota. Tetapi rambu hanya bersifat memberi informasi, bukan menuntun para pengguna jalan.

Memasuki era modern, rambu lalu lintas pertama telah dibuat tahun 1895 oleh Italian Touring Club, tetapi hanya sedikit yang mengetahui ketentuannya. Dan tahun 1909, sembilan negara Eropa sepakat menggunakan simbol yang sama untuk mengindikasikan atribut jalan seperti gundukan, kurva, atau persimpangan. Sistem rambu lalu lintas digunakan secara utuh dan lengkap sejak tahun 1950-an hingga hari ini. Sementara di AS, adopsi sistem internasional dimulai tahun 1960-an, sejak itu AS menggunakan sistem simbol sendiri.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Penjelasan Lengkap Tentang Fungsi Catalytic Converter

Did You Know?

Cara Mudah Menghilangkan Bau Rokok Pada Mobil

Did You Know?

Cara Mudah Agar Mobil Anda Tidak Bisa Di Maling

Did You Know?

Volvo Perintis Seatbelt Modern 3-titik

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan