Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Begini Fungsi & Cara Kerja Fitur Overdrive

Anda tentu tak asing dengan fitur satu ini dimana biasanya ditampilkan berupa tombol atau tuas. Letaknya boleh dibilang sedikit tersembunyi namun menyimpan ‘sihir’ sumber tenaga yang ketika diaktifkan kendaraan akan semakin ‘ngacir’– yaps, betul sekali fitur yang dimaksud adalah overdrive atau disingkat O/D. Tanpa panjang lebar, berikut ulasannnya.

Apa itu overdrive & bagaimana cara kerjanya?
Dengan kalimat yang sederhana, secara teknis overdrive adalah transmisi yang memiliki output shaft speed yang lebih cepat ketimbang input rotasi speed dari input shaft yang berasal dari mesin. Artinya, torsi secara efektif berlipat ganda sehingga menciptakan pengalaman berkendara yang lebih mudah.

Dimana ada overdrive, pasti ada ‘underdrive’ yang berarti kebalikannya — mesin berputar lebih cepat daripada rotasi yang dihasilkan output shaft. Ini terjadi di gigi terendah dan biasanya sampai gigi ketiga untuk berakselerasi sebelum cruise gear digunakan.


Anda boleh saja mengaitkan overdrive dengan mobil klasik, terutama yang memiliki gigi empat maju. Ini karena gigi teratas pada sebagian besar mobil kala itu memiliki rasio gear 1:1, artinya bahwa mobil yang dibekali mesin ‘high-speed’ tergolong boros bahan bakar dan mesin yang sedikit bising ketika melaju di jalur bebas hambatan. Sebagaimana rasio gear adalah kecepatan input shaft terhadap output shaft yang menentukan perbedaan drive setelah tenaga dikirim melalui transmisi, jadi rasio 1:1 dikenal sebagai “direct drive” karena tidak ada diferensial dalam rotasi di transmisi.

Lantas untuk mengatasi laju (cruise) rasio 1:1 yang tidak efisien ini, para insinyur memutuskan bahwa akan lebih mudah jika membuat unit gear tambahan di bagian belakang girboks, tepatnya sebelum propeller shaft/ kopel. Namun mendesain ulang seluruh transmisi dengan ekstra roda gigi tentu akan jauh lebih mahal dan memakan waktu, sehingga lahirlah unit overdrive.


Secara mekanikal, overdrive adalah sistem pengurangan gigi yang terdiri dari kombinasi antara sun gear, planetary gear, dan ring gear. Saat tidak digunakan, overdrive memungkinkan “direct drive” bergerak dengan sun gear yang mengitari ring gear. Jika overdrive diaktifkan, sun gear tetap pada tempatnya dan planetary gear bergerak merotasi ring gear. Yaps, unit gear dapat beradaptasi dengan kecepatan yang lebih tinggi tanpa frictional loss.


Ini terjadi karena planetary gear memiliki lebih banyak gigi ketimbang sun gear, sehingga pergerakan ring gear lebih banyak dalam satu putaran. Dengan kata lain, planetary gear dapat merotasi ring gear 1:2 kali dibandingkan hanya dengan satu putaran pada direct drive, output shaft akan bergerak 20 persen lebih banyak dari biasanya. Jadi unit gear tersebut akan beroperasi pada RPM yang rendah untuk menghasilkan kecepatan tertentu saat melaju dan mengurangi tekanan pada mesin.

Pada umumnya sistem overdrive digerakkan dengan tautan mekanis atau solenoid elektrik seperti tuas atau tombol pada tongkat shifter maupun dasbor. Meski dapat digunakan untuk setiap gigi maju, sebaiknya sistem ini tetap terkunci hingga pindah gigi ketiga atau keempat untuk menghindari mesin ‘terseret’ setelah pergantian gigi.

Penambahan sistem overdrive ke transmisi, popularitasnya mulai menurun ketika teknologi transmisi berkembang menjadi lima dan enam-percepatan. Tentu saja adanya tambahan gigi berarti memiliki rasio lebih tinggi dari 1:1 dimana menciptakan fitur overdrive yang dibutuhkan untuk melaju (cruising) dan berkendara di jalan raya. Kemudian berkembang lagi menjadi 10 atau 11 gigi maju, yang semuanya dapat dikombinasikan untuk menghasilkan angka konsumsi bahan bakar yang cukup bagus.


Kapan anda harus menggunakan O/D?
Overdrive pada dasarnya hanya digunakan saat anda melakukan perjalanan jarak jauh dengan kecepatan tinggi misalnya di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Namun ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam menggunakan O/D selama berkendara, yakni:
– Ketika anda mengemudi mobil matic diatas kecepatan 60 mph (50 mph untuk mobil tua), pastinya RPM dan tekanan mesin mulai naik — disaat itulah anda sebaiknya mengaktifkan O/D untuk menghilangkan tekanan pada mesin dan menurunkan RPM. Overdrive memperpanjang usia mesin dan drivetrain mobil anda jika anda menerapkannya dengan bijak.
– Wajar jika anda banyak bermain rem saat menuruni bukit atau terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Mengemudi di turunan yang curam mengharuskan anda untuk terus menginjak pedal rem, sedangkan lalu lintas yang panjang mengharuskan anda bermain pedal rem atau pedal gas secara mendadak. Jika anda menggunakan O/D dalam situasi semacam ini akan membuat RPM sedikit di atas idle tanpa ‘menyiksa’ sistem pengereman dan mesin.


Kapan anda tidak perlu menggunakan O/D?
Anda tidak perlu menggunakan overdrive ketika anda mengemudi dalam situasi apapun yang membutuhkan torsi tinggi. Bahkan jika anda melaju secara konsisten dengan kecepatan tinggi, overdrive justru menjadi penghalang saat anda mendaki bukit curam, offroad, atau saat menyalip kendaraan lain. Sementara dalam kondisi kecepatan di bawah 50 mph atau berkendara di dalam kota, jangan gunakan overdrive karena kecepatannya cenderung tidak konsisten.

Sekali lagi perlu ditegaskan, pada umumnya teknologi overdrive hanya digunakan untuk kebutuhan jelajah (cruise), karena dalam situasi seperti itulah overdrive dapat bekerja dengan optimal.


O/D pada manual VS otomatis
Overdrive pada mobil manual dan otomatis memiliki fungsi yang sama dan beroperasi sama persis. Toh, pada dasarnya overdrive merupakan gigi yang memiliki rasio terendah. Letak perbedaannya adalah, pada mobil manual anda lebih fleksibel kapan harus mengaktifkan atau menonaktifkan O/D seperti halnya anda memindah gigi, sementara pada mobil matic O/D diaktifkan oleh ECU. Sejumlah mobil matic juga dilengkapi dengan tombol overdrive terpisah untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, namun keputusan akhir tetap dari ECU.

Pada mobil manual, gigi teratas pada sebuah transmisi juga disebut gigi overdrive karena memiliki rasio gigi terendah. Sebagian besar mobil saat ini memiliki lima gigi dan sisanya rata-rata memiliki enam atau tujuh gigi maju. Misalnya Mustang yang dibekali lima percepatan, berarti gigi kelima adalah gigi overdrive.

Intinya, semakin banyak jumlah roda gigi pada transmisi, semakin rendah rasio gigi — yang berarti lebih hemat bahan bakar. Itulah sebabnya truk dibekali sembilan hingga empat belas percepatan karena mengandalkan gigi teratas untuk efisiensi bahan bakar.

Kerusakan karena penggunaan O/D yang tidak tepat
Mengaktifkan overdrive pada mobil otomatis berarti memanfaatkan seluruh jangkauan dari transmisi, selain itu juga membantu optimalisasi usia transmisi serta meningkatkan efisiensi bahan bakar. Namun jika kerusakan disebabkan human error atau penggunaan yang tidak tepat seperti menarik trailer, melibas tanjakan, menyalip, dan melaju kurang dari 50 mph, itu akan menyebabkan kerusakan dini pada transmisi. Alhasil transmisi menjadi sangat panas atau terbakar, perbaikannya pun merogoh kocek yang tak sedikit.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-2)

Did You Know?

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-1)

Headline

Deretan Mobil Ford di Film Hollywood

Did You Know?

H. Rihan Variza: Jogja Sprint Rally Jadi Ajang Pemanasan Muara Bungo

Racers

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan