Connect with us

Subscribe

Headline

Dampak Corona, Dealer Mobil ‘Genjot’ Penjualan Online

sumber: mtvuutiset.fi

Pengen beli makanan? Aksesoris handphone? Barang elektronik? Atau pakaian? Gampang! Jaman sekarang konsumen dapat membeli segala kebutuhan secara online melalui beragam platform marketplace, tinggal klik transfer langsung kirim, belum lagi dimudahkan dengan penyedia jasa pengiriman online. Nah, perusahaan mobil perlahan-lahan mulai melakukan pendekatan ke pelanggan dengan cara yang sama yakni penjualan secara online.

Proses transaksi jual-beli mobil telah merevolusi cara pelanggan dalam membeli mobil dan melakukan pembayaran, semuanya melalui aplikasi online. Selain itu, pelanggan menjadi lebih tidak traumatis dari segi pelayanan dan jauh lebih nyaman, meskipun mungkin bagi sebagian orang akan lebih puas jika membeli langsung ke dealer.

Sebuah studi dari Frost & Sullivan memperkirakan bahwa hampir 825.000 kendaraan baru terjual melalui online secara global pada tahun 2019, baik melalui pembayaran online atau sisa pembayaran secara online. Tahun 2025, diperkirakan 6 juta kendaraan akan dijual melalui platform digital. Penggerak industri eCommerce mendorong penjualan kendaraan online di Cina, sementara Tesla masih memimpin penjualan online di Eropa dan Amerika Utara, Renault memimpin di Amerika Selatan dan Hyundai memulai pemesanan online di India.

Lantas karena dampak dari pandemi corona, beberapa dealer menggunakan kesempatan ini dengan menggenjot penjualan secara online meskipun beberapa dari mereka sedikit lebih beruntung dapat melakukan transaksi langsung di dealer. Sebut saja salah satunya Salvadore Auto Group yang tetap membuka dealernya di Massachusetts selama pandemi corona. Dealer yang menawarkan produk dari Chevrolet dan Fiat Chyrsler ini membuka tokonya dengan appointment alias janji bertemu, sehingga memungkinkan untuk tetap menjual kendaraan. Tak seperti dealer-dealer di Michigan yang dipaksa tutup akibat virus corona dan mengharuskan #stayathome.

“Kami melakukannya dengan sangat baik dengan appointment. Para pelanggan melihat apa yang kita miliki melalui online dan kemudian menelepon kami untuk janjian. Cara ini berhasil,” kata Angelo Salvadore pemilik Salvadore Auto Group, dilansir dari CNBC.

sumber: detroitnews.com

Sebelum wabah corona merajalela, J.D. Power memperkirakan penjualan kendaraan retail Amerika Serikat mencapai 80 persen. Dealer seperti Salvadore dipaksa untuk mencari cara baru dalam menjual kendaraan ditengah pandemi, mereka lebih mengandalkan situs web dan appointment.

Sementara dealer yang lebih besar seperti Sonic Automotive juga mencakup penjualan online. “Kami masih terus berusaha dengan pasar yang kami miliki. Kami dapat melakukan penjualan virtual online dan pengiriman tanpa kontak langsung baik dalam servis maupun penjualan,” CEO Sonic Automotive, David Smith mengatakan kepada CNBC. Perusahaan yang berbasis di Charlotte, North Carolina, dapat melakukan sebagian besar proses penjualan online jika pelanggan menginginkannya. Sonic Automotive adalah retailer mobil terbesar kelima di AS dan mengoperasikan lebih dari 100 toko yang menawarkan 25 merek yang berasal lebih dari selusin negara.

Adapun setiap negara memiliki aturan yang berbeda terkait pandemi, sebagian besar  dealer diizinkan untuk membuka servis tetapi tidak dapat menjual kendaraan karena adanya social distancing di showroom mereka. Meskipun showroom ditutup, mereka masih dapat menjual kendaraan secara online.

Menurut J.D. Power melaporkan bahwa 24 negara bagian yang menyumbang 44 persen dari penjualan ritel tahun 2019, memungkinkan operasi penjualan dealer tetap terbuka. Sementara di tahun yang sama, 26 negara bagian lainnya yang mewakili 56 persen penjualan telah membatasi penjualan sepenuhnya atau hanya mengizinkan penjualan online atau jarak jauh.

sumber: tesla.com

 

Tren penjualan online

Jauh sebelum tren penjualan mobil online makin gencar setahun terakhir, apalagi dengan adanya wabah corona — Tesla dan Carvana, sebuah perusahaan penjualan mobil bekas online, telah menjual kendaraan secara online selama bertahun-tahun. Ritel mobil di AS pada dasarnya menggunakan internet sebagai alat untuk menarik orang ke dealer, bukan untuk menjual kendaraan.

Sebagian orang berpendapat bahwa penjualan online dianggap sebagai sebuah ancaman bagi showroom mereka, namun adanya wabah corona mengubah itu semua. Saat ini sejumlah produsen mobil meluncurkan aplikasi penjualan online baru atau meningkatkan program untuk dealer, karena mereka melihat penjualan online sebagai satu-satunya peluang untuk bertahan selama pandemi. Misalnya, Fiat Chrysler meluncurkan program penjualan online belakangan ini yang memungkinkan sebagian pelanggan membeli secara online. Seperti halnya Carvana dan Tesla, kendaraan yang dibeli dapat dikirim ke rumah mereka tanpa sekalipun mereka menginjakkan kaki di dealer.

“Meskipun anda tinggal di rumah, sama sekali tidak ada alasan anda tidak bisa berbelanja online, apakah itu melalui Amazon atau ritel online lainnya. Kami pun ingin berproses hal yang sama sehingga pelanggan kami dapat melakukannya juga,” ucap Mark Stewart, Chief Operating Officer Fiat Chrysler. Mark yang sebelumnya bekerja di Amazon mengatakan bahwa perusahaan berharap sekitar 50 persen dari 2.650 dealer di AS menggunakan media online untuk sejumlah besar penjualan hingga beberapa bulan mendatang. “Ini benar-benar momentum besar bagi kami,” imbuhnya.

Produsen lain seperti Porsche telah mengumumkan insentif tambahan bagi dealer untuk melakukan penjualan digital. Sementara itu, General Motor juga meningkatkan program penjualan online melalui “Shop, Click, Drive” yang diluncurkan sejak 2013.

sumber: abc27.com

 

Prosedur pengiriman

Kebanyakan dealer dan perusahaan seperti Tesla dan Carvana menawarkan opsi yang disebut “touchless delivery” alias pengiriman tanpa sentuhan. Setiap perusahaan memiliki teknik bervariasi, tetapi sebuah kendaraan dapat dikirimkan ke rumah pelanggan tanpa interaksi langsung dengan karyawan.

Misalnya, Carvana, seorang karyawannya membongkar muatan mobil di jalan masuk rumah pelanggan, membersihkan roda kemudi dan kunci dengan disinfektan lalu meninggalkan dokumen di kursi penumpang agar mudah terlihat oleh pelanggan dan ditandatangani. Kemudian mereka akan memanggil pelanggan dari mobil pengangkut jika ada hal yang dipertanyakan. Setelah urusan dokumen selesai, pelanggan dapat meninggalkannya di kotak surat atau tempat lain untuk diambil.

sumber: abc27.com

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas tertinggi selama masa ketidakpastian ini. Salah satu nilai perusahaan kami adalah ‘Kita hadapi bersama’ dan upaya kolektif kami adalah memegang nilai itu dalam kehidupan,” ujar Ryan Keeton, Co-founder dan Chief Brand Officer Carvana, dilansir dari CNBC.

Sekitar bulan lalu, Autotrader Cox Automotive juga meluncurkan program baru yang disebut “Dealer Home Services,” yang menyediakan tur virtual, test-drive di rumah dan touchless delivery. Pihak terkait melaporkan lebih dari 7.000 dealer telah mendaftar untuk program ini.

David Smith mengatakan meskipun Sonic Automotive dan dealer lainnya merangkul alat penjualan online, mayoritas pelanggannya tetap ingin mengunjungi dealer untuk melihat mobil secara langsung. “Bagi kebanyakan orang ini merupakan pembelian besar, tak seperti pergi ke toko kelontong. Kebanyakan orang lebih suka melihat dan memilih langsung,” ujarnya.

sumber: .freemanhyundai.com

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Lawan Corona! Pabrik Mobil Berpacu Produksi Alat Medis

Did You Know?

Mitsubishi eK X dan eK Wagon Raih Poin tertinggi uji JNCAP

Cars

Deretan Mercedes-Benz Terfavorit Pilihan Jurnalis Otomotif

Cars

Dyandra Siap Menyelenggarakan Event Hibrida di Era New Normal

Event

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan