Home Event Drift Do or Die !!! Ikhsan Utama – Pertamax Motorsport IIMS Super Drift...

Do or Die !!! Ikhsan Utama – Pertamax Motorsport IIMS Super Drift (part 2 – win)

Setelah saya memastikan ikut Pertamax Motorsport IIMS Super Drift 2017, pada 6 Mei pukul 06.00 setelah mengantri WC untuk mandi bersama para kuli IIMS saya bersiap-siap untuk morning briefing tentang layout track, juri dan penilaian. Pukul 10.30 bagian latihan untuk kelas Pro, karena antrian line up yang cukup panjang dan banyak peserta yang tidak bisa mengantri alias saling menyerobot saya hanya mendapatkan 3 kali run untuk latihan, dan saya pun merasa ada yang aneh dengan tenaga mesin dan timbul asap pada bagian header.

Setelah melakukan latihan saya langsung mengecek asap tersebut, cukup lama untuk mencari sumbernya karena hampir tidak terlihat dan ternyata jalur oli turbo ada yang pecah sangat kecil sekali tidak terlihat tapi olinya berceceran di downpipe waktu tinggal 15 menit lagi sebelum kualifikasi. Pertaruhan yang harus saya ambil, untungnya AHT GARAGE mempunyai ukuran selang yang sama tetapi saya harus merubah fitting jalur oli yang memakan waktu karena sendirian saya pun buru-buru untuk menyelesaikannya, tinggal sisa 5 menit sebelum kualifikasi dirasa semua aman saya langsung memakai baju balap dan menuju starting line.

Badan pun masih lemas dan nafas tidak terkendali karena pengerjaan mobil saya berusaha sefokus mungkin untuk mengikuti kuaifikasi, pada run 1 ketika menuju finish line tiba-tiba mobil tidak bisa di gas. Mobil tidak bisa drifting hingga finish line sehingga juri menghitung itu adalah abort run alias NOL BESAR. Saat mobil menggelinding ke service area saya berfikir keras apa yang terjadi, diagnosa saya kabel gas copot dan ternyata benar!! Saya meminta waktu kepada panitia untuk melakukan perbaikan sebelum run berikutnya mereka pun memberikan waktu, dan akhirnya saya bisa melakukan RUN 2 dan RUN 3 tanpa kendala.

Selesai kualifikasi saya pun mengistirahatkan badan dan mata sembari menunggu hasil kualifikasi tetapi hasil kualifikasi baru akan di beri tahu keesokan harinya dan langsung dilakukan latihan tandem malam harinya, karena kondisi hujan saya pun hanya melakukan 3 run karena saya merasa besok hari akan cerah dan tidak bisa belajar banyak pada saat malam jadi percuma saya habiskan ban dan bensin mending untuk fight besok.

7 Mei is tandem battle day!! Yup inilah yang paling di tunggu-tunggu puncak dari seluruh acara pada pagi hari diumumkan hasil kualifikasi dan ternyata saya diurutan ke 11 sedikit kecewa tapi inilah balap kita harus terima apapun keputusannya!! Pada saat yang bersamaan pun saya merasakan adanya perbedaan dengan atmosfir drifting kali ini. Dimana team-team besar mulai menjaga jarak semua tidak lagi seperti dulu yang akrab berbaur dan tidak fun lagi karena semua sudah sangat serius tidak ada lagi kekeluargaan seperti dulu!

Tandem battle pun di mulai, pada best 32 saya melawan drifter dari bandung menggunakan toyota cressida 1uz, dilihat mobil dia terdapat kendala missfire saya pun menghampirinya dan mencoba melihat apakan saya bisa membantu agar dia bisa kompetitif walaupun dia lawan saya akan tetap membantu agar pertandingan fair!! Bukan seperti pengecut yang membiarkan lawnanya terseok-seok!! Setelah dianalisa dia mempunyai masalah dengan igniternya saya pun menanyakan apakah dia bawa spare atau pengganti yang bisa di pinjam? Tetapi dia tidak ada sama sekali saya pun tidak bisa membantu lebih banyak lagi karena saya pun tidak punya sparepartnya kami pun berjabat tangan dan tandem pun di mulai. Benar saja mobil dia tidak bisa di gas dan DNF saya pun naik ke best 16.

Sembari menunggu best 16 saya pun melihat tim besar melayangkan protes ke lawannya terlihat mereka tidak terima atau apalah, saya menanyakan apa yang terjadi, menurut cerita dia tidak terima karena lawan melakukan trick pada saat leading, WTF!! Saya pun langsung merasa aneh drifting tidak fun lagi seperti dulu semua-semua di protes tidak terima atau apalah, menurut saya tugas dari chase car adalah mengikuti mobil depan jadi dia mau slow atau trick atau apapun, you just play with it!! Karena drifting itu adalah presisi menyetir, jadi kalau ada trick ya ikuti saja kenapa jadi masalah, kalau kalah ya berarti tidak siap, tidak sabar, tidak punya strategi!! Dan tidak menerima kekalahan? Itu bukanlah atlit!

Best 16 saya pun melawan Zharfan Rahmadi dari ZRmotorsport (QTT ke 6), yup satu team rasa segan pun melanda saya karena dia banyak membantu saya untuk ikut event ini tetapi dia mengatakan “kita fight saja lihat apa yang terjadi”. So green light alias lampu hijau tidak ada team order, pada run pertama saya sebagai chase car saya mencoba mendekat pada outer zone pertama dan ternyata terlalu dekat hingga saya menyentuh bagian belakang mobil dia. Zharfan pun pembalap yang sportif dia tidak pura-pura spin atau apapun dia tetap mengendalikan mobilnya sebisa dia sehingga membuat saya push lagi hingga finsih line.

Pada saat run ke 2 saya menjadi lead car Zharfan sangat menempel ketat dengan saya tetapi menuju outer zone ke 3 mobil dia terlalu dekat dan menyetuh mobil saya, karena dia bermain sportif pada run 1 saya pun mencoba sebisa saya untuk terus melakukan drifting tetapi pada saat swicthing mobil Zharfan masih menempel ketat dan saya pun tidak ada ruang untuk manuver alhasil saya off track dan melintir. Saya pun langsung meminta maaf kepada dia. Ternyata juri pun memutuskan saya untuk lanjut ke best 8 karena insiden tersebut. Padahal saya berharap untuk seri dan diulang.

Best 8 melawan Drifter kaliber Dika CH dari Intersport Racing team, pembalap veteran dan bernama besar ini membuat saya sedikit pesimis karena jam terbang dan mobil yang jauh diatas saya. Pada run pertama saya menjadi lead car karena hasil kualifikasi yang lebih tinggi dari dia, Dika CH menempel habis-habisan saya pun hanya bisa pasrah. Tetapi pada saat menuju starting line untuk run ke 2 mobil dia merapat kepinggir dan membuka kap mesin, mekanik dia pun berbondong-bondong mendatangi mobil dia. Saya pun turun dan menanyakan apa yang terjadi, ternyata Fan belt dia putus mengakibatkan power steering dia tidak bekerja, saya pun menanyakan apa dia punya spare dan ternyata dia punya saya pun memberikan waktu extra agar mobil dia dikerjakan tidak terburu-buru. Saya menyuruh dia untuk relax. Selagi menuggu dia siap saya di mobil standby pada saat mobil dia selesai saya mendengar suara fanbelt yang tidak wajar, menanyakan Dika bahwa waktu masih ada dan perbaiki lagi dia menolak dan langsung mengajak untuk start, karena saya merasa mobil Dika tidak sehat saya sebagai chase car sedikit menjaga jarak takut terjadi crash.

Namun saya merasa mobil dia sangat kencang dan saya semakin tertinggal, menuju inner cliping zone terakhir saya mencoba mengejar semaksimal mungkin dan semakin mendekat, tetapi ternyata dia SPIN dan saya pun tidak bisa mengelak crash pun terjadi, pintu sebelah kiri saya rusak dan penyok kedalam, sedangkan mobil dia bagian depan hancur, saya turun dan menanyakan kondisi dia apakan aman? Lalu mengecek mobil dia tidak ada kebocoran radiator atau oil cooler saya pun merapihkan bumper dia dan menaruhnya di bagasi mobil dia, juri meyatakan saya lanjut ke best 4. Tanpa banyak basa basi salah langsung ke pit dan mendogkrak mobil untuk mengecek apakan tabrakan tadi berpengaruh pada bagian kaki-kaki dan lainnya saya hanya fokus dibagian itu dan ternyata ada yang terlewat!!

 

Best 4 inilah ujian terbesar melawan Amandio dari Intersport Racing team, lawan sekaligus kawan tidak tahu kenapa, bila melawan dia saya sangat senang dan tidak ada pressure sama sekali karena untuk bertemu dia saya harus melewati bracket tandem yang berat dan setiap kali berjumpa pun seperti itu. Dan masuk dalam best 4 adalah target saya mengikuti IIMS.

Pada saat start menuju tikungan pertama saya melihat pintu kiri saya bergetar dan tiba-tiba terbuka!!! Saya lupa mengecek kondisi pintu saya karena dilihat kondisi yang sudah seperti kerupuk saya pikir tidak akan bisa terbuka tapi nasib berkata lain, dalam regulasi drifting, jika pintu, bagasi, kap mesin bila terbuka akan mendapatkan NOL BESAR. Saya pun pasrah dan bermain all out kepada dio, dan akhirnya saya pun kalah, well masih ada perebutan juara 3

Semi final alias perbutan juara 3 saya bertemu dengan Rocca dari GT Radial Motul Drift team, pembalap muda dan baru tetapi sangat berbahaya, karena baru pertama kali tandem dengan dia di 2016 saya pun masih buta dengan karakter dia saya extra hati-hati dan benar-benar fokus. Pada run pertama saya sebagai lead car sangat fokus dengan line saya dan tidak melihat mobil lawan, tetapi saya merasa ada yang aneh serasa mobil liar tetapi tidak saya hiraukan.

Pada run ke dua saya sebagai chase car saya benar-benar fokus dengan karater dia membawa mobil, kuping saya sangat fokus apakah dia menekan gas atau kopling atau hanya sliding saya ikuti semua permainannya, dan mata saya selalu fokus dengan pergerakan ban depan dia, line mana yang akan diambil olehnya so benar-benar fokus karena masih buta. Setelah selesai juri mengatakan akan diumumkan di podium, sedangkan partai final sangat di sayangkan mobil Demas Agil tidak bisa start padahal akan jadi penutup yang manis melihat mereka bersaing kembali memperebutkan juara 1.

Menunggu hasil yang di umumkan saya sangat merasa bangga karena berhasil menembus 4 besar walaupun orang-orang melihat biasa saja tapi saya sudah sangat senang sekali untuk diri saya, senyum-senyum dan tertawa merasa sangat puas padahal belum tahu apakan podium atau tidakm tapi saya sudah ikhlas apapun yang terjadi dengan kondisi saya seperti ini ya hanya orang gila, tidak punya manager, mekanik, spotter dll hanya saya, saya, dan saya!!!!

Ketika diumumkan saya yang mendapatkan juara 3 tidak terbendungkan rasa bahagia saya, langsung naik keatas mobil dan berteriak sekencang-kencangnya padahal bukan juara 1 tetapi juara 3 orang-orang terlihat bingung kenapa saya seperti itu juara umum aja gak!! Tapi saya sudah puas sangaat puas. Pada saat ke podium saya menengok kiri ada Amandio juara 1, Demas Agil juara 2, dan saya..

Sekilas pun terharu, dulu tepatnya 4 tahun yang lalu saya masih menjadi montir hanya bisa melihat kedua orang itu dari bawah kenal pun tidak karena status saya yang hanya sebagai montir selalu berharap bisa seperti mereka, dan Alhamdulilah doa itu terkabul walaupun harus jatuh bangun dan menunggu bertahun-tahun, saya bisa bersama mereka dengan bangga diatas podium walaupun tidak juara tapi saya sudah merasa semua cita-cita saya tercapai, sekilas ingat pada saat awal drifting Demas Agil lah yang mengajari saya bagaimana kita harus komitmen melakukan drifting di tikungan pertama, dan Amandio juga turut mengajarkan teknik-teknik dalam drifting, sekarang saya bisa bersama mereka diatas podium di salah satu event terbesar di Indonesia.

Melawan team-team besar? Mungkin banyak yang tidak menganggap saya tapi ‘bodo amat’ dengan mereka!! Dan saya pun merasa bangga 3 kali mengikuti ajang yang diadakan bertepatan dengan IIMS, saya berhasil meraih 2 kali podium apalagi yang saya butuhkan semua sudah tercapai.. DO OR DIE, lebih baik mati dalam mencoba sesuatu daripada hidup tapi tidak pernah mencoba!!

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)