Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 1

BMW adalah salah satu produsen mobil terkemuka asal Jerman dan salah satu merek paling berharga di dunia dengan nilai 25,6 miliar dolar pada 2017, sementara 2018 tercatat bahwa lebih dari 2,1 juta unit terjual. Terlepas dari jejak sejarah yang dimulai pada awal abad ke-20 dan sejumlah besar model yang terjual, ternyata banyak yang masih ragu tentang asal usul dibalik logo BMW yang selama ini beredar. Bersamaan dengan kidney grilles, emblem melingkar yang menampilkan outline hitam dan area tengah yang terbagi menjadi empat bagian — dua putih dan dua biru, adalah bagian dari identitas BMW.

Tetapi apa representasi dari logo ini? Apakah berkaitan dengan bidang aviasi BMW atau bendera wilayah Bavaria? Sementara itu banyak orang yakin logo BMW adalah baling-baling pesawat, namun faktanya sedikit berbeda. Simak terus untuk mengetahui apa yang sebenarnya tersembunyi dibalik logo tersebut.

Sumber: BMW.com

 

1917 – LOGO BMW PERTAMA

Berbicara tentang logo BMW pertama berarti membahas tentang sejarahnya. Merunut jejaknya, nama BMW yang merupakan singkatan dari Bayerische Motoren Werke atau Bavarian Motor Works berdiri pada 1917, setahun sebelum akhir PD I. Akarnya berasal dari nama perusahaan mesin pesawat Rapp Motorenwerke yang didirikan oleh Karl Rapp selama 1913-1917, dimana terletak di Munich, ibu kota Negara Bagian Bavaria di Jerman selatan. Perusahaan Rapp awalnya kurang menonjol di tahun awal berdiri karena mesin buatan Rapp berada dibawah lisensi Daimler atau NAG di Jerman.

Versi modifikasi mesin berkode Rapp III untuk Angkatan Laut Jerman yang dibuat oleh Rapp dinilai memiliki output tenaga ekstra namun overweight dan rawan getaran berat. Situasi menjadi semakin pelik dan AL Jerman segera membatalkan semua pesanan, Rapp hampir membuat perusahaan bangkrut meskipun berpotensi. Potensi itu pertama kali diperhatikan oleh Franz Josef Popp, seorang engineer kelautan Austria. Awalnya Ia ditugaskan oleh Austro-Hungarian Imperial dan Royal Aviation Troops untuk mengawasi proses pembangunan mesin penerbangan di pabrik AEG dan Austro-Daimler selama awal Perang Dunia 1, yang kemudian ditunjuk sebagai Manajer Pabrik.

Dari posisi ini, Popp memandu Max Friz ke perusahaan. Friz adalah eks engineer Daimler yang menduduki posisi chief engineer pada proyek baru yang didasarkan pada mesin Rapp III yang gagal. Ia memodifikasi mesin pesawat dengan throttle butterfly sederhana ke dalam karburator twin-barrel yang memungkinkan mesin tetap menghasilkan output maksimum. Alhasil mesin Rapp IV yang dibenamkan pada pesawat DFW yang diuji oleh pilot Franz-Zeno Diemer mencetak rekor ketinggian dunia baru pada tahun 1919 dengan ketinggian 32.000 kaki.

Sumber: BMW.com

Faktanya, Popp pertama kali mendaftarkan nama Bayerische Motoren Werke pada Juli 1917 dan, pada 1 Oktober di tahun yang sama, Ia ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Rapp Works yang segera mengubah namanya menjadi BMW. Perubahan nama tersebut diakui pada tanggal 5 Oktober, ketika merek dagang tersebut terdaftar di Imperial Trade Mark Roll. Saat itulah draft pertama logo juga diberi merek dagang.

Bentuknya tetap melanjutkan tradisi logo lama Rapp — berupa cincin hitam yang dipadukan dengan warna emas pada garis lingkar luar dan dalam serta tulisan nama perusahaan menggunakan font serif . Namun siluet kuda yang lebih mirip dengan ksatria dalam permainan catur di tengah telah digantikan dengan empat kuadran berwarna biru dan putih.

Sumber: Reddit.com

Ini bukanlah keputusan acak bagi Popp yang merancang logo tersebut sebagai syair untuk lokasi perusahaan di jantung kota Bavaria yang ditunjukkan dalam simbol berwarna biru-putih. BMW menegaskan bahwa undang-undang merek dagang lokal pada saat itu melarang penggunaan lambang negara atau simbol kedaulatan lainnya sebagai logo komersial dan Popp merevisi warna di kuadran dalam sehingga pihak berwenang dapat menerimanya.

Ini menunjukkan fakta bahwa Popp tidak mengambil inspirasi dari baling-baling pesawat saat merancang logo BMW, tetapi sejujurnya akar desain tidak pernah dijelaskan pada awal berdiri. Menurut Fred Jakobs, Direktur Arsip BMW Group Classic, “Dalam beberapa tahun pertama itu, BMW tidak ditampilkan dalam kesadaran publik. Logo dan maknanya sama sekali tidak ditampilkan kepada publik luas seperti saat ini, karena BMW tidak memiliki pelanggan akhir untuk diminta.”

Sumber: Retro-motobg.com

Yaps, ini karena bisnis utamanya adalah produksi dan pemeliharaan mesin pesawat untuk AL Jerman dengan kata lain tidak memproduksi mesin-mesin sipil. Hingga pada akhirnya pada 1923, BMW R32 diperkenalkan sebagai sepeda motor pertama yang dibuat oleh perusahaan Bavaria yang menggunakan emblem BMW. Satu fakta lagi bahwa mobil BMW pertama diperkenalkan 11 tahun setelah emblem resmi diperkenalkan — mobil ini dikenal sebagai ‘Dixi’. Adapun demikian, Dixi pada dasarnya adalah British Austin Seven yang dibangun di bawah lisensi.

Sumber: BMW.com

1933 – LOGO BMW KEDUA

Pada logo pertama, BMW rupanya menggunakan emblem berbeda pada mobil, sepeda motor dan produk lainnya — sebagian menggunakan logo dengan huruf emas dan lainnya terutama sepeda motor dengan huruf silver, pula inkonsistensi dalam penggunaan huruf sans-serif dan serif. Lantas desain orisinil direvisi pada 1933, tahun dimana logo kedua diserahkan ke Daftar Merek Dagang Jerman. Revisi menampilkan cincin luar bertambah tebal seperti halnya huruf BMW yang semakin berdekatan, sementara diameter garis lingkar dalam dan luar diperlebar.

Mobil pertama yang diluncurkan BMW dengan logo kedua adalah BMW 3/20, model pertama yang murni dirancang oleh BMW setelah produksi Dixi berakhir. Selama dua dekade, beberapa mobil khusus dibangun di Munich, terutama mobil sport BMW 328, saudaranya yang lebih mewah dan road-oriented — BMW 327 grand tourer, dan BMW 326 sedan 4-pintu pertama BMW.

Sumber: BMW.com

1953 – LOGO BMW KETIGA

Awal tahun 50-an, BMW kembali memulai pembuatan mobil yang fokus pada segmen mobil mewah setelah meluncurkan model ekonomis dan murah menjelang PD II. Demi mendapatkan klien di segmen yang didominasi oleh Mercedes-Benz, bos BMW menyadari bahwa upaya yang lebih menyeluruh harus dilakukan untuk menstandarkan logo perusahaan.

Karena itu, atas masukan dari Hans Grewenig, Head of Sales BMW diputuskan bahwa penggunaan huruf berwarna putih akan menjadi standar dalam iklan, sementara huruf pada emblem mobil dan sepeda harus berwarna silver. Logo BMW ketiga pertama kali terlihat sekitar 1952-1953 yang terpampang pada produk BMW pertama pasca-perang. Logo baru menampilkan warna biru muda dan menanggalkan warna emas pada lingkar dalam dan luar.

Penggunaan logo BMW ketiga diperkenalkan pada varian sedan 501 yang sebelumnya dipamerkan pada Frankfurt Auto Show tahun 1951, butuh dua tahun hingga diluncurkan 501 luxury versi 4-pintu yang digadang-gadang sebagai rival Mercedes-Benz 220. 501 sendiri dibandrol lebih dari 15.000 mark Jerman, empat kali lipat pendapatan rata-rata orang Jerman. Diikuti fakta bahwa pada awalnya 501 didukung mesin 2.0 liter ‘old skul’ yang tidak cukup untuk mengimbangi mobil sebesar itu (mid-size luxury car), alhasil penjualan melambat.

Bersamaan dengan ini, BMW sempat dilanda kegalauan tentang keputusan memproduksi mobil mewah. Pasalnya, Hans lebih memilih untuk memproduksi mobil mewah dengan margin profit tinggi, sementara Alfred Boening sang Chief Engineer berkeinginan untuk membuat city car kecil dan ekonomis yang ditenagai mesin sepeda motor. Terlepas dari fakta bahwa BMW bersepakat untuk memasok Polisi Bavaria dengan 501 dan juga memperkenalkan 502 bermesin V8 pada 1954, penjualan pun terus mengalami kendala.

Sumber: BMW.com

1963 – LOGO BMW KEEMPAT

Logo BMW keempat boleh dibilang paling berpengaruh karena menyerupai logo yang kita lihat sekarang, dapat dilihat peralihan dari font serif ke font sans-serif pada tulisan BMW. Dua kuarter biru sedikit lebih gelap dari sebelumnya dan garis luar silver kembali digunakan. Yaps, logo ini dipertahankan tanpa modifikasi mayor selama lebih dari tiga dekade. Dan pada periode ini pula, BMW memantapkan dirinya sebagai pabrikan mewah yang memperhatikan kesenangan pengemudi, sementara pabrikan lain memproduksi antara mobil mewah dan mobil yang menarik untuk dikendarai.

Logo keempat ditandai dengan diperkenalkannya BMW 1500 yang merupakan anggota pertama dari keluarga model ‘Neue Klasse’ atau New Class. Kemudian pada 1978, BMW mengeluarkan debut supercar M1, model M pertama yang pernah ada. Sebuah fakta menarik bahwa mobil ini awalnya dibangun oleh Lamborghini demi memenuhi persyaratan homologasi untuk kategori Group 4 dalam balap endurance internasional, namun akhirnya dibangun oleh BMW karena kondisi finansial Lamborghini melemah.

Sumber: Pinterest.com

Bersamaan dengan itu, M1 sebagai produk pertama dari departemen motorsport Neerpasch, adalah model yang pertama kali menggunakan logo BMW Motorsport pada kedua sisi fasia belakang. Logo menampilkan logo BMW standar di tengah dengan tiga setengah lingkaran di sekelilingnya yang berwarna biru, biru muda, dan merah. Emblem ini sesekali akan muncul pada produk M lainnya yang kemudian menjadi identitas dari BMW Motorsport.

 

Evolusi logo BMW selanjutnya akan dibahas Part 2 ya guys, termasuk kontroversi dibalik logo ini.

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan