Home GT RADIAL GT Radial Auto Gymkhana 2017 – Awal Perubahan Motosport Indonesia

GT Radial Auto Gymkhana 2017 – Awal Perubahan Motosport Indonesia

GT Radial Auto Gymkhana – Kejuaraan Nasional Slalom putaran 1 telah berlangsung pada pekan lalu dengan menyisakan banyak cerita menarik. Mulai dari ide dasar merubah slalom menjadi Gymkhana, tingkat kesulitan pada lintasan hingga jumlah peserta. Semua menjadi awal baru yang positif dalam perubahan dunia motorsport di Indonesia.

Ajang GT Radial Auto Gymkhana sebenarnya hasil obrolan dari Memet Djumhana – Manager .. Toyota Team Indonesia, Arijanto Notorahardjo – EVP Marketing, Sales MC & New Product Development PT Gajah Tunggal Tbk dan Tjahyadi Gunawan – pemilik Genta auto n Sport selaku penyelengara ajang ini.

“Ide awalnya dari pembicaraan kami dan beberapa teman lainnya. Gymkhana dan slalom pada dasarnya memiliki prinsip hampir sama. Namun jika kita melihat ajang regional Asia, Slalom bisa dikatakan sudah hampir tidak ada. Beberapa negara seperti Thailand, Philipina, Malaysia, Taiwan dan Jepang semua telah mengadakan Gymkhana. Akhirnya pak Gun mengusulkan untuk mengadakan ajang Gymkhana karena ajang ini akan ada jenjang prestasi yaitu Gymkhana Asia,” ungkap Arijanto Notorahardjo.Untuk ajang perdana dari GT Radial Auto Gymkhana, Arijanto mengaku sangat puas dengan jumlah peserta yang melebihi ekspekatasinya.”Luar biasa dengan jumlah peserta, Ini rekor untuk putaran pertama dalam beberapa tahun belakangan, mencapai 20. Mudah-mudahan jumlah peserta ini akan berlanjut pada seluruh putaran yang tersisa.”tambah Arijanto.

Demi menyiapkan para pembalap yang akan berlaga dalama Gymkhana Asia, cukup banyak perubahan dilakukan karena rencananya tahun ini akan ada 5 putaran GT Radial Auto Gymkhana dan 1 putaran Gymkhana Asia. Selain peraturan yang berubah seperti nilai pinalti hingga salah jalur langsung terkena BWTM (Batas Waktu Tempuh Maksimal), karakter lintasan pun ditingkatkan kesulitannya.

“Dasar dari pembuatan soal sebenarnya melihat dari tahun lalu tetapi ditingkatkan kesulitannya untuk tahun ini. Namun patokan waktu tetap harus kami buat agar tidak melebihi 50 detik, khusus kelas B dengan waktu antara 30 – 40 detik. Soal yang kami buat kali ini sengaja memiliki karakter tersendiri sehingga persaingan sangat ketat. Hal ini membuat seluruh pembalap memiliki peluang yang sama,” ungkap Vito Siagian yang bertanggung jawab atas soal lintasan.

Hasil dalam ajang GT Radial Auto Gymkhana putaran ini, Toyota Team Indonesia berhasil merebut juara Kejuaraan Nasional Team A dan F. Untuk juara Nasional A menjadi milik Adrian Septianto (HTJRT Achilles), Juara Nasional B (gerak roda belakang) direbut oleh Rinaldo SA. Sementara dalam kejuaraan kelas F (Modifikasi), James Sanger (Nos Fajar Trans) mampu mengungguli para pesaingnya. Kemenangan James tentu memberi arti tersendiri bagi A. Toto Michdar sebagai punggawa tim ini yang menyatakan “Alhamdulillah NFT kembali bisa merebut gelar di kelas F. Kemenangan ini sangat berarti karena tidak ada persiapan banyak dalam menghadapi kejuaraan ini.”
Dengan hasil ini, membuktikan perubahan besar dapat berbuah positif walau saat ini masih belum mampu mengadopsi secara utuh dari Gymkhana karena keterbatasan lokasi dalam menggelar balapan. Tapi yang penting tidak jalan ditempat…

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)