Connect with us

Subscribe

Event

Gubernur Bengkulu Jadi Saksi Pertarungan Offroader Sejati

Bengkulu – Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan panitia, tepat pukul 09.00 WIB, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah yang juga Ketua Pengda IOF Bengkulu ditemani Ketua Umum PP IOF Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, beserta jajaran SKPB Bengkulu melepas bendera start yang sekaligus jadi penanda dimulainya kompetisi offroad menggunakan winch. “Alam Bengkulu punya beragam keindahan sekaligus memiliki potensi mengembangkan olahraga yang memacu adrenalin. Saya berharap offroader dari berbagai daerah di Indonesia bisa menikmatinya,” kata Rohidin Mersyah.

Sebelum lomba dimulai, Rohidin Mersyah sempat menjajal sebagian lintasan lomba dengan kendaraan tubular bermesin Toyota 3UZ milik Walikota Pagar Alam, Alpian Piuk Maskoni. Cuaca yang panas membuat hampir sebagian besar trek menjadi kering. Handicap yang ada pun berubah. Ada yang menjadi sedikit lebih mudah tetapi juga ada yang jadi lebih sulit. Inilah dunia offroad, perubahan yang terjadi selalu dinamis. Offroader sejati harus siap mengantisipasinya.

“Saya gembira, offroader yang hadir di sini menunjukkan semangat yang luar biasa. Dari Bengkulu ini saya berharap kompetisi semacam ini juga digelar di daerah lain. Inilah upaya kita mengembalikan kompetisi offroad khas IOF. Kompetisi yang mementingkan skill, stamina dan strategi. Skill offroad bukan hanya drivernya saja tapi juga co-driver. Tak selamanya teknologi di atas segalanya,” kata Pak Sam – Sapaan akrab Ketua Umum PP IOF.

Dari 6 SCS yang disediakan selama 2 hari Sabtu – Minggu (13/7-14/7), offroader beradu taktik dan strategi. Pertarungan di trek winching selalu seru karena tak selamanya offroader papan yang ikut serta seperti Dek Ray – Bali, Dokter Jack – NTB, Joko Permana – Kalsel, Candra Dewana – Sumsel, Ngurah – Bali, Said Dloreng – Kaltim, Alek – Sumbar bisa melenggang santai. Malah Dek Ray gagal finish di SCS 3. “As roda depan putus. Mau recovery susah,” kata mahasiswa asal Bali ini. Batas Waktu Tempuh Maksimum (BWTM) selama 30 menit pun dirasa kurang sekali.

Pun demikian dengan Said Dloreng. Offroader Kaltim pengguna tubular bermesin V8 LS1 ini juga klontang di SCS 5. “Co-driver terlalu cepat memainkan cutting break. Terpaksa ban depan ngangkat akhirnya klontang juga kita,” kata Said Dloreng. Meskipun target waktu untuk fastest SCS selama 15 menit belum bisa terpenuhi. Kondisi trek jadi berubah leWInchbih mudah dengan kondisi skill dan teknologi yang dimiliki offroader sekarang.

“Kejurnas IOF NC Seri 2 di Kalimantan Timur nanti levelnya harus dinaikkan. Harus semakin kejam treknya. Supaya kemampuan offroader makin terasah lagi,” Kata Pak Sam. Hari ini seluruh peserta kembali menyelesaikan total 6 SCS yang tersedia. Di kelas Pro sepertinya Wisnu Murti – offroader muda asal Jatim yang berpasangan dengan AKBP Sumardji memiliki tabungan point yang bagus. Namun hasil hari ini masih bisa berubah.

Tak cuma Kejurnas IOF NC 2019 saja yang seru, Kejurda Open IOF Bengkulu yang memainkan 3 Kelas Non Winch juga menarik ditonton. Ada 3 SCS yang dimainkan di hari Sabtu dan 3 SCS di hari Minggu. Apakah hasil yang didapat kemarin tetap atau berubah nanti  tunggu saja updatenya.

 

Sumber : Humas PP IOF

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

7 Teknologi Mobil Hasil Adopsi Dari Motorsport

Did You Know?

Ternyata Mr. Bean Memang Doyan Ngebut

Did You Know?

Fungsi Dan Kegunaan Dari Coil Spring

Did You Know?

Kupas Tuntas Film Ford VS Ferrari, Fakta atau Fiksi? – Part 2

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan