Connect with us

Subscribe

Headline

Ikut Xpander Rally Team ke New Zealand [Part 1]

Tepat pada HUT RI ke-74 yang lalu, Xpander Rally Team yang terdiri dari pereli Rifat Sungkardan M. Redwan selaku navigator turunberlaga di ajang New Zealand Rally Championship (NZRC) Goldrush Rally of Coromandel 2019. Yaps, Rifat mengendarai mobil Mitsubishi Lancer Evokeluaran 1999 dan berhasil menduduki peringkat keseluruhan 25 dari total 63 starter.

Saya juga cukup kaget sekaligus merasa terhormat saat Rifat mengajak kami, tim FnL, berangkat ke NZ. Bagi kami ini menjadi  sebuah perjalanan bersejarah dapat melihat secara langsung mobil MPV pertama di dunia yang berlaga di ajang rally.Dan (mungkin) kami bakal jadi bagian dalam sejarah itu.

Dalam benak pikiran saya, Karena meliput rally nggak semudah yang kalian bayangkan, cakupan wilayahnya yang cukup luas nggak memungkinkan saya standby di satu titik buat mengambil semua moment. Otomatis nggak mungkin 1 orang yang diberangkatkan, akhirnya diputuskan Riko – salah satu yang bisa diandalkan dalam liputan kali ini. Kurus, kecil, makannya irit tetapi kuat, dan satu lagi kadang idenya cemerlang. Kadang-kadang aja sih 🙂

Lantas kami segera mengurus visa yang terbilang cukup mendadak, yaitu kurang dari 10 hari sebelum keberangkatan. Untungnya, kurang dari beberapa hari urusan visa sudah beres.Tanggal 11 Agustus pukul 4 sore saya dan Riko tiba di Terminal 3 Bandara Soeta, sementara Rifat, Jeje dan Redwan sudah tiba terlebih dahulu.

Just info, ini adalah pertama kalinya Redwan turun sebagai co-driver di rally panjang. Emang biasanya gimana? Di Indonesia rally terpanjang dalam kurun waktu 10 tahun ini adalah sekitar 100 Km, itu terjadi pada APRC Medan bulan lalu. Nah, sedangkan NZRC berjarak total 416 Km yang terbagi dalam 8 SS dan hanya dilakukan dalam sehari. Sedikit info, bagi pembalap New Zealand ini salah satu lintasan yang terpendek.

Ko bisa?? Kebayang nggak sih? Tapi ceritanya nanti ya..

Dari Jakarta take-off ke Sydney untuk transit selama 2 jam dilanjutkan penerbangan selama 3 jam menuju NZ. Jadi total perjalanannya 12 jam dengan perbedaan waktu Jakarta – Auckland adalah 5 jam lebih cepat. Jetlag? Enggak juga, karena selama perjalanan banyak tidurnya.

Canggung nggak sih jalan bareng sama pembalap rally ternama? Nggak sama sekali, saat transit di Sydney hal pertama yang kita cari adalah BURGER. Yess… Rifat dan Jeje adalah pecinta burger. Karena kita pergi kesalah satu Negara penghasil daging terbaik di dunia, jelas sudah bisa dibayangkan apa yang bakalan kita makan seminggu kedepan.

Kami mendarat di NZ sekitar pukul 2 siang waktu setempat, tapi baru keluar bandara jam 4 sore untuk mengurus imigrasi dan sewa mobil, Mitsubishi Eclipse dan Ford pilihannya. Kalau Eclipse pasti sudah nggak asing lagi, nah ini Ford Sporty van yang ekstra besar berkapasitas 9 penumpang namun cuma kami isi 3 orang termasuk seluruh koper kami. Oh iya..bagian depannya mirip Ford Fiesta.

Kami langsung menuju penginapan di kota Pukekohe yang ditempuh sekitar sejam. Penginapannya seperti apa? Ini sebuah motel dimana fasilitasnya mirip apartemen studio, ada terasnya lagi. Kelengkapan dapur seperti kompor, piring dan lainnya sudah tersedia dan kami menyewa 2 kamar.

Waktu sudah menunjukkan sore hari, jadi ngga kmungkin kami langsung ke Ralliart walaupun lokasinya nggak jauh dari motel . Makan dan membeli beberapa kebutuhan pribadi di kota Pukekohe adalah kegiatan kami di malam harinya.

Keesokan harinya dengan suhu sekitar 10 derajat Celcius, kami berangkat ke Ralliart. Disana kami disambut oleh Choise, sang pemilik Ralliart NZ, dengan sangat ramah. Yess.. NZ terkenal sebagai negara yang sangat ramah, mereka punya tenggang rasa (duh sudah lama saya tidak mendengar kata ini) yang cukup tinggi.

Terlihat Mitsubishi Evo berjajar cantik, ruang perbaikan mesin yang relative bersih, Mirage AP4 milik Brian Green — sang pengusaha property besar di NZ, Skoda Fabia, dan terakhir ada Xpander AP4 milik Rifat dengan kondisi setengah telanjang.

Telanjang? Iya, ternyata usut punya usut MPV pertama di dunia yang bakal turun di ajang NZRC dalam tahap homologasi oleh Federasi New Zealand, dimana mobil ini masih harus ditinjau, diukur, ditimbang dan sebagainya.Nggak tanggung-tanggung, Federasi New Zealand meninjau secara detail standar konstruksi hingga standar part yang terpasang di Xpander AP4.Ternyata bukan hal mudah untuk mendapatkan pengesahan homologasi dari Federasi New Zealand mengingat ini merupakan MPV pertama di dunia yang akan turun di kompetisi.

Kalau kalian nanya, kenapa sih harus lolos homologasi Federasi New Zealand? Salah satunya adalah mobil ini bakal menjadi contoh standar kemanan mobil balap terbaik kelas dunia (karena sudah disahkan oleh federasi balap dunia) yang nantinya dibawa pulangke Indonesia. Harapannya standar keamanan ini dapat dikembangkan dan digunakan pada seluruh ajang mobil balap (terutama rally) di Tanah Air. Ditambah banyak teknologi maupun ilmu pengetahuan yang bisa kita adopsi dari mobil ini. Hmm, sebut aja semacam master piecenya gitu.

Btw, di bengkel Ralliart yang bikin menyedot perhatian adalah Ford Fiesta Mk8 yang ternyata merupakan mobil odong-odong. Maksudnya, mobil ini hanya ‘meminjam’ bodi Ford Fiesta Mk 8 namun sasis dan seluruh komponennya menggunakan Mitsubishi Evo.Mobil seperti ini termasuk dalam kategori jenis Proto Cars.

Apa itu Proto Cars? Sebutan ini singkatan dari kata Prototype Car dimana dikembangkan olehDytko Sport yang berbasis di Polandia. Rumah modifikasi ini terkenal dalam membangun satu jenis mobil rally dimana basis mobilnya bisa diambil dari segala macam bodi mobil, bisa hatchback dan lainnya tetapi intinya tetap menggunakan sasis, suspense dan mesin Mitsubishi Evo. Proto Cars spesialis dalam mendesain dan membangun mobil rally dan racing yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Jadi builder ini menjadi alternatif yang murah dalam membuat mobil rally namun bodinya stylish ala WRC.

Sayangnya, karena Xpander AP4 masih diproses dalam tahap homologasi Federasi New Zealand, Rifat dan Redwan belum bisa menggunakan mobil ini pada Rally Coromandel kali ini. Bagaimana pun show must go on, kami nggak mungkin balik ke Indonesia dengan tangan kosong, Rifat dan Redwan juga tetap bersikukuh turun di arena balap. Singkat cerita, akhirnya Rifat memiliki plan B, dengan meminjam mobil rally dari salah satu koleganya di NZ. Ibarat berlari dengan waktu yang tersisa, pilihannya hanya ada Mitsubishi Evo VI.

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Gimana Sih Cara Kerja AC Mobil?

Did You Know?

Penjelasan Lengkap Mengenai Apa Itu Biodiesel

Did You Know?

Jangan Sembarangan Dengan Minyak Rem, Ini Resikonya

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan