Connect with us

Subscribe

Cars

Indonesia Genjot Ekspor Mobil Tahun Ini

Demi memajukan perindustrian dalam negeri, saat ini pemerintah berupaya menaikkan ekspor otomotif. Hal ini disambut positif oleh para Agen Pemegang Merk (APM) dalam meningkatkan produksi mobil. Berdasarkan data 2018 dari Kementerian Perindustrian, ekspor mobil CBU (Completely Built-Up) mencapai 264 ribu unit, sedangkan dalam bentuk CKD (Completely Knocked-Down) sekitar 82 ribu unit, sehingga total menembus angka 346 ribu unit. Tahun ini ditargetkan bisa menembus 400-450 ribu unit.

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) tercatat volume ekspor mobil CBU dari Indonesia pada periode Januari-April 2019 mencapai 90.236 unit dan ekspor CKD mengantongi 24.971 unit.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menjelaskan bahwa untuk ekspor CBU kuartal pertama 2019 tercatat 46.130 unit, cukup progresif dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 45.350 unit. “Target kami tentu bisa naik tiga sampai lima persen tahun ini.”

Toyota tampaknya tetap optimis terhadap perkembangan ekspor meskipun situasi makro ekonomi dunia tidak menentu. Bob menegaskan, dalam 5 tahun terakhir model SUV khususnya Toyota Fortuner konsisten menjadi penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia, “Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut.”

Merosotnya pertumbuhan ekonomi global tahun ini kurang menguntungkan akibat adanya ketegangan dalam perdagangan global serta kondisi pasar keuangan yang fluktuatif menjadi tantangan besar bagi kinerja ekspor otomotif Indonesia.

SUV Fortuner yang menjadi favorit di Kawasan Timur Tengah, Amerika Selatan, dan ASEAN ini tercatat menyumbangkan sekitar 24 persen dari total ekspor CBU mobil bermerek Toyota. Adapun mengekspor dalam bentuk CBU, TMMIN juga berkontribusi mengirimkan mobil setengah jadi (CKD) berupa mesin utuh termasuk komponen. Hingga Maret 2019, TMMIN berhasil mengekspor CKD sebanyak 9.900 unit, mesin bensin sebanyak 25.750 unit, mesin etanol 2.360 unit, serta komponen mencapai 26 juta unit.

Sementara Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno mengatakan ekspor saat ini masih mengandalkan model Hyundai H-1 (Grand Starex). “Kami masih studi untuk model dan pasar lain,” ujar Mukiat. Menurut GAIKINDO ekspor Hyundai ke Thailand periode Januari-April 2019 berjumlah 1.291 unit.

Mukiat mengakui bahwa sejauh ini SUV adalah pasar ekspor yang masih potensial. “Untuk negara tujuan baru harus dapat restu dari prinsipal Hyundai Motor Corporation (HMC),” imbuhnya.

Berbeda halnya dengan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang saat ini sedang melebarkan sayap pasar ekspor Suzuki Carry dimana awalnya 59 negara, tahun ini ditargetkan menjadi 100 negara. “Dalam waktu dekat akan segera dikirimkan ekspor produk baru dari Suzuki Carry,” cetus Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT SIS.

Data GAIKINDO periode Januari-April 2019, Suzuki telah mengekspor ke negara Asia, Oceania, dan Amerika Selatan sebanyak 10.080 unit. Selain model Carry, Suzuki banyak mengekspor jenis model All New Ertiga dan Seri APV. “Situasi perang dagang belum ganggu penjualan ekspor kami,” tutupnya.

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Gimana Sih Cara Kerja AC Mobil?

Did You Know?

Penjelasan Lengkap Mengenai Apa Itu Biodiesel

Did You Know?

Jangan Sembarangan Dengan Minyak Rem, Ini Resikonya

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan