Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Ini Alasan Kultur Drift Begitu Diagungkan di Jepang

Wallpaperaccess.com

Pembaca setia FnL pasti sudah tak asing dengan olahraga otomotif drifting. Yaps, betul secara konsep drifting adalah teknik mengemudi oversteer agar mobil kehilangan traksi pada roda belakang atau terkadang semua roda. Hal ini dilakukan untuk menjaga kontrol yang mulus saat mengambil sudut jalan dengan kecepatan tinggi. Adapun mungkin diluar sana banyak argumen tentang asal usul teknik drifting, tetapi yang pasti dipopulerkan oleh Jepang.

Seperti kita ketahui, Jepang merupakan salah satu produsen mobil terbesar dunia, jadi wajar saja negara ini sangat populer dengan car culture dan menjadi kiblatnya para pecinta otomotif di penjuru bumi. Car culture Jepang meliputi banyak aspek diantaranya car show baik mobil gres maupun modifikasi-kustom, kompetisi motorsport dan bahkan street racing alias balap liar dan salah satu sub-nya termasuk drifting.

Setiap negara memiliki aksi balap liar yang sedikit berbeda, ini disebabkan oleh kondisi geografinya. Di AS, tepatnya pasca PD II banyak landasan pacu yang terbengkalai dan hamparan danau kering — alhasil lahirlah tren land speed dan drag race yang menjadi wujud dari balap liar. Sementara jalan penghubung antar negara Uni Eropa dengan bentang alam yang terbuka lebar dan kosong menjadikannya surga untuk balap reli.

Kabekin.com

Begitu pula Jepang yang secara geografis berupa jalan pegunungan yang menghubungkan antar kota menjadi tempat untuk menguji kecepatan mobil. Yaps, jauh sebelum drifting dan adu kecepatan (max velocity) menjadi tren seperti saat ini, aksi balap liar menemukan habitatnya di jalanan pegunungan. Dan uniknya lagi, ini masih menjadi arena utama mereka karena highway di Jepang semakin banyak.

Yaps, Jepang dengan antusiasme car culture dan geografisnya telah mengembangkan kultur street racing dengan sendirinya, sebagaimana dinamis dengan segala keunikannya. Street racing Jepang adalah tren domestik yang kemudian mempengaruhi kultur pembalap jalanan di seluruh dunia, dan patut diakui bahwa mobil buatan Jepang menjadi salah satu favorit para tuner.

Streetrunners.net

Setiap tren tentu memiliki masa keemasannya, balap liar di Jepang menggema antara tahun 80-90an. Sayangnya ini harus berakhir pada pergantian abad, sejumlah insiden besar dan perubahan dalam bagaimana hukum lalu lintas diberlakukan berarti bahwa tindakan keras terhadap balap liar secara efektif menutup aksi balap liar. Sekitar akhir 90-an hingga awal 2000-an, insiden berkurang lebih dari setengah.

Highsnobiety.com

Adapun demikian, bukan berarti balap liar hilang sama sekali dari peredaran, ini tetap berlanjut hingga kini meskipun ilegal dan dilakukan secara underground. Di Jepang, drifting ibarat magnet yang menarik banyak orang untuk mencobanya sendiri. Menurut laman Highsnobiety yang melakukan investigasi ke lokasi, aksi drifting biasanya dilakukan sekitar pukul 2 pagi setiap malam Jumat. Ini adalah waktu terbaik mereka para pembalap liar karena tidak ada gangguan dari mobil umum.

Highsnobiety.com

Tepatnya berada di Kota Takasaki, Propinsi Gunma atau sekitar 55 mil di barat laut Tokyo, tim Highsnobiety menyambangi mereka yang telah berkumpul di sisi jalan berbukit sekitar Gunung Haruna. Gunung ini menjadi terkenal berkat seri manga Initial D dengan nama fiksi Gunung Akina. Layaknya dalam film Initial D, mereka menggunakan jalan yang beroperasi penuh sebagai sirkuit balap. Para pembalap jalanan yang melanggar hukum juga dikenal sebagai Hashiriya.

Hashiriya berasal dari berbagai latar belakang, beberapa dari mereka adalah pemuda kaya yang mengandalkan uang orang tua untuk berinvestasi di mobil mereka. Highsnobiety mengatakan bahwa pria setengah baya atau pengemudi yang lebih tua, sering disebut Sempai — juga terlibat di arena ini untuk melihat seberapa terampil generasi baru. Meskipun mereka berbeda dalam banyak aspek, tetapi mereka memiliki kesamaan yakni untuk mendapatkan kesenangan dengan melakukan drift.

Insta-stalkerr.com

Drifting bukanlah semata rutinitas demi kesenangan tetapi ini adalah bagian dari budaya Jepang. Tak sedikit pula pengemudi muda mewarisi kecintaan mereka terhadap drifting dan bahkan mengendarai mobil balap tua milik ayah mereka. Ini adalah tentang spirit dan rasa memiliki dengan tetap berupaya mengambil peran dalam meneruskan warisan budaya yang ditinggalkan.

Dan satu hal yang patut kita contoh bahwa sebagian besar pembalap Jepang tidak suka pamer akan kehebatannya, ini karena orang Jepang pada umumnya tergolong sangat sederhana dan memiliki rasa rendah hati. Pun mereka tak ragu untuk menghargai dan melemparkan pujian bagi mereka yang memang terampil. Dikalangan pembalap, mereka meyakini Kenson; keterampilan sebelum kesombongan. Gagasannya adalah bahwa pembicaraan tidak ada artinya dan memalukan bagi mereka yang ‘unjuk gigi’ di jalan. Terlepas dari tindakan ilegal, namun pembalap yang sukses adalah mereka yang benar-benar menginginkannya dan siap berlatih setiap akhir pekan selama bertahun-tahun.

 

 

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan