Connect with us

Subscribe

Headline

IOX 2019 Andalas – Mengusung Misi #saveharimausumatera

Jakarta, 26 Januari 2019 – Pulau Sumatera kembali dipilih Indonesia Off-road eXpedition (IOX) dengan tajuk ‘IOX 2019 Andalas pada 9 – 24 Februari 2019. Dua provinsi akan dilalui rombongan dengan total 84 unit untuk peserta mobil 4×4 dan dirt bike sebanyak 74 buah. Para petualang ini akan melakukan perjalanan selama 16 hari demi menempuh jarak sekitar 1.400km, dengan titik start berada di Medan dan finish di Bukit Tinggi. Rencananya Jam Gadang yang baru selesai di renovasi akan menjadi titik finish rombongan ekspedisi IOX 2019 Andalas.


IOX pertama kali diadakan pada 2012 yang juga menjelajahi pulau Sumatera , kini telah memasuki ekspedisi ke tujuh pada tahun ini karena di tahun sebelum urung diadakan. Berbeda dengan sebelumnya, kini IOX bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) untuk membantu menyelamatkan Harimau Sumatera yang kini jumlahnya makin menurun #saveharimausumatera.

“Ini adalah bentuk menarik perhatian masyarakat terhadap kondisi Harimau Sumatera yang semakin menurun populasinya karena ulah manusia. Jadi selain menikmati alam dan budaya setempat selama mengikuti IOX 2019 Andalas, seluruh peserta dapat membantu upaya penyelamatan Harimau Sumatera dalam bentuk donasi,” ujar Zulkarnain Danie (Joel) – ketua panitia IOX 2019 Andalas.


IOX 2019 Andalas juga kembali bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotik Nasional), Hascar, Accelera dan tentunya berbagai pihak lainnya. Walau sebenarnya pihak IOX tidak pernah bergantung pada pihak mana pun selama menyelenggarakan ekspedisi.

“Alhamdulillah IOX yang ke 7 segera kami gelar, IOX adalah klub yang mandiri jadi tidak tergantung pada pihak mana pun sehingga tetap bisa jalan karena ada sistem share biaya.”ujar Sri Hascaryo – ketua klub offroad IOX.

Demi berhasil menjalani ekspedisi, bukan hanya kemampuan mobil yang menjadi bagian terpenting. Manajemen tentang kesehatan, makanan hingga mental harus dilakukan. Jarak yang cukup panjang tentu sebagai penyebabnya. Seluruh peserta diharapkan harus enjoy selama perjalanan, menikmati ekspedisi IOX 2019 Andalas selama 16 hari agar tidak jenuh.

Track yang akan dilalui pun memang tidak ‘bejat’ seperti yang biasa dilakukan oleh sang Leader yakni Syamsir Alam. “Jarak mencapai 1.400km dengan waktu 16 hari tentunya harus dinikmati, jadi setelah merasakan sensasi offroad yang ‘bejat’ selama tiga hari, kemudian jalurnya akan menurun tingkat kesulitannya agar bisa menikmati perjalanan.” ungkap Syamsir Alam.

Untuk survey, Syamsir Alam membutuhkan waktu mencapai 28 hari dengan korban dua motor winch terbakar dan transmisi kendaraan jebol. Dari 28 hari, Syamsir Alam berhasil menempuh 2.100 km dengan 5 personil yang membawa dua mobil offroad. Jadi tentunya dapat dibayangkan tingkat kesulitan yang dipastikan tersaji dalam IOX 2019 Andalas.

Dipastikannya Syamsir Alam sebagai tim leader tentunya menjadi daya tarik tersendiri, dapat dibayangkan beratnya lintasan sebagai tantangan bagi para peserta. Baik Sri Hascaryo atau Yoyok sebagai ketua klub offroad IOX dan Rusman Hadi (Pembina IOF) pun mengakui akan beratnya lintasan jika Syamsir Alam menjadi tim Leader dalam perjalanan offroad.

Memang Syamsir Alam yang kembali menggunakan Jeep Wrangler Rubicon dari HasCar dan Mopar ini, mengakui ada dua track yang berat di Siosar (Sumatera Utara) dengan turunan terjal yang panjang dan berbahaya sehingga harus membutuhkan bantuan winch dan strap, “Namun untuk melintasi track yang sulit ini sangat tergantung cuaca, sebenarnya jika tidak memungkinkan ada jalur berbeda. Entah itu belok ke kanan atau kiri tapi pastinya harus baik sama saya untuk mengetahuinya… hahahahaa…”

Beragam keindahan bumi Andalas akan menjadi ‘obat lelah’ selama perjalanan, mulai dari Gunung SInabung, Danau Toba, menyusuri hutan rimba di Bukit Barisa, Teluk Sibolga, Danau Siasi. “Peserta akan kami ajak dari pantai menuju ketinggian 1200 meter, melintasi garis khatulistiwa lalu ke lembah Harau menikmati 8 air terjun. Selanjutnya offroad super extreme di track lumpur hingga mual yang berujung melintasi sungai sedalam 1 meter sebelum finish di Bukit Tinggi,”

Untuk mengikuti IOX 2019 Andalas, peserta diwajibkan menjalani scruutinering untuk mobil – mobil 4×4 ini. Namun Sayangnya, dari seluruh peserta tidak ada yang berasal dari luar negeri. Hal ini tentunya mengingat cukup mahalnya biaya untuk menjamin kendaraan dari peserta luar negeri. Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH – Ketum IOF terbaru pun mengakui hal ini, pihaknya menginginkan agar biaya menjadi murah, tidak seperti ketika peserta dari Indonesia bermain ke luar negeri dengan biaya atau jaminan yang murah.

“Skema impor sementara cukup memberatkan panitia karena harus membayar jaminan seharga mobil dari peserta luar negeri. Memang hanya sebuah jaminan, tetapi jika satu mobil mencapai 1 milyar seperti yang dialami offroader dari Australia maka berapa yang harus disiapkan panitia. Tetapi pengawasannya harus ketat karena terkadang mobil peserta luar negeri tidak kembali keluar setelah dipinang.” ungkap Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH .

Salam Offroad… #saveharimausumatera

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Ini Alasan Mengapa Toyota Membuat Merek Lexus

Did You Know?

KTCI Bekasi Raya – Berbagai Tips ‘Touring Dengan Hewan Peliharaan’

Did You Know?

6 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Memodifikasi 4X4

Did You Know?

Para Wanita Bernyali Besar Penggilas Aspal

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan