Connect with us

Subscribe

Event

Java Overland 4×4 – Explore Bali 2019: Day 2

Memang alam tiada henti memberi kejutan kepada kita. Di Pagi hari pada hari kedua, peserta dikejutkan dengan adanya badai yang cukup kencang di basecamp pertama. Kejadian itu terjadi pada sekitar subuh dan membuat beberapa tenda beterbangan dan memporak-porandakan meja kursi tempat mereka beristirahat di malam hari sebelumnya.

Namun hal itu bukan menjadi permasalahan, justru itu merupakan sensasi dari perjalanan alam.

Sebelum memulai perjalanan di hari kedua kami pun melakukan ritual selayaknya manusia pada umumnya, yaitu mandi. Namanya sedang berpetualang, mandi kali ini kita harus melalui jalan setapak untuk menuju sungai. Yup.. tidak ada kamar mandi, melainkan hanya sungai jernih yang membuat kita ingin berendam di dalamnya. Sungguh nikmatnya.

Usai semua ritual pagi, mandi dan makan kami pun berkumpul di tengah lapangan yang sudah kedatangan beberapa anak sekolah yang ingin bermain bola. Sementara kami harus melakukan briefing untuk perjalanan di hari kedua.

 

Perjalanan hari kedua ini pun diberi nama “slippery when wet”. Iya seperti itu yang akan terjadi pada hari kedua di mana perjalanan akan melalui sungai dan lumpur. Daan tentunya akan lebih parah apabila pada hari itu turun hujan.

Dan bener, sejak pagi hujan sudah turun. Dan obstacle pertama pun langsung menanti saat akan kita keluar dari basecamp pertama yaitu menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 2 km.

Tidak menjadikan hal yang sulit bagi para peserta untuk menyusuri sungai yang tembus ke dalam sebuah perkampungan lainnya di di daerah Jembrana.

Kebetulan hari kedua ini adalah hari Jumat kebanyakan dari peserta adalah umat muslim yang memiliki kewajiban untuk ibadah salat Jumat. Kami pun menemukan sebuah masjid yang baru dibangun dan di situlah kami berhenti untuk beribadah salat, makan siang dan sebagiannya mandi bagi yang tidak bisa mandi di sungai.

Sejenak kami cukup heran dengan adanya masjid yang cukup besar di Bali dan di daerah terpencil seperti ini. Dan seketika pertanyaan kami terjawab. Ternyata daerah ini merupakan Kampung muslim di Bali yaitu di daerah Pulukan.

Kurang lebih 1 jam kami berhenti kami pun dan para peserta melanjutkan perjalanan menuju obstacle berikutnya yang berada di dalam hutan karet.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menuju hutan karet. Sesampainya di hutan karet kami masih harus masuk ke dalam hutan karet tersebut. Kami merasakan sejuknya udara hutan karet tersebut dan Disana pun kami banyak melihat kerbau kerbau liar sedang mencari makan sungguh sebuah pemandangan yang langka bagi sebagian dari kami yang berasal dari Pulau Jawa.

Kurang lebih sejauh 2 km kami masuk ke dalam hutan akhirnya sampai pada obstacle pertama di mana terdapat sebuah sungai kecil yang di ujungnya adalah sebuah tanjakan yang cukup licin dan berparit.

satu persatu para peserta melewati obstacle tersebut. Ada yang membutuhkan Winch maupun yang tidak membutuhkan. Namun rata-rata mobil-mobil yang membutuhkan Wins adalah mobil-mobil yang menggunakan ban lebar di bawah 35 inci.

hampir setengah hari kita menghabiskan waktu di dalam hutan Karet ini sebab memang hutan ini terkenal dengan Lumpur ‘abadi’nya. Lumpur dengan dalam hingga selutut sudah menjadi hal yang biasa. Para kru evakuasi sangat bekerja keras untuk kali ini. bisa dibilang 40% dari peserta melakukan winching karena mereka susah keluar dari lumpur2 tersebut.

Tim pertama yang masuk kedalam hutan adalah JKOne, dimana tim ini menggunakan Jeep Rubicon yang berasal dari Yogyakarta. Tim inilah satu-satunya yang mampu melewati obstacle di dalam hutan karet secara keseluruhan. Sedangkan para peserta lainnya tidak mampu melalui obstacle hutan karet secara keseluruhan yang disebabkan banyaknya mobil yang membutuhkan recovery (proses winching). Sedangkan Penghujung hutan karet merupakan sebuah perkampungan yang akan menerima donasi dari para peserta yang sudah dijadwalkan pada sore hari nya.

Akhirnya panitia berinisiatif untuk memotong jalur agar tidak terlalu memakan waktu yang lama sehingga para peserta dapat masuk basecamp 2 tepat pada waktunya.

Hari sudah petang saat para peserta sampai pada kampung daerah Pekutatan. Disana sudah banyak menunggu warga yang siap menerima 100 pack sembako yang penggalangan dananya sudah termasuk dalam biaya pendaftaran para peserta. Sembako diterima oleh perwakilan dari warga.

Waktu menunjukkan pukul 7 malam WITA, kami dan para peserta pun bergegas meninggalkan daerah Pekutatan untuk menuju basecamp 2, yang sebelumnya akan didahului dengan makan malam yang di jamu oleh tim Kalteng 22 di sebuah restoran diatas bukit.

Semua peserta di jamu dengan makanan khas Bali yang luar biasa. Makanan pun seketika ludes. mungkin karena terlalu lama di dalam hutan yang memang lumayan menyita waktu dan tenaga.

Tidak lama seluruh peserta pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju bascamp 2 yang ternyata berjarak kurang lebih 30 km dari lokasi kita makan malam. jalan yang kita lalui pun tidak melalui jalan besar namun melalui jalan alternatif perbukitan yang cukup curam dan berkabut.

di perjalanan sempat terjadi missed komunikasi dikarenakan jalur yang kita lalui cukup berliku dan banyak bercabang sehingga banyak dari mereka yang nyasar dan akhirnya peserta sampai di basecamp 2 sekitar pukul 12 dini hari, bahkan ada yang sampai pukul 2 pagi baru sampai lebih-lebih tim JKONE yang rata-rata berasal dari Jogja harus menginap di perjalanan dikarenakan salah satu mobil dari tim mereka mengalami kerusakan pada lakher ban belakang yang tidak mungkin lagi melanjutkan perjalanan.

Bagaimana kisah di hari ketiga? tunggu saja part 3 nya.

Bonus Picture:

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Pilihan Aki Tepat Dengan Optima

Did You Know?

Berapa Usia Anak Sebaiknya Duduk di Kursi Depan?

Did You Know?

Arti Kode JWL , JWL-T, JWL-R dan VIA Pada Velg

Did You Know?

Apa yang DImaksud Dengan Aerodynamic Drag?

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan