Jeje alias Julian Johan yang belum genap dua tahun menggunakan Grand Cherokee (WJ) bermesin Cherokee (XJ) ini pada musim balap 2016 akan ganti mobil. Ganti mobil?? yups bener banget, setelah di konfirmasi oleh FASTNLOW ternyata Jeje serius akan turun di kelas 8 silinder. Yak, Jeje akan menggunakan mesin berkonfigurasi V8, hal itulah yang menyebabkan Jeje harus mengganti tunggangannya, karena pada kelas 8 silinder ini pertarungan akan sangat ketat, dimana bisa dibilang pada kelas ini pertarungan lebih bermain pada teknologi, mesin, chasis, bobot dan tentunya skill driver.

Sehingga Jeje sudah tidak mungkin bertarung dengan chasis yang sama (dalam hal ini WJ) saat masih menggunakan mesin 6 silinder.

Julian johan ganti mobil tubular GT radial speed offroad 1

Berbicara masalah mesin V8 yang akan digunakannya, Jeje menargetkan memadukan block bawah menggunakan LS3 dan block atas menggunakan LS7. Alasannya LS3 sudah terkenal dengan material yang ringan dan memiliki durabiliti tinggi, sedangkan LS7 sudah menggunakan teknologi Dry Sump yang (bisa dibilang) memiliki pompa oli tersersendiri sehingga tekanan oli (Oil Presure) bakal lebih stabil walau mobil dalam kondisi terguncang-guncang.

Kemudian masalah jeroan piston, stang piston ditingkatkan hingga 7000cc dengan storker, yang nantinya akan di tutup dengan head Holley yang bakal sedikit mencuat keluar dari kap mesin dengan otak mesin menggunakan ECU Haltec yang lebih familiar di Indonesia yang minim research.

Untuk masalah gearbox mobil ini berencana akan dimasukkan Power Glide (seperti yang digunakan pada mobil H. Sam JRT) dipadukan transfer case dengan rasio yang dipesan khusus untuk karakter lintasan di Indonesia.

“Sejauh ini proggressnya masih 60%, agak mepet sih. Semoga bisa kekejar untuk seri 1 bulan Maret mendatang.” Ujar Jeje ketika dihubungi Fastnlow.net. Dengan target mendapatkan power besar dan bobot ringan, Jeje menjejalkan V8 LS7 (7000cc) yang dipadukan dengan rangka tabular yang dia bangun dari nol untuk mewujudkan targetnya.

Untuk chasis menggunakan pipa seamless yang nantinya bakal menggunakan “baju” dari bahan fiber yang di bentuk seperti Grand Cherokee.

Jeje GT Radial jeje batu licin kalimantan speed offroad kejurnas IXOR 2015 race balapan 4x4 2

Di akhir obrolan Jeje yang saat ini tergabung dengan AHSRT (Asal Hati Senang Racing Team) karena akhirnya cita-citanya bisa tercapai yang sejak awal ingin menggunakan Grand Cherokee yang memiliki body jeep yang elegant, namun tetap menggunakan chasis tubular yang bisa sangat diperhitungkan masalah kekuatan dan bobotnya. Dan yang terakhir dipadukan dengan mesin V8 yang power full.

Dengan support GT Radial yang semakin memuaskan dengan ban terbarunya Savero Komodo M/T Plus, Prestone serta sang sponsor utama AHSRT Jeje optimis untuk mendapatkan hasil terbaik di setiap seri pada musim 2016 yang akan datang.

Lantas bagaimana dengan Grand Cherokee nya yang lama? “kalo Grand Cherokee yang sebelumnya engga di otak-atik lagi, jadi  kalau mau ikut kelas 6 silinder diluar kejurnas masih bisa dipakai”.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)