Home Headline Keberuntungan Zharfan Berkat ‘Dewi Fortuna’

Keberuntungan Zharfan Berkat ‘Dewi Fortuna’

Sentul, 22 Oktober 2017 – Seperti yang telah kami bahas dalam artikel sebelumnya, Zharfan Rahmadi harus meminjam mobil untuk bisa mengamankan poin dalam balap European Touring Car Championship (ETCC) 2000. Akhirnya merasakan sentuhan sang ‘Dewi Fortuna’ ketika balapan yang berlangsung di Sirkuit International Sentul pada Minggu (22/10/2017).
Keberuntungan begitu dirasakan oleh Zharfan yang meminjam mobil milik rekannya karena sedang absen di putaran kali ini. Persaingan memang sedang memanas dalam ajang ETCC 2000 putaran keenam yang masuk dalam rangkaian ISSOM putaran kelima ini. Dari hasil ETCC 2000, Zharfan Rahmadi sebagai owner ZR Motorsport – Fastnlow.net sedang unggul tipis dalam pengumpulan poin.
Keinginan besar meraih gelar juara umum yang membuatnya harus meminjam mobil BMW E36.”Putaran kali ini cukup banyak kendala, mobil jebol sehari jelang kualifikasi mengharuskan menyewa mobil. Sebenarnya mobil tidak kompetitif untuk bersaing menghadapi pembalap di kelas Pro.”
Hasil dikualifikasi membuat Zharfan Rahmadi yang mewakili Jakarta Ban Motorsport dalam berlaga di ETCC, hanya menempatkan di urutan ke 10 secara overall dan paling buncit untuk kelas Pro. “Faktor keberuntungan sangat besar pada putaran ini, mobil sebenarnya tidak bisa berkompetitif namun pesaing terdekat maupun pembalap kelas Pro lainnya malah gagal finish.”
Hasilnya Zharfan meraih juara kedua ETCC 2000 kelas Pro yang tentu saja membuat dirinya mendapatkan poin terbesar kedua sehingga meraih total poin 144 dan membuatnya tetap menjadi pemimpin klasemen. “Semoga di akhir putaran nanti bisa meraih hasil maksimal dengan mobil sendiri atau minimal hanya finish saja untuk bisa menjadi juara umum ETCC 2000 kelas Pro.”
Sedangkan untuk ETCC 3000 yang baru diikutinya pada putaran ini untuk musim balap 2017, Zharfan Rahmadi berhasil merebut podium kelima untuk kelas Pro. Mobil BMW E36 yang dipinjam dari Kenta Cameron memang biasa turun di kelas Master, sedangkan Zharfan harus menghadapi mobil BMW – M3 hingga Porsche.
Berbeda dengan hasil balap di Honda Jazz Speed Challenge, Zharfan yang turun di kelas Master berhasil meraih peringkat keempat untuk kelas Master. “Setelah balapan di BSD, fokus saya memang tertuju pada ETCC. Jadi agak susah mendapatkan waktu terbaik kembali dalam balapan menggunakan Honda Jazz.”
“Secara keseluruhan, saya sangat senang meraih hasil hari ini tetapi juga sedih karena tidak dengan mobil sendiri. Semoga untuk putaran selanjutnya bisa menggunakan mobil dengan apesifikasi yang lebih, kebetulan semua komponen sudah ada dan siap dirakit. Namun jika keterbatasan waktu karena harus mencari setingan yang pas, kalau tidak menggunakan yang lama.”

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)