Home Did You Know? Kematian yang Merubah F1 Selamanya

Kematian yang Merubah F1 Selamanya

Legenda balap Formula One yang pernah menyabet juara dunia ini sungguh pantas dikenang. Kematian tragisnya membawa perubahan besar bagi balapan Formula One. Dulunya, para pembalap F1 sangat dekat dengan kematian. Namun sejak sepeninggalnya, urusan safety pada balapan F1 makin diperhatikan sehingga resiko kematian bagi pembalap yang kecelakaan pun semakin kecil.

Inilah dia, Ayrton Senna. Pembalap asal Brazil yang lahir pada tanggal 21 Maret 1960 ini memulai karirnya pada balap Formula 3. Setelah sukses dalam ajang balap tersebut, Formula One pun ditekuninya. Awalnya, Ayrton Senna bergabung dalam tim Toleman pada 1984. Saat bergabung dengan tim Toleman, Ayrton Senna sempat dijuluki “Rain Master” setelah berhasil finish di urutan ke-2 pada F1 Monaco yang saat itu diguyur hujan deras.

kematian yang merubah 1

Selanjutnya Ayrton Senna bergabung dengan tim Lotus selama tiga tahun yaitu mulai tahun 1985-1987. Puncak karirnya dicapai ketika Ayrton Senna bergabung dengan tim McLaren pada tahun 1988 bersama juara dunia kali itu, Alain Prost. Menjadi rekan satu tim tak membuat persaingan menjadi luntur. Ayrton Senna dan Alain Prost sama-sama mengidamkan menjadi juara di setiap balapan yang mereka ikuti. Pada tahun 1989, Alain Prost pindah ke tim Ferrari dan hal itu makin membuat persaingan diantara mereka makin sengit.

Tahun 1994 menjadi tahun terakhir Ayrton Senna berlaga pada balapan Formula One. Pada tahun itu, Senna bergabung dengan tim Williams. Malaikat maut tampaknya berkelebat di Sirkuit Imola, Italia. Pada tikungan Tamburello, kecelakaan menimpa Ayrton Senna dan membuatnya harus kehilangan nyawa pada usianya ke-34. Kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan mesin yang menyebabkan Senna menabrak tembok dan kepalanya terbentur rodanya sendiri serta helmnya tertusuk salah satu tongkat suspensi.

kematian yang merubah 2

Ayrton Senna telah bertanding sebanyak 162 kali dan start pada urutan pertama sebanyak 65 kali. Sedangkan kemenangan telah dicicipnya sebanyak 41 kali dengan tiga kali berhasil menjadi juara dunia.

Juara dunia tahun 1988, 1990, dan 1991 ini meninggalkan kenangan tak terlupakan. Kematian Ayrton Senna menjadi kematian terakhir dalam sejarah di sirkuit F1 sampai saat ini. Level keamanan sirkuit F1 maupun mobil balapnya kini makin ditingkatkan. Meski harus terlebih dahulu merenggut nyawa, kematian Ayrton Senna menjadi kematian yang mengubah ajang balap Formula One selamanya dari segi keamanan.

Sumber: http://perbanhitam.blogspot.com/ dan http://www.thecrowdvoice.com/

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)