Home Headline Kiprah Wahyu L Jatmiko Di IXOR

Kiprah Wahyu L Jatmiko Di IXOR

Naik kelas langsung dilakukan Wahyu Lamban Jatmiko pada Indonesia Open Championship X-Ofrroad Racing putaran ketiga yang berlangsung pada 2 – 3 Oktober 2016 di Sirkuit Tembong Jaya, Serang Banten. Masih menggunakan Polaris UTV, jika pada putaran lalu Wahyu L Jatmiko bersaing di kelas G1.2 maka kali ini memutuskan pindah ke kelas G5.1.

Kelas G5.1 merupakan kelas untuk kendaraan Polaris UTV yang telah mengalami modifikasi atau FFA. Dan tidak hanya Wahyu L Jatmiko saja yang memutuskan pindah ke kelas ini. Mungkin persaingan di G5.1 lebih seru.

Kering atau basah

wlj-ixor-1Hujan deras yang turun pada hari Jumat, membuat Genta Auto n Sport harus meniadakan ‘shake down’. Karakter tanah merah yang menjadi licin layaknya keramik ketika terkena air hujan dan lengket membuat seluruh peserta untuk menggunakan ban Mud Terrain atau M/T.

Begitu pula dengan Wahyu L Jatmiko yang kembali dinavigatori Adityo Rahadi. Ban M/T pun langsung dipasangkan pada Polaris UTV sejak hari Jumat hingga hari Sabtu. Keputusan ini diambil karena sejak dini hari, hujan masih turun dengan intensitas ringan sehingga beberapa titik di lintasan masih ada genangan air.

wlj-ixor-4Namun menjelang mengikuti Special Stage (SS) 1, beberapa tim menyarankan untuk menggunakan ban A/T karena tanah di lintasan mulai mengering. Sayangnya waktu tidak bersahabat untuk melakukan penggantian ban, strategi terbaik dilakukan dengan menambah tekanan udara hingga 29psi pada ban M/T.

Jika pada sebelumnya CVT selalu menjadi konsentrasi karena memang dalam kondisi kurang mumpuni dan telah diganti. Tetapi pengapian yang sekarang menghantui Wahyu L Jatmiko dan Adityo selama menyelesaikan SS 1. ‘Padahal di TC dalam kondisi prima lho.”

dsc09251-copyUsut punya usut, kiprok (sistem pengapian) yang menjadi penyebab utamanya. Solusi pertama melakukan ‘jumper’ pada Accu  dengan cara membuat rangkaian 2 Accu secara paralel. Namun belum selesai melakukan langkah tersebut, Satya Sunarso yang juga menggunakan UTV Polaris dari tim 7 Saudara menawarkan untuk menggunakan Kiprok miliknya sementara karena waktu start antara Satya dan Wahyu L Jatmiko terpaut cukup jauh.

wlj-ixor-7Hasilnya SS 2 berhasil dilalui dengan lancar. Bahkan catatan waktu mampu melesat hebat. Jika di SS 1 hanya 03 menit 59, 770 detik, di SS 2 Wahyu mampu menembus 03 menit 26, 337 detik dengan kiprok pinjaman Satya Sunarso. Dan proses pinjam meminjam pun belangsung hingga SS 4. Hasilnya hingga SS 2, Wahyu L Jatmiko mampu berada diurutan delapan dari 12 peserta di G5.1.

Memasuki hari kedua, Wahyu L Jatmiko yang masih penasaran dengan catatan waktunya langsung mendatangkan GT Radial Savero Komodo A/T Plus. “Persiapan jika dibutuhkan mengganti ban.”

wlj-ixor-8Ternyata hujan pun kembali turun, alhasil mereka yang melakukan start di awal tetap memilih menggunakan ban M/T demi mendapatkan grip yang lebih baik. Berbeda dengan Wahyu L Jatmiko yang masih memantau kondisi cuaca karena sewaktu-waktu Sang Surya dapat hadir dan membuat lintasan kembali kering. Ternyata hingga pukul 9 pagi, Matahari masih berlindung dibalik awan. Lintasan pun masih cukup basah.

Keputusannya harus kembali mengganti ban GT Radial A/T ini menjadi M/T. Yang jadi masalah adalah tim ini hanya memiliki 1 velg yang mengharuskan penggantian di tukang ban terdekat. Cukup memakan waktu.

wlj-ixor-3Saat berada di garis start dengan menggunakan ban M/T. Ternyata di luar dugaan, lintasan sudah cukup kering dan dapat di perkirakan jika menggunakan ban A/T sangat aman. Hasilnya catatan waktu tidak sebaik Polaris lainnya yang menggunakan A/T.

“Memang dengan ban ini (M/T) kita bisa sangat unggul di tikungan namun saat lintasan lurus ban karakter ‘pacul’ ini justru tidak dapat berlari sekencang ban A/T. Terlebih saat di tikungan yang over grip kita malah tidak mendapatkan putaran mesin secara maksimal. Jadi catatan waktu kita tidak bisa maksimal, walaupun dari catatan waktu yang kurang baik itu, hingga SS 3 ini WLJ berhasil naik di peringkat 7.”

wlj-ixor-5Sekedar informasi bahwa Polaris ini menggunakan mesin 2 silinder 1000cc dengan transmisi matic CVT. Dan itu super tricky. Salah belok tenaga ngedrop, di sliding (drift) tenaganya gak cukup untuk tikungan-tikungan tertentu. Jadi memang harus bermain sangat rapi dan tanpa kesalahan.

Pada SS 4, Wahyu L Jatmiko telah mempersiapkan ban A/T karena Matahari yang ‘lucu’ itu sudah tampak ‘ceria’ dan dipastikan membuat lintasan sangat nge-grip. Pada jam 1 siang, ternyata gerimis turun, beruntung Wahyu L Jatmiko masih berada di paddock karena TC 4 harus dilakukan pada pada pukul 14:03. ”Awalnya kita masih cukup santai, namun durasi hujan yang cukup lama, jelas membuat lintasan kembali licin. Dengan sisa waktu sekitar 45 menit ban ‘kembali’ diganti dengan M/T yang semi ‘pacul’ yang menggunakan pressure 25psi.”

wlj-ixor-2Hujan gerimis tetap menemani ketika berada di TC, Namun beberapa detik menjelang start, hujan deras menerpa lintasan Tembong Jaya Serang. Perbincangan di dalam kokpit mobil cuma “Yasudah laah…” (pasrah). ”Dan benar di lintasan kita hanya bisa berdansa karena tidak mendapatkan grip sama sekali.”

Hasilnya Wahyu L Jatmiko berhasil finish diurutan keenam pada kelas G5.1 dengan total waktu 15 menit 43, 511 detik. Memang belum mendapatkan hasil yang maksimal.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)