Connect with us

Subscribe

Cars

Kultur Modifikasi Offroad Versi JK One Chapter Jogja

Negara maju seperti AS, Jepang, dan Inggris boleh dikatakan sebagai negara yang mendominasi produksi otomotif, terbukti dari merek-merek mobil mereka yang mendunia. Sementara mobil buatan Indonesia, masih menempuh proses panjang untuk mencapai level itu. Adapun demikian, kita patut bangga karena Indonesia punya industri otomotif khususnya kustom dimana justru dipandang di mata dunia tapi mirisnya pemerintah kita kurang mengapresiasi hal ini.

Anyway, industri otomotif yang bergerak dinamis ditandai dengan populasi penghobi modifikasi yang semakin besar, baik menggunakan komponen kit aftermarket, kustom maupun kombinasi keduanya. Yaps, modifikasi kendaraan empat roda tampaknya nggak pernah kehilangan peminatnya, justru semakin bertambah dari waktu ke waktu, sebut saja salah satu cabang olahraga otomotif yakni offroad.

Baik bersifat hobi atau kompetisi, jip klasik hingga terbaru, semuanya tak luput dari sentuhan modifikasi offroad, entah itu beraliran extreme offroad, expedition, speed offroad dan sebagainya. Lantas, seperti apakah gaya modifikasi offroad bagi komunitas JK One Chapter Jogja? Sejak kapan tren ini mulai menjamur?

“Sekitar 5-6 tahun lalu, kami mulai iseng fun offroad dengan kondisi standar. Nah, disitu kami ngrasain sesuatu yang beda dan menantang, perlahan pada ketagihan. Saat itu kami juga sering ngajak penghobi offroad yang lebih berpengalaman tapi diluar komunitas kami, salah satunya mas Waris. Eh, suatu ketika diajak masuk trek yang tergolong medium-ekstrim, padahal itu kami ajak keluarga. Alhasil masuk trek jam 2 siang keluar jam 2 subuh. Itu pengalaman yang berharga buat kami, dan sejak itulah kami berpikir untuk upgrade dan modifikasi offroad,” sambut Daha Yuli Samosir, anggota JK One Chapter Jogja.

Pria yang akrab disapa Yuli membeberkan bahwa ubahan modifikasi nggak berlangsung secara frontal, mulai dari sekedar ganti tipe ban, bumper, upgrade lift kit, dan penggunaan winch depan. “Disitu juga mulai ketahuan siapa aja yang kapok blusukkan, tapi yang akhirnya hobi semuanya serentak modif offroad.”

Sejumlah event offroad komunitas maupun lokal menjadi bagian dari pengalaman dalam mengasah skill offroad, kemudian mereka merambah ke event nasional salah satunya IOX Karjo. “Dalam perjalanannya dibarengi dengan modifikasi lagi untuk mengikuti regulasi event nasional seperti rollbar 6 titik, ban 37, winch depan-belakang,” saut Yuli.

Modifikasi ibarat candu yang nggak ada habisnya. Yaps, pada kenyataannya modifikasi menyebar ke banyak hal sebut saja pergantian final gear, pasang locker depan-belakang, upgrade kaki-kaki, suspensi dan lainnya. Tentu saja mereka menggunakan komponen berkualitas terbaik guna menunjang kebutuhan di medan offroad yang berat. Maka nggak heran modifikasi offroad dengan spesifikasi mumpuni merogoh kocek hingga 600 juta. Ingat ya bray, itu baru biaya modifikasinya, nggak termasuk harga mobilnya.

“Kalau mainnya udah extreme offroad, ubahan paling mayor di sektor kolong — kaki-kaki dikuatin lagi, pakai long-arm, suspensi coilover, intinya pakai komponen yang heavy-duty baik aftermarket atau kustom,” imbuh Yuli.

Seekstrim apapun modifikasi pada kaki-kaki dan suspensi di kalangan JK Wrangler, pada umumnya tetap mempertahankan mesin dan gardan standar karena dinilai sudah cukup mumpuni. “Iya, kalaupun ada yang modif biasanya cuma upgrade komponen kecil di mesin, pasang air filter, ganti aki atau ganti housing gardan. Kebetulan saya pakai JK tipe Rubicon, mesin dan gardan standar udah cukup buat saya. Yang terpenting lagi mobil ini nyaman dan sesuai dengan karakter saya, fiturnya juga lengkap,” imbuhnya.

Yaps, baik mobil maupun modifikasinya sendiri tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan selera sang pemilik. Lalu, seperti apa sih modifikasi offroad yang ideal mengingat sosok yang satu ini pernah melewati dari fase standar, spek medium hingga modifikasi ekstrim.

“Sebenarnya dengan modifikasi-kustom ekstrim offroad banyak kendalanya, tapi bisa diatasi dengan rajin cek kaki-kaki terutama setelah offroad. Karena kustom di kaki-kaki, jadi settingan yang paling lama dari keseluruhan proses bangun, ini harus sesuai dengan keinginan si pemilik — pas dan nyamannya seperti apa. Percuma high-spek kalau settingan nggak pas, mobilnya lari-lari. Jadi settingan kaki-kaki itu utama yang bikin modifikasi ideal,” jelas Yuli.

“Kalau bagi saya pribadi yang jadi acuan settingannya pas atau nggak adalah dipakai onroad harus nyaman, setidaknya mendekati kenyamanan seperti kondisi standar. Misal dikecepatan 120-140 km/jam tetap nyaman, berarti kalau buat offroad udah pasti enak. Setelah itu baru tampilan, kalau tongkrongannya garang kan enak dilihat. Jadi settingan yang pas, komponen yang sebaik mungkin dan tampilan harus beriringan. Itu ukuran ideal buat saya,” tuturnya. Ia berprinsip bahwa modifikasi offroad nggak memiliki batasan selama masih mempertahankan bodi bawaan pabrik.

Mengingat habitat sejati JK Wrangler berada di medan offroad, lantas apakah semua anggota JK One Chapter Jogja doyan offroad? Belum tentu! Kembali lagi ini soal kebutuhan dan ‘panggilan jiwa’ sang pemilik.

“Jadi di komunitas kami ada dua aliran, onroad dan offroad — yang onroad pun ada juga yang stylenya offroad tapi nggak berani turun medan lumpur. Memang dikomunitas kan beda-beda selera, tapi untuk menyatukannya di komunitas ini aja, nanti masalah prinsip mau dipakai apa itu tergantung jiwa pemiliknya,” tegas Yuli.

Yaps, setuju! Perbedaan selera bukan menjadi penghalang tapi justru membuat komunitas semakin berwarna. Ia menambahkan, “JK One Jogja itu prinsipnya kalau main sama keluarga jadi kalau pun offroad harus cari trek yang aman buat keluarga,” tutupnya. Iya dong, bapak senang, keluarga juga senang.

JK One Chapter Jogja sendiri memiliki tim spesialis offroad — Tim Bison yang terdiri dari 6 orang, ini seringkali mewakili komunitas dalam menghadiri ajang offroad.

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan