Home Did You Know? Langkah Mudah Merakit Mesin Untuk Drifting Ala Ikhsan Utama (last part)

Langkah Mudah Merakit Mesin Untuk Drifting Ala Ikhsan Utama (last part)

Okey.. kita lanjukan pembahasan mesin kita. Pada part 1, kita membahas bagaimana merakit ENGINE BLOCK, sekarang kita membahas sedikit lagi engine block dan ulas total Cylinder Head.

  1. Conecting Rod RATIO

Bagian ini adalah merubah kinerja Conecting Rod atau lebih di kenal setang seher, banyak engine builder tidak melirik efek yang di timbulkan bila kita merubah ini, karena dengan merubah ratio akan berdampak pada langkah kerja (stroke) mesin dan juga efek kompresi yang di berikan, ingat 1mm saja sudah sangat berasa, biasanya kita merubah ini 0.8-1mm. Bagaimana cara merubahnya? Bisa dari pergantian conrod atau sedikit akal-akalan yang tidak bisa kita bahas disini (rahasia pabrik) Ingat!! ini berdasarkan R&D dan juga ketelitian dalam perhitungan langkah mesin, bila tidak paham betul apa yang akan di kerjakan efek ini bisa sangat fatal untuk mesin, dari piston menabrak klep, Cylinder Head, bahkan Conecting Rod patah.

  1. Membersihkan Engine Block

Seperti yang kita bahas pada Part 1 kebersihan ada lah kunci dari ketahanan mesin, jadi bersihkan benar seluruh bagian engine block bukan hanya luarnya saja tetapi hingga bagian yang tidak tersentuh oleh jari, seperti oil passage, water jacket, block surface dll.. lalu bungkus jangan sampai ada debu lagi yang masuk kedalam mesin.

  1. Cylinder Head

NOW THIS IS WHERE THE MAGIC HAPPENS, menurut saya ( montir pinggir jalan bawah pohon pisang ) bagian Head dalam mesin adalah kunci dari segala power output yang akan di keluarkan dari sebuah mesin, dari airflow, volumetric effesiensi, kompresi dan lainnya.

  • Camshaft : pertama Camshaft atau yang lebih dikenal nokes as, Durasi, lift, LSA (Lobe seperation Angle) atau CAM CARD. Jangan meremehkan Camshaft standart!! bisa kita bikin maximal banyak cara dengan dial cam dll yang nanti kita bahas.
  • Porting intake dan exhaust port : Banyak yang salah persepsi dengan porting, banyak yang membuat semakin besar akan semakin bagus jawabnya TIDAK!!! NO!!.. untuk porting harus ada perhitungan diameter, sudut angle, roughness, dll. Faktor ini lah yang membuat airflow akan semakin bagus memasukin combustion chamber, karena bila hanya mengandalkan besar diameter, udara segar yang di tarik akan menjadi hampa alias NGEMPOS!!. Yang kita lakukan pada mesin ini saya mengadopsi venturi style pada intake port, dan extreme port pada exhaust port.
  • Chamber volume : cc volume adalah kunci dan bumbu dasar untuk compresion ratio yang akan kita adjust untuk mesin kita, selain mengukur cc pada chamber, fungsi ini pun untuk mengkoreksi atau menambah clearance pada piston dan klep, dan juga cc itu sendiri. Yang kita lakukan pada mesin ini kita menaikan 2 cc untuk clearance akibat kita merubah conrod ratio dan menghilangkan knocking.
  • Dial camshaft : Cara ini adalah mengatur sudut buka dan tutup camshaft dan juga overlap setiap cylinder, cara mengerjakannya dibutuhkan Dial Gauge dan juga degree wheel, pengerjaan ini adalah berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan juga basic dari 4 stroke engine, efek dari dial cam sangat lah berpengaruh untuk menentukan titik tertinggi torsi dan horsepower pada mesin, jadi dengan dial cam kita bisa menentukan dimana RPM optimum kita. Contoh kita mau menggeser camshaft in menjadi 115* dan camshaft ex menjadi 106* semua bisa di lakukan dengan dial cam dan melihat hasil dynonya bukan dari sugesti!!
  • 3 angle valve job : Pengerjaan ini ada lah merubah sudut payung klep untuk memaksimalkan asupan angin dari intake port yang akan melalui payung klep, sudutnya pun puna asal-asalan saja ada hitung-hitungan dan pengalaman agar memaksimalkan pengerjaan ini.
  • Instalasi Cylinder Head : Bagian dari finishing assembly full mesin dsini lah engine block dan cylinder Head surface harus benar-benar bersih dan rata karena bila tidak akan terjadi kebocoran atau keretakan karena kita mamakai baut ARP kita bisa mengencangkan baut Head lebih kencang dari spesifikasi standart pabrik, untuk mesin ini saya mengencangkan hingga 14Kg/cm dan pengencangan pun harus mengikuti prosedur langkah agar tidak terjadi pembengkokan paking head, cylinder head dll.

DYNO TIME!!

Inilah bagian yang paling seru…. Deg-degan penuh kerisauan dan penasaran bagaimana hasil dari pengerjaan mesin kita. Apakah berhasil, efisien, atau mungkin malah power drop atau tidak kuat. Disinilah mesin kita di test se maximal mungkin untuk mengetahui output power tertinggi pada mesin kita. Yup, isitlahnya mesin kita di perkosa sesadis-sadisnya dalam beberapa dan tau deh hasil kita berfungsi atau tidak. Jadi bukan hanya sugesti saja!!

Pastinya hasil dari semua langkah ini bisa buat saya berhasil meraih podium ketiga dalam ajang Kejurnas Drifting putaran pertama – Pertamax Motorsport IIMS Super Drift pada awal bulan lalu. Ga percaya, ini ada artikel tentang perjalanan saya di IIMS.

Selamat mencoba gengss….

Info gambar tambahan:

  1. Melepas Intake
  2. Cara mengukur Camshaft 1

3. Cara mengukur Camshaft 2

4. 3 angle valve job

5. Pengertian Dial Cam6. Pengertian Dial Camshaft

7. Pengertian Dial Camshaft 2

8. Statistik tekanan

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)