Home Did You Know? Lebih Tahan Mana Antara Accu Kering dan Accu Basah

Lebih Tahan Mana Antara Accu Kering dan Accu Basah

Jadi mana yang lebih bagus antara accu (aki) kering dan basah? Perdebatan tentu masih sering terjadi dan nyaris banyak yang mengatakan aki kering akan lebih bagus dari aki basah. Namun tahukah, pada dasarnya kedua aki ini masih tetap menggunakan cairan juga atau dengan kata lain masih ada unsur airnya. Jadi sebelum mencari mana yang lebih tahan lama, mari pahami tentang keduanya.

Aki kering yang lebih tepatnya disebut aki maintenance free (aki MF) merupakan perkembangan teknologi dari aki basah. Tetapi masih menggunakan cairan H2S04 atau dikenal aki zuur. Namun karena tidak terlihat maka dianggap aki kering. Dan berkat teknologi yang dapat meminimalkan penguapan air atau elektolit membuat aki ini tidak perlu mengecek maupun merawatnya.

Jadi antara aki basah dan aki MF masih tetap menggunakan air zuur tetapi karena air yang masuk ke dalam aki MF dapat berubah menjadi gel berkat dari separator yang mampu menyerap sehingga seperti pampers. Dan ini yang membuat aki seperti tidak ada air didalamnya saat digoncangkan.

Tetapi berbeda dengan produk Yuasa, aki MF yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan iklim tropis di Indonesia.”Udara yang cukup panas dapat membuat air aki tetap dapat menguap sehingga Yuasa tidak menggunakan sistem gel. Jadi tetap ada airnya untuk mengatasi penguapan, berbeda dengan iklim di Eropa yang udaranya dingin.” Ungkap Agustono.

Sedangkan bahan dasarnya antara kedua aki pun masih tetap sama yaitu timbel atau PB, tetapi bagian untuk penghantarnya telah menggunakan calcium sehingga disebut PbCA. Untuk model aki basah masih menggunakan antimon.

Antimon atau Sb memiliki sifat yang mereduksi air sehingga membutuhkan pengisian jika telah berada di tanda batas rendah yang ada di setiap aki basah. H2O yang menguap pada aki basah dapat membuat timbal bereaksi dengan udara di luar (oksidasi) sehingga timbel di sel aki dapat rusak. Oleh sebab itu air harus berada di atas tanda lower.

Jadi lebih tahan mana aki MF dan aki basah? Semuanya tentu masih berdasarkan kondisi kendaraan, gaya mengemudi, jarak tempuh hingga perawatan dari aki yang digunakan. Mungkin bagi yang ingin praktis pasti mengangap aki MF lebih unggul. Tetapi dengan aki basah, usia penggunaan dapat lebih panjang tetapi wajib rajin untuk memeriksa aki tersebut. Dan sebenarnya aki basah lebih cocok untuk iklim di Indonesia, namun semua kembali pada anda.

Sedangkan untuk merawat aki, ada 4 langkah yang harus dilakukan yaitu:
Pastikan tidak ada masalah pada sistem kelistrikan mobil, jika ada yang tidak beres maka aki akan mudah bermasalah.
Hindari memodifikasi yang membutuhkan daya berlebih dari kemampuan aki karena akan mudah tekor dan mengurangi usia pemakaian.
Saat memanaskan kendaraan, pastikan mencapai 2000rpm karena alternator baru bekerja setelah berada diatas rpm tersebut. Lakukan beberapa saat.
Periksa batas air pada aki agar tidak terjadi oksidasi.

Dan khusus untuk membeli aki MF, pastikan kode produksi yang tertera pada bagian aki tersebut. Kode produksi tersebut dapat memberikan info tanggal, bulan hingga tahun pembuatan.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)