Connect with us

Subscribe

Community

Memasuki Era New Normal, Ini 5 Tren Dalam Industri Otomotif

Selama beberapa tahun terakhir, kita melihat banyak perubahan dan inovasi yang begitu pesat dalam industri otomotif, sebut saja mobil self-driving, otonomos, dan mobil listrik yang belakangan ini mengguncang industri empat roda — jadi dapat dipahami bagaimana cara mereka beradaptasi pada masa-masa sulit bukanlah tantangan baru. Akan tetapi dengan munculnya pandemi corona menyebabkan semua sektor industri lumpuh, karyawan automaker yang dirumahkan tentu saja menghambat proses produksi, termasuk gangguan suplai komponen maupun suku cadang. Inilah yang membedakan, dimana corona mempercepat tren industri otomotif yang sudah berjalan tetapi belum diadopsi secara luas.

Setelah berbulan-bulan social distancing, perilaku konsumen tengah membentuk tren baru yang berdampak pada industri otomotif dan pembelian mobil saat memasuki fase “New Normal”. Dilansir dari laman Think With Google mengidentifikasikan bahwa new normal membentuk tren baru pada produsen mobil sekaligus industri otomotif yang terus bergerak maju. Menurut analisis Google, “Kondisi produsen mobil di tengah recovery perlu beradaptasi dengan siklus industri yang lebih cepat dan perencanaan yang lebih pendek. Mereka juga perlu memprioritaskan inisiatif yang paling adaptif dengan arah industri ini, seperti mengoperasionalkan pengiriman mobil ke rumah atau mendigitalkan proses pembelian mobil.”

Well, berikut adalah transformasi perilaku konsumen yang membentuk 5 tren baru dalam industri otomotif:

Sumber: Soundhealthandlastingwealth.com

  1. Maraknya penggunaan transportasi pribadi

Meningkatnya pilihan moda transportasi umum dan menurunnya minat terhadap car culture selama dekade terakhir telah menyebabkan sebagian konsumen kehilangan minat dalam kepemilikan mobil. Namun tren ini berubah seketika di masa pandemi corona. Yaps, mulai dari penghentian hingga pembatasan moda transportasi umum, kita dapat melihat fenomena meningkatnya konsumen terhadap transportasi pribadi. Ibarat rumah, mobil memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

Hasil studi dari Ipsos pada Maret lalu menunjukkan bahwa di Cina, perilaku masyarakat terhadap kepemilikan mobil pribadi, transportasi umum, dan solusi mobilitas ride-hailing (layanan transportasi dengan pemesanan online seperti Gojek dan Grab) telah bergeser pasca pandemi. Penggunaan mobil pribadi naik hampir dua kali lipat pada fase new normal, sementara taksi dan ride-hailing masing-masing mengalami penurunan penggunaan yang signifikan. Pula dikatakan bahwa sebagian masyarakat di Cina yang sebelumnya tidak memiliki mobil, mereka berniat untuk membeli mobil atas alasan kenyamanan dan kesehatan.

Dilansir dari Think With Google, para pekerja di AS kini kurang mengandalkan transportasi umum dan layanan ride-sharing, 93% responden mengatakan mereka lebih sering menggunakan mobil pribadi. Survei Cars.com yang berbasis di Chicago belakangan ini melaporkan bahwa 20% responden sedang mempertimbangkan pembelian mobil.

Sumber: Bbb.org

  1. Penawaran mobil melalui platform digital

Menurut Google, frekuensi pencarian (search) di AS untuk “apakah ini saat yang tepat untuk membeli mobil?” tumbuh sembilan kali lipat dalam empat bulan pertama 2020 selama lockdown. Jika sebelumnya konsumen mengandalkan platfrom digital hanya untuk membandingkan model dan harga mobil, kini pencarian lebih banyak berkaitan dengan penawaran.

Yaps, harga menjadi salah satu faktor berpengaruh bagi konsumen, jadi tak heran jika transaksi yang kini ditawarkan oleh produsen mobil meningkatkan minat orang terhadap pembelian mobil melalui platform digital. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi pemasaran digital menjadi semakin esensial bagi merek otomotif terlebih selama social distancing — disitulah konsumen membeli mobil secara online karena mereka tidak mungkin mengunjungi dealer.

Penawaran yang menggiurkan dapat mempercepat proses pembelian, misalnya 0% tingkat presentase pembiayaan tahunan dan diskon tunai menjadi pengaruh paling kuat dalam mempercepat pembelian mobil. Beberapa produsen mobil menawarkan kesepakatan pembiayaan tanpa bunga selama 6-7 tahun atau menawarkan penundaan pembayaran tanpa penalti. Sebut saja iklan Hyundai yang dirilis pada 30 Maret 2020 berisi tentang Hyundai Assurance, sebuah program yang mencakup pembayaran hingga enam bulan jika pembeli kehilangan pekerjaan mereka tahun ini karena dampak corona.

Sumber: Engadget.com

  1. Sensasi pengalaman layaknya di dealer

Ketika riset menunjukkan konsumen semakin bergerak secara online, minat pencarian melalui Google di AS untuk “dealer terdekat saya” turun 20% pada Maret 2020 dibanding Februari. Yaps, meskipun konsumen pindah berbelanja mobil secara online, ini tidak mengurangi keinginan mereka untuk merasakan pengalaman layaknya di dealer — artinya mereka ingin pengalaman itu bisa dilakukan di rumah.

Menurut artikel Think With Google, “Konsumen memberi peringkat aktivitas berikut dengan preferensi sebagai alternatif yang baik untuk kunjungan ke dealer, seperti: test drive dirumah, review video, showroom digital, konfigurator online, test drive VR, dan konferensi video.”

Selama pandemi, konsumen semakin beralih ke YouTube untuk menyoroti konten video yang berkaitan dengan model mobil yang diinginkan seperti test drive, review dari pakar otomotif, interior, dan lain sebagainya. Produsen mobil dan dealer kini harus memprioritaskan konten video dalam mempertimbangkan strategi pemasaran di masa depan.

Sumber: Carvana.com

  1. Pembelian mobil secara online dan layanan pengiriman ke rumah

Sebelum pandemi melanda, dealer telah menawarkan layanan pengiriman mobil tetapi hanya segelintir yang memiliki kemampuan online untuk melakukan penjualan penuh secara online. Selain itu, sementara sebagian proses belanja bisa dilakukan secara online, proses selanjutnya masih dilakukan secara offline. Namun dengan diberlakukannya social distancing selama pandemi sangat berdampak pada perilaku konsumen, disini dealer dituntut untuk beradaptasi lebih cepat.

Tentu saja, mobil tidak dapat dibeli hanya dengan sekali ketukan, tetapi menciptakan pengalaman pembelian secara online yang lebih praktis dan layanan pengiriman dapat meningkatan penjualan bagi produsen maupun dealer. Menurut Think With Google, 18% konsumen akan membeli mobil lebih cepat jika dapat melakukan pembelian penuh secara online, termasuk layanan test drive dirumah dan pengiriman mobil disajikan sebagai alternatif mereka tanpa harus berkunjung ke dealer.

Seperti halnya industri pada umumnya, industri otomotif akan mengevaluasi perilaku konsumen dan mengkalibrasi ulang strategi pemasaran dan penjualan, baik kini dan masa depan. Tidak ada yang mengetahui seberapa banyak perubahan akan terjadi, tetapi memahami pola pikir konsumen adalah langkah pertama untuk menjangkau konsumen dengan cara-cara baru untuk berbelanja dan berinteraksi dengan merek.

  1. Event live-stream

Adanya penundaan atau pembatalan pameran mobil dan konferensi besar di tengah pandemi, beberapa produsen terpaksa menunda peluncuran mobil baru, sementara lainnya melakukan peluncuran melalui event online. Sebut saja, peluncuran Hyundai Elantra 2021 pada pertengahan Maret lalu, event live-stream ini mampu menyedot lebih dari 800.000 viewer. Ini merupakan perubahan radikal bagi industri otomotif dalam meluncurkan mobil baru.

 

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Apakah Industri Mobil Berada di Titik Nadir Kala Wabah Corona?

Did You Know?

Uji Coba XPANDER AP4 Memberi Hasil Melebihi Harapan

Cars

Data Hasil Uji coba Mitsubishi XPANDER AP4 Akan Dianalisis Bersama Team Ralliart Selandia Baru

Cars

Uji Coba di Meikarta Memberi Masukan Berharga Bagi Pengembangan Mitsubishi XPANDER AP4

Cars

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan