Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Mengenal Penilaian Tes Kecelakaan Dari NCAP

Sumber: Cars.com

‘Five-star safety rating’ atau peringkat keamanan bintang lima, setidaknya istilah ini pernah anda dengar beberapa kali atau mungkin bagi anda yang memiliki kesadaran konsumen dalam memilih mobil yang aman, peringkat ini justru menjadi acuan saat anda sedang mencari mobil baru. Pada umumnya, masyarakat sangat mudah untuk berasumsi bahwa semua mobil baru adalah mobil yang relatif aman tetapi seperti yang dibuktikan oleh sejumlah automaker dalam tes kecelakaan, hasilnya mungkin tidak seperti yang anda harapkan. Yaps, tidak semua mobil baru didesain sama dalam hal keamanan.

Karena itu, NCAP hadir dalam memberikan penilaian keamanan mobil baru secara obyektif kepada konsumen di negara tertentu maupun global. NCAP atau singkatan dari New Car Assessment Program adalah otoritas keamanan mobil non-profit yang awalnya bermuara di Amerika Serikat (US NCAP) sejak 1978 dan kini telah tersebar di beberapa wilayah negara diantaranya Australia (ANCAP), Eropa (Euro NCAP), Latin (Latin NCAP), ASEAN (ASEAN NCAP), dsb — semuanya merupakan keluarga NCAP.

Sumber: Whichcar.com.au

Ketika awal berdiri, NCAP hanya menguji kemampuan mobil dengan skenario sederhana yakni dengan tabrakan frontal. Kini NCAP menjadi otoritas pengujian mobil paling terpercaya di dunia dan memberikan laporan komprehensif dari ratusan mobil model terbaru. Yaps, NCAP ditargetkan untuk meningkatkan standar keamanan dan kesadaran konsumen, dengan demikian mendorong pasar untuk memilih mobil yang lebih aman di negara tersebut.

Program ini mengambil mobil baru dan mensimulasikan kecelakaan dalam enam skenario umum sebelum menilai kerusakan pada mobil dan penumpang dummy di dalamnya. Fitur bantuan keamanan elektrik juga berkontribusi pada skor keseluruhan dan setiap mobil harus memenuhi atau melampaui skor minimum yang telah ditentukan disetiap kategori untuk mendapatkan peringkat bintang lima.

Tahun 2018, taruhannya menjadi lebih tinggi bagi automaker, yakni perubahan pada proses pengujian ANCAP dalam upaya agar lebih sejalan dengan skema pengujian Euro NCAP. Perubahan tersebut memperkenalkan penilaian tabrakan full-frontal, sementara penekanan lebih besar ditempatkan pada kemampuan mobil untuk melindungi anak-anak dan teknologi dalam menghindari tabrakan.

Sumber: Whichcar.com.au

Tahun 2020, sistem pengujian menjadi lebih ketat dengan tes keamanan yang lebih aktif, sementara pengujian side-impact kecepatannya ditingkatkan dari 10 km/jam menjadi 60 km/jam. Dibawah ini adalah proses pengujian mobil untuk menilai seberapa aman mobil tersebut untuk anda dan keluarga.

Tes Full-width Frontal

Pengujian ini dilakukan pada kecepatan 50 km/jam dan melihat lebar penuh (full-width) mobil menabrak dinding kokoh tanpa elemen yang dapat berubah bentuk. Mobil tersebut berisi dua dummy berukuran dewasa yang duduk di kursi pengemudi dan kursi penumpang di belakang. Ini guna mendorong automaker agar menggunakan sistem seat belt yang ditingkatkan seperti tensioner kursi dan load-limiters untuk penumpang di kursi belakang dan penumpang bertubuh kecil.

Sumber: Euroncap.com

Tes Frontal Offset

Untuk meniru skenario tabrakan gaya head-on, 50 persen bagian depan mobil dipaksa masuk ke penghalang aluminium berkecepatan 50 km/jam. Baik kecepatan dan perilaku penghalang aluminium seberat 1400 kg yang mudah dihancurkan mensimulasikan tabrakan dua mobil yang melaju dengan kecepatan yang sama.

Selama simulasi, dua dummy berukuran dewasa ditahan dengan (seat belt) baik pada dua kursi depan, sementara dua dummy berukuran anak-anak (6 tahun dan 10 tahun) diikat dengan tepat di kursi belakang. Sensor yang terpasang di kaki, lutut, lengan, kepala, dan leher dummy semuanya mendeteksi dan mencatat potensi cedera yang berkontribusi pada skor keseluruhan mobil.

Tes Side-Impact

Seperti namanya, tes ini dirancang untuk mensimulasikan dua mobil yang bertabrakan pada 90 derajat. Juga disebut sebagai ‘t-boned’, penguji NCAP menabrak troli seberat 1400 kg ke sisi mobil yang sedang diuji, dengan titik tumbukan menggunakan aluminium yang mudah dihancurkan untuk meniru efek remuk di bagian depan mobil lain. Troli melaju dengan kecepatan 60 km/jam pada titik tumbukan dan empat dummy yang sama ditahan (menggunakan seat belt) dengan tepat di dalam kendaraan.

Sumber: Prnewswire.com

Tes Pedestrian Protection

Sejumlah besar kasus kecelakaan lalu lintas yang fatal di kebanyakan negara, salah satunya disebabkan oleh mobil yang menabrak pejalan kaki. Dalam skenario ini, desain luar mobil dapat sangat mempengaruhi tingkat keparahan cedera, sehingga dilakukan serangkaian uji pejalan kaki sebagai bagian dari penilaian NCAP.

Tes ini mensimulasikan baik kepala berukuran anak dan orang dewasa yang menghantam kap mobil dan perkiraan cedera berikutnya, sementara hal yang sama dilakukan dengan simulasi kaki berukuran anak dan orang dewasa yang menghantam tepi depan mobil. Dalam semua skenario, mobil melaju dengan kecepatan 40 km/jam.

Tes Oblique Pole

Pada proses ini mobil meluncur ke tiang vertikal dengan kecepatan 32km/jam pada sudut 75 derajat. Tiang tersebut dimaksudkan untuk meniru pohon atau tiang telegraf dan melihat dampak pada mobil di sisi pengemudi serta menembus area yang sejajar dengan kepala pengemudi dummy. Tiga akselerometer yang terpasang di dalam kepala pengemudi guna mengukur kekuatan atau benturan yang akan dialami oleh calon pengemudi. Mobil yang dilengkapi dengan curtain airbag atau side airbag biasanya mendapat skor lebih tinggi dalam kategori pengujian ini ketimbang mobil tanpa side airbag.

Tes Whiplash

Dirancang untuk mengukur kekuatan yang dialami oleh kepala dan leher penumpang saat terjadi tabrakan dari belakang, kursi pengemudi mobil dilepas dan dipasang ke troli. Dengan dummy berukuran dewasa yang terikat seat belt dengan baik di kursi, troli kemudian didorong dengan kekuatan yang meniru mobil stasioner yang ditabrak dari belakang oleh mobil lain dengan akselerasi rata-rata 4,9 g dan 6,4 g. Selain akselerometer yang terpasang di dalam kepala dummy, sensor lain di leher mengukur gaya tekuk, geser, dan tegangan yang dirasakan selama benturan.

Sumber: Ancap.com.au

PENGUJIAN ACTIVE SAFETY SYSTEMS

Selain menguji mobil untuk menilai bagaimana mereka melindungi penumpang dan pejalan kaki saat kecelakaan, pengujian NCAP kini juga menekankan pada teknologi kendaraan dalam upaya menghindari kecelakaan pada tahap awal. Adanya skema pengujian baru ini, beberapa mobil baru kehilangan peringkat bintang lima meskipun memiliki skor perlindungan tabrakan yang baik karena mereka tidak memiliki teknologi bantuan pengemudi yang memadai seperti pengereman darurat otonomos. Pengujian Active Safety System meliputi:

 – Autonomous Emergency Braking (AEB)

Lebih dari 100 skenario pengujian AEB yang berbeda disertakan dalam penilaian NCAP terkait kemampuan mobil untuk mengerem secara otonomos pada laju kecepatan kota maupun highway untuk menghindari tabrakan mobil dalam kondisi diam, bergerak, atau mengerem. Pengguna jalan yang rentan atau disebut Vulnerable Road Users (VRU) seperti pejalan kaki dan pengendara sepeda juga diperhatikan termasuk cara teknologi ini beroperasi pada siang dan malam hari. Mulai tahun ini, pengujian diperpanjang untuk mencakup pengujian AEB Junction (sistem yang mendeteksi VRU selama belokan 90 derajat) dan AEB Backover yang menguji sistem pengereman otomatis terbalik.

– Automatic Emergency Steer (AES)

Tes lain yang diperkenalkan pada 2020, ini menguji mobil dengan teknologi yang relatif baru, dimana mendeteksi potensi tabrakan dengan pengereman mobil di depan dan mengemudi dengan aman di jalur yang berdekatan.

– Lane Support System (LSS)

Tes ini juga mencakup penilaian seperti Lane Keeping Assist dan Emergency Lane Keeping, termasuk kemampuannya untuk membaca berbagai marka garis guna membantu menghindari kecelakaan mobil yang keluar dari jalur dan jika memungkinkan, mencegah tabrakan dengan kendaraan atau rintangan yang berdekatan.

– Speed Assistance Systems (SAS)

Pembatas kecepatan manual, pengenal tanda kecepatan, dan sistem adaptasi kecepatan cerdas dinilai berdasarkan kemampuannya untuk memberi tahu pengemudi tentang batas kecepatan. Sistem tersebut bertugas untuk memperingatkan pengemudi jika kecepatan mobil melebihi batas atau ambang batas kecepatan yang ditetapkan, dan bagaimana sistem ini secara aktif mencegah mobil melebihi kecepatan yang ditetapkan atau batas kecepatan yang ditetapkan.

– Driver Monitoring Systems (DMS)

Mobil dinilai berdasarkan kemampuannya untuk memantau dan memperingatkan atensi atau pengemudi yang kelelahan berdasarkan sistem pemantauan dalam kendaraan dan input pengemudi mobil seperti kemudi, pengereman, dan akselerasi.

 

 

 

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Ford Perkenalkan Valet Parkir Otomatis di Detroit

Cars

BMW E28: Old But Hysteria

Cars

Defender 2021 Hadirkan Model PHEV, Diesel 6-silinder, & Opsi Paket Lainnya

Cars

OVERKIDS  CAR DRESS UP BENGKEL ‘MAKE OVER’ MOBIL

Community

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan