Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Mengenal Teknologi Komunikasi ‘Car-to-X’ & Perkembangannya

Sumber: Media.mercedes-benz.it

Adapun dunia yang semakin serba digital, tak heran jika sektor industri otomotif juga tidak ketinggalan. Melalui internet, hal-hal yang dulunya sulit dijangkau, kini perlahan-perlahan menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. Bahkan menghubungkan mobil anda ke internet bukanlah hal baru lagi, beberapa model mobil dapat dikunci melalui aplikasi smartphone.

Salah satu teknologi baru, Car-to-X, berupaya membuat perjalanan lebih cerdas yang memungkinkan mobil berkomunikasi dengan kendaraan lain atau infrastruktur di lingkungan sekitarnya. Car-to-X berada dibawah payung Vehicular Communication Systems yang menggunakan Dedicated Short Range Communications (DSRC). Adapun tiap pabrikan menjual teknologi dengan nama atau mereknya sendiri, anda dapat menemukan variasi seperti Vehicle to Vehicle (V2V), Vehicle-2-X (V2X), Car-to-World atau Car2X, tetapi semuanya bermuara pada prinsip yang sama.

Sumber: Visaliatimesdelta.com

 

APA ITU KOMUNIKASI CAR-TO-X?

Mobil berteknologi Car-to-X pada dasarnya menggunakan dua komponen utama, yakni GPS dan Wi-Fi seperti jaringan radio, DSRC. Sinyal radio ini digunakan untuk transmit informasi ke mobil lain dan infrastruktur di sekitar mobil. Nah, informasi ini mencakup posisi GPS mobil, kecepatan dan arah mengemudi, serta status transmisi, arah stir, dan prediksi rute. Informasi kemudian dibagikan ke pengemudi lain melalui Car-to-X di mobil mereka, dan menampilkan pesan di dasbor mobil.

Misal, sebuah mobil mentransmitkan bahwa ia sedang mengerem secara tak terduga, pengemudi lain akan mendapat peringatan bahkan sebelum mereka menyadari bahaya itu sendiri. DSRC memiliki jangkauan komunikasi sekitar 300 meter, tetapi ini tentu saja dapat ditangkap oleh tower sinyal dan dikompilasi untuk dibagikan dengan tower lain, dengan demikian memperpanjang komunikasi jika diperlukan.

Car-to-X dapat memperingatkan pengemudi terhadap bahaya seperti kondisi jalan yang buruk, kendaraan lain yang mogok, dan kendaraan darurat yang mendekat. Ini juga dapat berkomunikasi dengan sistem kontrol lalu lintas seperti lampu lalu lintas (dengan asumsi menggunakan sensor) guna mengurangi waktu menunggu di lampu lintas dan meningkatkan arus lalu lintas. Ibaratnya, Car-to-X adalah indera keenam pengemudi.

Sumber: Flipboard.com

 

PENGGUNAAN CAR-TO-X PADA MERCEDES-BENZ

Mercedes-Benz merupakan salah satu produsen mobil yang menggunakan teknologi ini. Seperti kita ketahui, dalam sepanjang sejarah, Mercy memiliki komitmen tinggi terhadap keselamatan penumpang, terbukti pada sederet inovasinya. Yaps, Mercy adalah automaker pertama yang menawarkan sistem ABS 4-wheel elektrik yang dikembangkan oleh Bosch sebagai fitur opsional tahun 1978.

Seiring waktu, inovasi sistem keselamatan terus dikembangkan untuk industri otomotif termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Emergency Braking (AEB), dan kamera cadangan belakang, yang semuanya umum digunakan pada mobil masa kini.

Tahun 2013, Mercedes-Benz mulai memperkenalkan fitur teknologi yang disebut Car-to-X Communication, dimana disematkan sebagai fitur standar atau opsional pada model Mercedes-Benz. Teknologi terbaru untuk mobil penumpang adalah komunikasi Vehicle to Vehicle (V2V) dan komunikasi Vehicle-to-Infrastructure (V2X) — ini tengah dikembangkan seiring dengan peluncuran jaringan seluler 5G, yang memungkinkan komunikasi V2X latensi-rendah melalui jaringan 5G.

Menurut Dr. Christian Weiss, Mercedes-Benz Development Car-to-X Communication Chief, komunikasi Car-to-X adalah pertukaran informasi berbasis radio antar kendaraan, serta antar kendaraan dan infrastruktur lalu lintas. V2X atau V2V memungkinkan mobil untuk ‘berbicara’ satu sama lain melalui jaringan seluler, serta dengan lampu lalu lintas dan sensor jalan lainnya.

Sumber: Caranddriver.com

 

TEKNOLOGI V2X PADA MERCEDES-BENZ E-CLASS

Mulai tahun 2017, semua model Mercedes-Benz E-Class telah menjadi fitur standar dengan teknologi komunikasi Car-to-X. Fitur ini termasuk dalam fitur keselamatan pada model Mercy lainnya termasuk sedan C-Class 2020.

Pada Mercy E-Class terbaru, saat pengemudi mendekati area berbahaya, akan muncul peringatan suara dan visual di dasbor. Hal ini memberi pengemudi cukup waktu untuk bersiap menghadapi situasi dengan menyesuaikan kebiasaan mengemudinya, termasuk memperlambat. Pengemudi juga dapat mengirim peringatan ke kendaraan lain secara manual, sama halnya aplikasi navigasi Waze yang meminta pengguna untuk melaporkan kecelakaan di sepanjang rute mereka.

Sumber: Mercedesbenz.starmotorcars.com

Jaringan keamanan V2X Mercedes-Benz berasal dari prinsip sederhana yakni setiap kendaraan berteknologi Car-to-X dapat menerima dan mengirim peringatan secara bersamaan dan mandiri. Pula dapat terhubung dengan infrastruktur lalu lintas smart city guna membantu laju lalu lintas lebih efisien.

Teknologi ini dianggap sebagai ‘pengenalan’ penting sebelum mobil otonomos dapat digunakan secara luas di jalan umum. Manfaat utama dari sistem V2X Mercedes Benz adalah dapat mengumpulkan informasi dari titik-titik di luar bidang penglihatan pengemudi, seperti di area sudut.

Mercedes-Benz berharap teknologi ini menjadi universal, yang berarti bahwa kendaraan dari berbagai automaker dapat saling mengirim dan menerima peringatan. Tentu saja komunikasi Car-to-X akan lebih efektif jika jaringan informasi lebih diperketat demi meningkatkan keamanan, kenyamanan dan efisiensi dalam berlalu lintas.

Sumber: Itsinternational.com

 

DUKUNGAN DARI NEGARA UNI EROPA

Pada Juni 2019, kerja sama dengan pemetaan dan layanan lokasi perusahaan HERE Technologies dan Tom Tom, otoritas transportasi di enam negara Eropa serta automaker Daimler, BMW, Ford, dan Volvo tengah menguji bagaimana informasi jalan dapat diteruskan menggunakan teknologi Car-to-X. Fase tes dijadwalkan berlangsung selama satu tahun, dimulai di Belanda.

“Komunikasi Car-to-X berpotensi secara signifikan dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya. Dengan proyek ini kami meningkatkan pendekatan sebelumnya ke tingkat yang baru dimana pertama kalinya kami memiliki banyak mitra yang berkompeten tinggi, sehingga pesan peringatan dapat menjangkau banyak pengguna jalan secara real time. Ini dapat menyelamatkan nyawa,” cetus Sajjad Khan, Wakil Presiden Eksekutif, Anggota Dewan Divisi, Mercedes-Benz, Connected, Autonomous, Shared & Services, dan Electric (CASE).

Proyek uji coba ini sejalan dengan tujuan Uni Eropa sebagai bagian dari diskusi “Safety Related Traffic Information” (SRTI) pada 2013 lalu. Dengan inisiatif ini, mitra proyek mendukung Komisi UE dalam upaya untuk mempromosikan pengembangan jaringan dan sistem transportasi cerdas. Target secara substansial adalah untuk mengurangi jumlah kematian dan cedera serius di Eropa tahun 2050. Kementerian transportasi di Jerman, Spanyol, Finlandia, Luksemburg, Belanda dan Swedia mendukung proyek tersebut.

Bagi pengemudi yang ingin menjaga privasi data, seluruh aliran data dapat dianonimkan. Namun selama proyek uji coba berlangsung, aliran data dalam ekosistem tertutup, dimana hanya dapat diakses oleh mitra proyek. Sementara Daimler mengatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang dikumpulkan dari armada uji. Mobil Mercy yang terlibat dalam proyek ini mengirimkan semua datanya dalam bentuk anonim. Setiap pesan hanya berisi informasi tentang insiden beserta stempel waktu.

Sumber: Itsinternational.com

 

PENGGUNAAN V2X PADA FIRST RESPONDER

First responder atau kendaraan darurat seperti ambulan, polisi, pemadam kebakaran, dsb, menggunakan jenis teknologi V2X yang sama dan saat ini sedang dikembangkan oleh start-up HAAS Alert, Chicago, Illinois. Perusahaan menyebutnya sebagai komunikasi Responder-to Vehicle (R2V), ini memberi peringatan terhadap kendaraan sekitar bahwa kendaraan darurat akan melintas atau mendekat dan dari arah mana sehingga memberi pengemudi waktu yang cukup untuk menepi, berhenti atau balik arah.

Dalam program percontohan, HAAS Alert bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran di kota Grand Rapids. Dikatakan bahwa peringatan secara otomatis dikirim setiap kali lampu atau sirene kendaraan darurat diaktifkan oleh transponder yang terpasang di truk pemadam kebakaran. HAAS Alert berhasil menyelesaikan uji coba di Grand Rapids dan memperluas layanannya ke sekitar 100 kota lainnya, kata perusahaan itu.

Seperti halnya sistem Car-to-X Mercedes-Benz, teknologi HAAS Alert dirancang agar pengendara lain memberi ruang pada kendaraan darurat, sehingga memungkinkan mereka tiba di tempat kejadian dengan lebih cepat dan lebih aman.

 

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan