Home Did You Know? Mengupas Mitos Tentang Oli Mesin

Mengupas Mitos Tentang Oli Mesin

Kita semua tahu bahwa mesin mobil pasti membutuhkan oli untuk bekerja dengan halus. Peran dari oli mesin adalah untuk melumasi semua bagian mobil yang bergerak, untuk melindungi dari korosi karat, dan dengan additive deterjen modern yang ditambahkan untuk menjaga mesin bebas dari lumpur atau endapan.

Tetapi kebanyakan kita tahu bahwa tidak semua tentang oli mesin tersebut benar. Contoh adalah apakah perlu mengganti oli mesin anda setiap 5000 km? dan ketika oli mesin berubah menjadi gelap apakah itu berarti bahwa kita telah membiarkan endapan ada di dalam mesin?

Ya baiklah, semua itu adalah mitos dan kita akan mengupasnya dengan beberapa fakta mengenai oli mesin. Ketika anda membeli oli mesin, sangat penting untuk mengetahui viskositas oli tersebut, yang merupakan petunjuk tingkat kekentalannya. Semakin kecil tingkat viskositas oli, semakin mudah oli tersebut bergerak di dalam mesin dan melumasi part-part yang bergerak. Oli mesin yang baik adalah tidak terlalu kental yang menyebabkan sulit mengalir ataupun terlalu encer yang menyebabkan oli tersebut lancar melewati mesin anda seperti air.

photo 2

Ada dua cara untuk mengetahui tingkat viskositas oli, yaitu single grade dan multi grade. SAE 30 merupakan contoh dari single grade. Ini berarti organisasi yang disebut Society of Automotive Engineers (SAE) melakukan percobaan kepada oli di dalam tabung yang sudah distandarisasi dan diukur waktu yang diperlukan oleh benda pengukur yang dimasukkan ke dalam oli lalu bergerak dari ujung ke ujung tabung dalam waktu detik. Nilai viskositas merupakan angka dalam detik yang dibulatkan menjadi kelipatan sepuluh. Jadi SAE 30 berarti oli membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk mengalir melewati tabung percobaan.

photo 3

Sangat disayangkan, bahwa oli berubah tingkat viskositasnya ketika mendapat panas dan single viscosity rating hanya memberikan gambaran aliran oli ketika memanas. Bagaimana jika kita perlu menghidupkan mesin di daerah yang dingin misalnya saat musim salju? Maka oli jelas akan mengalir lebih lambat, jadi cold viscosity rating juga perlu. Multi grade rating memberikan kita informasi keduanya, viskositas ketika panas dan dingin. Untuk oli 10W-30, 30 sama artinya dengan SAE 30 untuk oli yang panas, tetapi 10W merupakan viskositas ketika oli tersebut dingin, ini menurut standarisasi yang dikembangkan oleh SAE untuk penggunaan oli saat musim salju. Dan itu lah maksud dari huruf “W” yaitu untuk kata winter.

Jika anda teliti dalam menjaga mesin kendaraan agar tetap sehat, mungkin anda akan cemas ketika oli berubah menjadi kotor dan itu akan menyebabkan endapan di dalam mesin. Kemudian anda mengangkat tongkat pengukur oli dan memeriksa warna oli dari ujung tongkat tersebut. Kemungkinan yang ada, oli berubah menjadi gelap, tidak lagi berwarna cerah seperti saat oli tersebut masih baru. Itu berarti sudah menjadi kotor untuk digunakan bukan? Ada endapan di dalam mesin dan harus segera diganti.

photo 4

Salah. Fakta yang benar adalah kebalikannya. Jika anda menggunakan oli yang mengandung deterjen (kebanyakan oli modern saati ini pasti ditambahkan deterjen sebagai aditivenya), oli bekerja sebagaimana mestinya, mengumpulkan partikel-partikel kecil yang dapat menyebabkan endapan dan menahannya dalam ikatan di oli tersebut sehingga tidak terjadi endapan. Oleh karena itulah mengapa oli menjadi gelap warnanya, peristiwa ini tidak menghalangi oli dari fungsinya melumasi dan melindungi permukaan metal di dalam mesin. Tentu saja oli mempunyai titik maksimal dalam mengikat partikel-partikel ini dan tetap butuh penggantian secara berkala sesuai rekomendasi pabrik kendaraan anda, jangan mengganti oli berdasarkan warna yang ada pada tongkat ukur oli.

Dulu hampir semua pembuat kendaraan merekomendasikan sebaiknya oli kendaraan diganti setiap 5000 km. penggunaan oli melebihi ketentuan tersebut akan menimbulkan endapan, yang mana tidak hanya dapat menurunkan performa tetapi dapat menjadikan part-part mesin dalam keadaan bahaya.

Ini tidaklah lagi benar. Oli dengan deterjen dan additive modern, dapat meningkatkan kemampuan viskositas oli dan dapat menjalankan fungsinya hingga 12000 km baru perlu diganti. Namun anda masih akan sering mendengar bahwa perlu penggantian oli setiap 5000 km terutama oleh orang-orang yang menjual oli. Tidak sedikit pengguna yang memecahkan mitos ini, menyatakan bahwa penggunaan aman hingga di atas 5000km keculai anda membawa kendaraan di bawah kondisi yang tidak lazim seperti mengemudi stop and go di kemacetan, tidak sampai 12000 km mengganti oli adalah baik untuk mesin anda.

photo 5

Additive ini sudah ditambahkan sebelum anda membeli oli untuk meningkatkan nilai viskositasnya sehingga oli memiliki range temperature yang menyebabkan oli dapat mengalir dengan baik di dalam mesin dan di berikan additive detergent sehingga dapat menjaga mesin anda bebas dari endapan. Kebanyakan juga termasuk additive yang mencegah korosi dari karat dan menjaga permukaan metal.

Dengan kesemua additive yang telah dimasukkan di dalam oli jika ditambahkan lebih banyak lagi additive maka akan mencairkan apa yang sudah ada dan mengurangi keefektifan oli. Lihat manual kendaraan anda apakah diperlukan additive khusus, tetapi ini sepertinya jarang kecuali untuk mesin-mesin exotic high-performance.

Kembali tahun 1970 ketika oli sintetis (oli yang tidak berasal dari minyak tetapi dari bahan kimia seperti polyalphaolefins) pertama kali menjadi popular, tetapi oli ini tidaklah berfungsi baik dengan seal dan gasket di dalam mesin mobil. Oli ini membuat seal menyusut yang mana oli berbahan dasar minyak tidak melakukan ini, dan menyebabkan banyak oli berceceran keluar secara misterius di tempat anda parkir. Beberapa orang tetap takut menggunakan oli sintetis ini yang dapat menyebabkan kebocoran dan mereka melanjutkan menggunakan oli yang berasal dari minyak.

photo 6

Ketakutan ini sebenarnya tidaklah terbukti. Pabrik pembuat oli telah lama mempelajari dan meriset ulang formula oli sintetis nya sehingga tidak menyebabkan seal-seal mesin menyusut. Tetap ada kemungkinan oli sintetis ini menyebabkan kebocoran apabila digunakan pada mesin mobil tua yang sudah bertahun-tahun menggunakan oli berbahan dasar minyak. Oli sintetis dapat membersihkan endapan yang dulunya menutupi retakan atau celah di seal-seal mesin yang selama ini mencegah kebocoran dan sudah berada disitu dalam waktu yang lama. Masalah ini mungkin tidak akan terjadi pada mobil keluaran baru, tetapi bila anda menggunakan mobil katakan yang umurnya lebih dari 15-20 tahun yang lalu sebaiknya tidak tiba-tiba merubah keputusan menggantinya menggunakan oli sintetis.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)