Home Issue Cars Mobil Menggunakan DRL Kok Ikutan Di Tilang?

Mobil Menggunakan DRL Kok Ikutan Di Tilang?

Pihak kepolisian lalu lintas mulai 11 Oktober 2017 tengah merazia kendaraan pribadi yang menggunakan lampu rotator dan juga sirine. Kedua lampu tersebut tak bisa sembarangan dipasang karena harus sesuai peruntukan sesuai dengan Undang-undang selain itu juga. Hal itu bisa dilihat pada akun instagram milik TMC Polda Metro, dalam waktu sepekan terakhir terlihat akun tersebut memposting foto saat polisi sedang menertibkan mobil maupun motor yang masih nekat memasang rotator di kendaraannya.

Tetapi ada beberapa hal yang mengganjal, karena beberapa kendaraan yang menggunakan lampu Daytime Running Light (DRL) malah terkena razia. Bahkan sempat ada seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya bercerita di medsos kalau mobilnya ditilang karena menggunakan DRL. Dan orang tersebut tidak terima dan merasa tidak melakukan pelanggaran apapun, karena mobil yang dia gunakaan adalah Toyota Fortuner TRD Sportivo 2013 yang sudah ada DRL dari pabrikannya. Walaupun pada akhirnya lolos tidak ditilang, tetapi pemilik mobil Fortuner ini merasa kok polisi tidak bisa membedakan mana DRL mana Rotator.

Berbicara tentang lampu Daytime Running Light (DRL) sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Beberapa tahun terakhir pabrikan-pabrikan mobil telah memasang lampu DRL pada setiap produksi mobilnya. Diawali pada mobil-mobil buatan Eropa yang mengadopsi lampu DRL agar pengendara tak perlu repot-repot menyalakan lampu saat melintasi di jalan terowongan atau ketika jalanan gelap.

Semakin kesini mobil-mobil buatan pabrikan Jepang pun sudah mengikuti hal itu dengan alasan memudahkan pengendara. Namun jika melihat pada Peraturan Pemerintah No.55 Tahun 2012 pasal 23 soal sistem lampu dan alat pemantul cahaya yang boleh dipasang di kendaraan memang belum mengatur tentang lampu DRL di dalamnya.

Ada 11 ketentuan mengenai lampu yang bisa digunakan di kendaraan sesuai dengan pasal itu yaitu:

1. Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;
2. Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;
3. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
4. Lampu rem berwarna merah;
5. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;
6. Lampu posisi belakang berwarna merah;
7. Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;
8. Lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;
9. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
10.Lampu tanda batas dimensi Kendaraan Bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk Kendaraan Bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang;
11. Alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor.

“Nah itu kan syarat lampu-lampu yang diatur dan boleh dipasang di kendaraan. Di luar itu nggak boleh. Jadi orang nggak boleh pasang lampu-lampu di luar ketentuan karena akan menyilaukan dan lain-lain,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa. Bagaimana menurut kalian haruskah DRL dilarang digunakan di Indonesia?? Silahkan komen dibawah.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)