Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Nggak Perlu Repot Dengan 8 Fitur Elektrik!

bmwblog.com

Tak bisa disangkal bahwa bagi sebagian orang offroad kerap menjadi obat penawar dikala suntuk dengan kerjaan yang menumpuk apalagi bagi mereka yang menghabiskan kesehariaannya di kota besar. Yaps, offroad seakan memberikan angin surga.

Sistem komputerisasi telah menjadi bagian dari mobil sejak era 90an, tetapi belakangan teknologi komputerisasi semakin berkembang dan dibenamkan pada mobil 4×4 untuk memberikan tenaga dan stabilitas ekstra dalam menaklukkan medan offroad maupun kondisi jalan yang kurang memadai.

Jaman sekarang mobil 4×4 modern dilengkapi dengan fitur teknologi elektrik, mengendarai jip seharusnya tidak sesulit dulu dan tentunya memberi kemudahan bagi penggunanya. Adapun demikian, faktanya para penggiat offroad terutama ‘pemain lama’ masih mengandalkan teknik dasar saat offroad. Bahkan menurut apa yang saya lihat, pada sebagian orang fitur-fitur tersebut di non aktifkan/ dihilangkan demi modifikasi kustom. Kemungkinan sejumlah fitur ini malah justru mengganggu/ menghambat proses mereka saat di kondisi tertentu.

Fenomena fitur elektrik mungkin belum menjadi kebutuhan primer para pehobi offroad, paling tidak untuk saat ini. Apa saja sih fitur elektrik yang dapat anda temukan pada mobil 4WD masa kini? Berikut kilasannya.

 

  1. Electronic Traction Control (ETC)

Pada prinsipnya fitur ETC berfungsi untuk membatasi selip roda dan mencegah roda mobil spinning saat melintasi permukaan jalan yang licin atau basah. Fitur ini diterapkan pada hampir semua jenis mobil 4WD, beberapa juga diterapkan pada konfigurasi penggerak RWD, FWD dan AWD. Mungkin anda sedikit bingung, apakah fungsinya sama dengan Electronic Stability Control (ESC)?

Well, kedua sistem ini biasanya ditemukan pada mobil dengan ABS, yang membedakan adalah ETC tidak ‘memotong’ tenaga mesin dan menggunakan rem saat offroad. Sebagian besar jip dibekali saklar pemutus untuk ESC, sementara yang lain off secara otomatis ketika anda masuk ke low gear 4WD. Sedangkan ETC bekerja dengan menerapkan rem pada roda yang memiliki daya cengkeram atau traksi paling sedikit dan meneruskan tenaga penggerak ke roda lainnya. Kelemahan dari sistem ini adalah karena aplikasi rem otomatis, justru menghambat saat anda melakukan momentum.

 

  1. Center Differential Lock

Sistem ini bekerja secara elektrik dan dibenamkan pada mobil 4WD, meskipun juga tersedia pada sebagian mobil AWD. Berfungsi mengunci gardan depan dan belakang dengan otomatis, secara mekanis membuat keduanya berputar secara bersamaan. Alhasil semua roda dapat berbelok secara bersamaan terlepas dari traksi yang tersedia disalah satu roda. Pada sebagian besar mobil jip, biasanya tersedia switch untuk mengaktifkan fitur ini tetapi beberapa model aktif secara otomatis setelah anda memindah tuas 4WD ke matic atau low gear. Center Differential Lock biasanya digunakan saat terjebak didalam lumpur atau permukaan jalan yang tidak rata. Bahkan sering digunakan pada mobil balap atau drifting untuk mempertahankan traksi selama manuver berkecepatan tinggi.

 

  1. Terrain Management System

Teknologi ini bekerja dengan menyesuaikan bagaimana mesin, transmisi, dan rem akan merespon berdasarkan pengaturan mengemudi. Terrain Management System beroperasi secara terpisah dari transfercase dan ideal untuk kondisi offroad ringan hingga sedang. Kelemahannya adalah penggunaan yang terlalu lama pada kondisi medan ekstrim dapat menyebabkan oli transmisi matic menjadi panas, sehingga perlu waktu untuk mendinginkannya. Kondisi seperti ini menyebabkan perlunya Center Differential Lock. Terrain Management System diperkenalkan oleh Ford yang dibenamkan pada model Everest, Explorer dan Ranger.

 

  1. Hill Start Assist (HSA)

HSA mendeteksi gerakan mobil saat tanjakan melalui sensor. Fungsi utamanya adalah mencegah mobil merosot atau meluncur ke belakang selama 2-3 detik. Teknologi ini membuat sistem rem tetap bekerja walaupun pengemudi tidak menginjak pedal rem. Misalnya, saat di tanjakan pengemudi memindahkan kaki dari pedal rem/ kopling ke pedal gas, fitur ini bertugas menahan supaya mobil tidak meluncur mundur. HSA sangat efektif bekerja pada mobil bertransmisi manual dan kini mulai merambah ke segmen mobil crossover atau SUV compact harga 300 jutaan.

 

  1. Obstacle Warning Alarms

Sistem ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan sensor parkir hanya saja lebih sensitif. Diciptakan untuk mendeteksi elemen di permukaan jalan seperti batu, batang pohon atau lainnya yang berpotensi menghalangi proses mengemudi. Fitur ini akan mengeluarkan alarm peringatan jika mobil berada didekat obstacle/ penghalang. Obstacle Warning Alarms bisa jadi sangat membantu atau justru mengganggu lantaran fitur ini dirasa sangat sensitif bahkan terhadap tumpukan daun atau tanah yang dapat memicu alarm peringatan.

 

  1. Off-road Cruise Control/ Trail Control

Off-road Cruise Control atau juga disebut Trail Control buatan Ford, pada dasarnya untuk mengontrol pedal gas dan rem mobil. Fitur ini bertugas membagi secara otomatis torsi mesin ke empat roda dan melakukan pengereman. Lantaran dapat diaktifkan di kecepatan 1,6-32 km/jam, jadi singkatnya fitur ini dapat mempertahankan level kecepatan dan beradaptasi tergantung pada kondisi jalan yang dilalui. Selain diaplikasikan pada Ford F-150 Raptor 2019, fitur yang sama juga terbenam pada Range Rover.

 

  1. Intelligent Manual Transmission (iMT)

Teknologi yang disematkan pada hampir semua model 4×4 buatan Toyota dan Corolla Hatchback 2019 ini bertanggung jawab menyesuaikan putaran mesin dan kecepatan roda saat pengemudi melakukan perpindahan gigi. Sehingga menghasilkan transisi gear yang lebih mulus dan traksi yang lebih baik. Fitur ini membuat anda bak pengemudi terlatih, selain itu memberikan kenyamanan bagi penumpang.

 

  1. Automatic Off-road Mode

Fitur canggih ini dapat anda temukan pada mobil 4WD dengan kisaran harga premium seperti Volkswagen Amarok dan Skoda Kodiaq. Automatic Off-road Mode diklaim sebagai fitur ‘menu pembuka’ untuk mobil otonom berspesifikasi offroad. Hanya dalam sekali tekan, tombol ini mengaktifkan fitur-fitur lainnya yang diperlukan untuk mendukung penggunaan offroad diantaranya Hill Descent Control dan kalibrasi ABS sehingga mobil dapat bekerja lebih maksimal.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Ini Alasan Mengapa Toyota Membuat Merek Lexus

Did You Know?

KTCI Bekasi Raya – Berbagai Tips ‘Touring Dengan Hewan Peliharaan’

Did You Know?

6 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Memodifikasi 4X4

Did You Know?

Para Wanita Bernyali Besar Penggilas Aspal

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan