Connect with us

Subscribe

Garage

Panduan Seputar Velg Tokcer Buat Tunggangan Offroad mu – Part 1

Jika FnL pernah membahas seputar ubahan suspensi, mengganti roda standaran dengan merk aftermarket juga menjadi salah satu modifikasi yang paling umum terjadi. Adapun bagi sebagian orang melakukan hal ini hanya untuk kebutuhan kosmetik semata, akan tetapi bagi anda yang sedang melakoni hobi baru yakni offroad, tak lain untuk menambah ketinggian mobil dan ban yang lebih agresif melahap permukaan tanah dan bebatuan.

Seiring mobil 4×4 modern menjadi lebih beragam, demikian pula yang terjadi pada pilihan velg. Hampir semua jenis dan model velg sesuai kebutuhan dan keinginan tersedia dipasaran. Namun lagi-lagi tak sedikit yang salah pilih untuk mengimbangi kebutuhan mobil 4×4 anda. Backspacing dan diameter yang salah justru mengakibatkan masalah baru. Belum lagi velg yang baru saja dibeli ternyata tidak fit dengan sistem suspensi atau kurang pas dengan kaliper rem anda. Masalah yang kemungkinan terjadi ini dapat dihindari dengan riset singkat sebelum anda membeli.

Setiap modifikasi yang dibangun tentu memiliki banyak faktor untuk dipertimbangkan, sehingga dengan berbekal informasi anda dapat memilih roda yang tepat sesuai kebutuhan 4×4 anda. Berikut informasi penting seputar roda yang perlu anda ketahui.

VELG BESI

Selain berburu satu set velg bekas, setidaknya anda bisa mendapatkan velg baru paling murah untuk tunggangan offroad andalan anda yakni velg besi atau biasa disebut velg kaleng. Yaps, harga velg besi seperempat dari harga velg aluminium dengan ukuran yang sama. Meskipun lebih murah bukan berarti tidak berkualitas, kelebihannya adalah velg besi diklaim sangat kuat. Tak seperti velg aluminium yang lambat laun mengalami retak apalagi jika sering terbentur elemen keras pada saat offroad, sedangkan velg besi cenderung melengkung. Artinya velg besi lebih mudah diperbaiki.

Hanya saja faktor bobot menjadi kelemahan dari velg besi dibanding velg aluminium berukuran sama. Bobot per velg besi sekitar 10-15 kg, mungkin terdengar kecil tetapi akan sangat berpengaruh pada laju dan kinerja mobil anda, belum lagi ditambah masalah karat. Offroad dengan jam terbang tinggi menggunakan velg kaleng dapat merusak lapisan cat dan powdercoat, sehingga jika tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan masalah yang serius. Secara keseluruhan, velg kaleng bisa menjadi alternatif yang pas untuk kantong anda, tetapi tergantung bagaimana dan seberapa sering anda menggunakannya di trek offroad.

VELG CAST ALUMINIUM

Velg cast aluminium adalah jenis velg yang paling umum dijual dan harganya relatif terjangkau lantaran teknik pembuatannya terbilang mudah yakni dengan cetakan atau cor. Sejumlah velg cast replika buatan Cina juga ramai beredar dipasaran. Meskipun bermaterial alumunium, namun velg ini tergolong berat dan daya kekuatannya lebih rendah dibanding velg forged.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan velg besi, tentu velg cast lebih ringan, anda juga tidak perlu khawatir masalah karat. Kelemahannya adalah velg cast rentan terhadap benturan. Mengingat teknik velg ini dicor, anda lebih sering melihat varian dan desain unik pada velg cast aluminium.

VELG FORGED ALUMINIUM

Dalam dunia perdagangan velg, velg forged aluminium menempati posisi teratas lantaran teknik pembuatannya dengan cara ditempa atau dipress sehingga menghasilkan material yang padat, kuat namun ringan. Maka tak heran jika sejauh ini velg forged adalah opsi termahal, karena pembuatannya yang rumit dan peralatannya yang mahal, alhasil menciptakan produk berkualitas. Velg jenis ini dulunya ditargetkan ke pasar motorsport, seiring waktu semakin memikat kalangan pecinta truk diesel dan mobil towing. Tak lain karena kekuatan dan kemampuannya menanggung beban maupun daya tarik.

Dalam kasus tertentu, pembalap offroad cenderung menggunakan velg cast daripada forged, selain karena harganya lebih terjangkau, alasan utamanya adalah mereka lebih efektif mengganti velg yang rusak daripada mengganti komponen suspensi yang relatif rumit.

BACKSPACING & OFFSET

Pabrikan velg biasanya mencantumkan angka backspacing dan offset. Untuk menentukan angka backspacing, ukur dari permukaan mounting ke bibir terluar velg. Semakin kecil angka backspacing, semakin jauh jarak luar dari lubang velg. Misalnya, velg dengan backspacing 4 inci, ban akan terlihat keluar dari bodi mobil dengan backspacing 6 inci.

Sedangkan definisi offset (ET) secara umum adalah jarak ketebalan antara garis tengah velg ke hub roda yang diukur dengan satuan milimeter. Offset dianggap positif jika mengarah ke bagian luar roda dan negatif jika cenderung menjorok ke  bagian dalam. Antara backspacing dan offset, backspacing biasanya lebih dikritisi, perbedaan hanya setengah inci dapat berdampak besar pada hasilnya apakah velg yang dipasang akan bekerja dengan baik untuk 4×4 Anda.

Sebagian besar pabrikan velg mencantumkan angka backspacing lebih tinggi untuk menjaga ban tetap fit terpasang dengan rapi dan mengurangi kemungkinan kerusakan pada balljoint dan bearing roda. Backspacing 4×4 akan sangat bergantung pada rencana anda selanjutnya, apakah anda akan menambahkan sistem suspensi atau satu set ban yang lebih besar. Namun disisi lain, untungnya pabrikan suspensi memberikan rekomendasi backspacing dan panduan diameter velg disitus mereka. Pada prinsipnya, angka backspacing yang rendah secara numerik dapat mempengaruhi daya ungkit dan tekanan pada komponen roda.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Buat Towing, Mana Yang Lebih Penting, Horsepower atau Torque?

Did You Know?

9 Alat Paling Krusial Dari Kru Pit NASCAR

Did You Know?

Evolusi Regulasi Formula One Tahun 2020

Did You Know?

Gila! Bikin Satu Mobil F1 Mencapai Ratusan Miliar, Ini Rinciannya

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan