Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Panduan Seputar Velg Tokcer Buat Tunggangan Offroadmu – Part 2

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Panduan Seputar Velg Tokcer Buat Tunggangan Offroadmu – Part 1”, kita membahas seputar material velg, backspacing dan offset yang sangat berpengaruh pada durabilitas dan kinerja kendaraan. Selain itu ada banyak faktor lain yang perlu kalian ketahui, berikut informasinya.

UKURAN VELG

Di dunia 4×4 tren velg 15 inci mungkin boleh dibilang sudah ditinggalkan, suka atau tidak kenyataan itu harus anda hadapi. Saat ini velg ukuran 16, 17, dan 20 inci paling sering kita temui. Mini truk dan SUV berkembang sangat pesat dan sedikit lebih berat selama bertahun-tahun, oleh karena itu produsen mobil telah mengupgrade sistem rem yang lebih canggih. Seiring hal itu, ukuran velg bergeser ke arah yang lebih besar.

Velg berdiameter besar dapat disimpulkan sidewall/ dinding samping ban yang lebih sedikit. Jika anda berencana membawanya ke medan offroad, ini adalah ide yang buruk. Misalnya velg 17×9 dengan ban ukuran 35 inci memiliki lebih banyak sidewall dibanding velg 20×9 dengan ukuran ban yang sama. Bantalan sidewall yang lebih lebar sebenarnya memiliki lebih banyak kelebihan, terutama saat ban dalam posisi ‘melayang’. Saat ban kembali mendarat ke tanah, ban akan mengalami tekanan dan menciptakan semacam suspensi sekunder, sehingga ban lebih mudah menyesuaikan diri dengan medan yang dilalui.

 

HUB VS LUG-CENTRIC

Velg aftermarket yang paling umum adalah lug-centric. Produsen velg aftermarket biasanya merancang lubang tengah yang lebih besar, memungkinkannya untuk memasang lebih banyak aplikasi. Perlu dipastikan center bore roda cukup besar untuk melewati hub, ini sangat penting untuk kendaraan berjenis 3/4 dan 1 ton dengan gardan full-floating.

BERAT

Semakin besar berat dan beban yang dimuat dalam kendaraan 4×4 anda, maka pastikan ban dan velg anda memenuhi kriteria tersebut. Produsen ban dan velg biasanya mencantumkan angka berat tertinggi yang dicap pada roda. Bahkan kini velg aluminium merk aftermarket yang ditawarkan lebih mampu menanggung beban ketimbang velg besi, mulai dari Jeep Wrangler hingga Ford F-350.

 

ADAPTOR & SPACER

Jika anda termasuk penyuka velg standaran, ada kemungkinan anda dapat memodifikasinya dengan spacer. Ketika torsi digunakan dengan semestinya, spacer berukuran sedang adalah pilihan yang sangat tepat. Akan tetapi jika anda memilih satu set velg dengan pola baut yang berbeda dari yang anda miliki, anda bisa menambahkan satu set adaptor sehingga memungkinkan roda bekerja dengan baik. Tetap perhatikan bakspacing karena dengan tambahan adaptor dan spacer akan sedikit berpengaruh.

BEADLOCK

Tak perlu ditanyakan lagi apa tujuan menurunkan tekanan angin di ban selain memberikan kenyamanan berkendara dan menghasilkan traksi di jalur offroad. Velg konvensional menawarkan sedikit retensi dimana membatasi jumlah angin yang anda lepaskan dari ban. Dengan peringkat beban E, D, dan F, sidewall akan lebih keras daripada sebelumnya. Artinya ini bagus untuk kekuatan tetapi ketika anda membawanya ke jalur offroad, akan lebih banyak tekanan udara yang keluar.

Velg beadlock dirancang untuk mengunci satu atau dua bead ban ditempatnya sehingga ban tidak mungkin terlepas dari velg. Velg ini sangat ideal untuk penggiat offroad yang ingin mendapatkan performa dan kualitas terbaik untuk mobil 4×4 mereka. Yaps, dilihat dari kemampuannya velg beadlock memang sedikit lebih mahal ketimbang velg konvensional dan biasanya tidak digunakan untuk keperluan light offroad.

 

KATUP VELG

Meskipun komponen ini terdengar sepele, tetapi penempatan katup/ tutup velg perlu diperhatikan. Posisi katup yang terlalu keluar dari velg memang memudahkan anda saat hendak mengecek ban namun hal ini justru menjadi boomerang ketika anda asyik bermain offroad karena rentan mengalami benturan/ gesekan dengan kondisi jalanan offroad yang tak menentu. Beberapa velg offroad bahkan memiliki katub ganda dengan tujuan anda dapat mengurangi tekanan angin sekaligus memonitor tekanan, jauh lebih praktis bukan?

FINISHING

Sebagian orang mungkin tidak puas dengan produk velg aftermarket yang dibelinya, sehingga proses finishing pun ditempuh demi mendapatkan hasil yang diinginkan. Mulai dari mengecat ulang, sekedar mempercantik, atau justru upaya membuatnya lebih tahan lama. Proses finishing yang sering kita temui pun beragam diantaranya dipoles, dikrom, dicat, atau powdercoating. Meski terkadang tiap teknik menuai pro dan kontra, tetapi powdercoating paling diminati lantaran cenderung minim perawatan dan awet selama beberapa tahun.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Pilihan Aki Tepat Dengan Optima

Did You Know?

Tips Agar Mobil Anda Menjadi Lebih Irit

Did You Know?

Tips dan Trik Mencuci Mobil Sendiri

Did You Know?

Arti Kode JWL , JWL-T, JWL-R dan VIA Pada Velg

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan