Home Issue Cars Pemerintah Indonesia Akan Mengharamkan Mobil Berbahan Bakar Fosil

Pemerintah Indonesia Akan Mengharamkan Mobil Berbahan Bakar Fosil

Badan Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) bersama Climate Central, memprediksi panas bumi akan meningkat pada 2100. Kedua organisasi ini melakukan proyeksi pada sejumlah wilayah, khususnya di iklim tropis seperti di Belize City, Kairo-Mesir, Maroko-Afrika Utara.

Rata-rata suhu diperkirakan akan meningkat 4,8 derajat celsius. Namun, pada beberapa kota justru akan mengalami panas yang lebih dari kota lainnya yang puncaknya terjadi pada 2100. Seperti beberapa kota di Indonesia juga diprediksi akan mengalami kenaikan suhu panas.

Jakarta dan Bandung, misalnya saat ini berada di suhu 29,9 derajat celsius, tanpa pengurangan emisi. Namun, pada 2100 suhunya akan setara dengan suhu Phnom Penh, Kamboja saat ini yaitu 32,5 derajat celsius. Dengan pengurangan emisi, pada 2100 suhu kedua kota itu akan sama dengan suhu Singapura saat ini, yaitu 31,5 derajat celsius.

Sepertinya memang pengembangan kendaraan listrik harus segera dipercepat, karena selain lebih mudah di produksi dibandingkan dengan BBM, tenaga listrik pun lebih aman untuk lingkungan karena tanpa emisi gas buang. Dan perlahan memang pemerintah Indonesia mulai menyadari dan juga merencanakan masa depan tanpa bergantung pada Bahan bakar fosil lagi, melainkan lebih ke arah tenaga listrik.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun menujukkan tindakan nyata dengan berencana melakukan pelarangan pada kendaraan Non-Listrik pada tahun 2040. Hal ini berarti pada tahun tersebut, seluruh kendaraan yang berseliweran di jalanan tanah air hanya akan bertenaga listrik saja.

Kebijakan ini sendiri sama persis dengan kebijakan yang dicanangkan oleh pihak Perancis seperti yang kami beritakan sebelumnya. Kebijakan ini sendiri diambil untuk mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di tengah tingginya tingkat polusi di tanah air.

Rencana ini sendiri disampaikan oleh Menteri ESDM Indonesia, Bapak Ignasius Jonan saat bertemu dengan para pelaku usaha, asosiasi, pengamat, dan kementrian terkait dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali.

Bapak Jonan sendiri menyampaikan bahwa program kendaraan listrik harus bisa maju untuk generasi masa depan, untuk mendukung lingkungan hidup yang lebih baik, bisnis yang lebih baik, kemandirian dalam hal energi dan juga penghematan devisa serta manfaat lain yang bisa diambil. Presiden Joko Widodo sendiri meminta agar program ini bisa segera diwujudkan dan terealiasi dengan cepat dan tepat.

Aturan larangan kendaraan berbahan bakar fosil sendiri sudah cukup banyak dilakukan di negara – negara lain seperti di Norwegia pada 2025, di Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan di India pada tahun 2030 mendatang dan seperti yang kami sampaikan di Perancis pada 2040.

Untuk mewujudkan hal ini, Bapak Jonan sendiri menambahkan bahwa PLN haru segera bersiap untuk menerima tugas dan tanggung jawab untuk membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) sebagaimana saat Pertamina diserahi tugas membangun SPBU di kota – kota di seluruh Indonesia.

Jadi, dengan adanya gerak pasti dari Pemerintah plus dukungan yang vokal dari Presiden Jokowi, maka memang kedepannya mobil atau motor listrik akan segera merambah dan juga ini adalah salah satu peluang bagi para kreator kendaraan listrik lokal untuk membangun pondasi bisnis untuk masa depan, seperti kita tahu ada sejumlah produsen kendaraan listrik lokal yang sudah menyatakan diri serius di bidang ini seperti Selis dan juga GESITS.

INTERSPORT SLALOM 2017 - AUTO GYMKHANA 4th ROUND (PURWOKERTO)