Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Pengen Tahu Asal Usul Headlamp? Disini jawabannya!

Apa jadinya jika mobil kita tak berlampu terutama pada malam hari? Selain membahayakan diri kita sendiri, pastinya juga mengancam keselamatan orang lain dan berakibat kena tilang Polisi. Headlight/ headlamp atau kita sebut dengan lampu utama adalah salah satu komponen penting pada sebuah mobil, bahkan tak sedikit pula yang menambahkan lampu tambahan berupa LED atau fog lamp supaya lebih terang.

Headlamp rupanya telah ada sejak akhir tahun 1800an dan hingga kini telah mengalami banyak perubahan untuk memenuhi kebutuhan yang kian beragam. Disini kita akan mengungkap asal usul headlamp secara singkat dan meninjau beberapa perubahan teknologi dalam industri headlamp.

 

Headlamp Lentera

Headlamp kuno awalnya lahir dengan bahan bakar asetilena (acetylene) atau sebut saja gas/minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon yang diperkenalkan pada akhir tahun 1880an. Kala itu headlamp lentera asetilena sangat populer karena sinarnya tahan terhadap angin dan hujan.

Adapun headlamp listrik muncul pada tahun 1890an, teknologinya tidak cukup kuat menggeser kehebatan lampu sejenis asetilena. Diduga penerangan listrik kurang dapat diandalkan karena kualitas baterai atau generator yang buruk.

Kemudian perusahaan bernama Perst-O-Lite dan Corning Conophore mengambil konsep berbasis lentera sebagai headlamp dan mengubahnya menjadi aksesoris mobil yang bernilai. Perst-O-Lite menciptakan sistem penyimpanan dan pengiriman yang efisien untuk gas asetilena yang mudah menguap.

 

Beberapa pabrikan mobil salah satunya Mighty Michigan “Forty” Model K buatan Michigan Motor Car Company awalnya sempat menggunakan headlamp listrik pada tahun 1910, kemudian menariknya dari pasaran dan memperkenalkannya kembali dengan headlamp asetilena tahun 1912. Ini sekaligus menandai hadirnya tombol lampu yang dapat dinyalakan dari dalam kabin.

Sementara perusahaan Corning Conophore bereksperimen dengan metode refleksi dan fokus. Tahun 1917, headlamp Corning diklaim mampu menerangi rambu jalan hingga lima ratus kaki atau sekitar 152 meter dari mobil.

 

Headlamp Listrik

Headlamp listrik pertama kali diperkenalkan tahun 1898 oleh perusahaan mobil Columbia Electric. Sesuai dengan namanya, perusahaan ini hanya membangun mobil listrik dan menawarkan lampu depan bertenaga rendah sebagai aksesoris opsional.

Kala itu eksistensi headlamp listrik terbilang berat, ada dua faktor kendala yang membatasi penggunaan lampu listrik. Faktor ketahanan lampu menjadi masalah besar, filament/serat penghantar yang menghasilkan pijar dinilai berumur pendek. Mungkin disebabkan pada kala itu kondisi pabrikan otomotif masih jauh dari kata ideal. Headlamp yang terpasang di bagian depan mobil harus menemukan cara untuk bertahan hidup di jaman yang keras.

Tantangan lainnya adalah sulitnya menciptakan dinamo yang relatif kecil namun kuat menghasilkan arus yang cukup besar untuk menghidupkan lampu yang terang seperti yang diciptakan Thomas Edison.

 

Headlamp Sebagai Kelengkapan Standar

Tahun 1904 headlamp asetilena Perst-O-Lite ditawarkan oleh sejumlah pabrikan otomotif sebagai perlengkapan standar mobil. Kemudian menyusul tahun 1908, Peerless Motor Company menjadikan headlamp listrik sebagai standar. Tahun 1912, hasil inovasi divisi Cadillac dari General Motor mengintegrasikan sistem pengapian elektrik Delco pada kendaraan mereka.

Tahun 1940 ditandai sebagai sistem elektrikal otomotif bergaya modern pertama. Yaps, teknologi modern headlamp sealed beam menemukan jalannya ke industri otomotif. Selama 17 tahun pemerintah menetapkan ukuran lampu 7 inci yang kemudian menghambat inovasi pada industri otomotif. Tahun 1957, peraturan pemerintah berubah sehingga memungkinkan beragam ukuran dan bentuk lampu yang berbeda selama mampu menerangi jalan sebagaimana mestinya. Teknologi headlamp jauh berkembang pesat dan terus menghadirkan inovasi baru hingga kini.

 

Sealed Beam & Halogen

Sejak itu lampu sealed beam tersebar digunakan oleh semua produsen mobil Eropa, Jepang, dan Amerika Utara. Tahun 1960 basis teknologi baru muncul, lampu halogen telah menjadi standar kedua. Bohlam halogen tergolong dalam gaya lampu pijar, tetapi menggunakan sentuhan berbeda pada teknologinya.

Bohlam standar menggunakan filament/ serat kawat dengan campuran inert gas yang mengandung nitrogen-argon. Sementara bohlam halogen menggunakan semacam kantong compact yang mengelilingi filament tungsten (wolfram). Gas yang mengisi ruang bohlam awalnya adalah yodium tetapi kini senyawa bromin telah menjadi standar, hasilnya filament lebih awet dan menghasilkan pencahayaan yang lebih terang.

 

LED

Teknologi headlamp terus berevolusi selama bertahun-tahun dan menawarkan lebih banyak fitur. Muncul teknologi lampu LED (light-emitting diode) dimana sekitar tahun 1993 awalnya digunakan sebagai tail lamp atau lampu ekor pada mobil produksi massal. Headlight LED mulai diperkenalkan pada dekade pertama abad ke-21. Sama seperti inovasi sebelumnya, bohlam LED menawarkan durabilitas lebih lama, pencahayaan obyek dengan jarak lebih jauh dan berdaya lumens tinggi.

Kini pasar headlamp semakin kompetitif dan yang terpenting pilihan anda tepat sesuai persyaratan hukum yang berlaku dan tentunya sesuai dengan kebutuhan pencahayaan anda.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Gimana Sih Cara Kerja AC Mobil?

Did You Know?

Jangan Sembarangan Dengan Minyak Rem, Ini Resikonya

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Did You Know?

Mengapa Sway Bar Seringkali Dicopot Dari Kendaraan 4×4?

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan