Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Penyebab RPM Mobil Naik Turun

Akhir – akhir ini mobil – mobil tua menjadi incaran para kolektor, dan bahkan beberapa anak muda suka menggunakan mobil tua daripada mobil baru. Tentu saja teknologi yang diterapkan pada mobil tersebut tidak ada unsur elektronik seperti sekarang, semuanya masih analog dan masih menggunakan karburator.

Biasanya pada mobil – mobil yang sudah berumur seperti ini, biasanya ada saja permasalahan yang terkadang membuat kita gemes. Seperti idle mesin yang naik turun, karena RPM mobil saat idle itu harus stabil diangka 750 hingga 850 RPM. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan RPM idle mesin menjadi naik turun, yang terkadang menembus 1.000 RPM pas idle. Biasanya masalah tersebut terjadi pada mobil yang masih menggunakan karburator, dan ada beberapa penyebabnya.

1. Selang vakum karburator retak

Pada karburator mobil, itu terdapat banyak sekali sistem. Salah satunya sistem untuk menambah pasokan bensin ke silinder saat mesin terbebani atau kita sebut sistem vakum. Cara kerja sistem ini adalah dengan menyambungkan selang dari ruang vakum karburator ke intake manifold. Ketika mesin terbebani, maka kevakuman pada intake rendah dan itu akan memicu ruang vakum karburator untuk menambah pasokan bensin.

Tapi kalau selang ini retak, maka saat idle atau ketika mesin tanpa beban pun bisa terdeteksi kevakuman yang rendah. Sehingga sistem vakum akan menambah pasokan bensin ke silinder, sehingga RPM mesin kadang naik dan kadang turun. Ketika digas, masalah ini cenderung hilang karena kevakuman di intake manifold itu mengalami penurunan sehingga sistem vakum karburator sedikit normal.

2. Pilot jet/idle jet kotor

Idle jet merupakan saluran output bensin ke intake manifold saat mesin berada pada RPM rendah (termasuk saat idle). Biasanya saluran ini bisa distel melalui sekrup idle jet, namun terkadang ada masalah seperti ini. Kalau sekrup idle jet ini kita longgarkan maka RPM akan cenderung naik turun, sementara kalau dikencangkan maka mesin akan mati.

Itu merupakan tanda bahwa idle jet kotor dan perlu dibersihkan. Untuk membersihkan saluran-saluran karbu, perlu ketelitian karena karburator mobil itu jauh berbeda dengan karburator motor yang sangat simple. Karburator mobil itu banyak sekali sistem tambahannya, jadi kalau ada yang salah pasang malah nantinya akan membawa masalah baru.

3. Celah platina terlalu lebar

Pada mobil-mobil konvensional, kadang sistem pengapian yang diusung pun masih menggunakan platina. Sementara sistem pengapian platina, kita mengenal celah platina yang secara rutin harus kita stel celahnya. Kalau tidak, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti RPM yang naik turun atau mesin yang tidak mau idle. Umumnya itu disebabkan karena celah platina yang terlalu lebar. Kalau celah platina lebar, maka waktu pengapian akan sedikit lebih cepat sehingga itu akan memicu pembakaran mesin yang lebih awal pula. Hasilnya RPM mesin cenderung naik.

4. Selang vakum advancer retak

Vakum advancer adalah sistem tambahan pada pengapian platina, fungsinya untuk memajukan atau memundurkan timming pengapian (waktu pemercikan busi) sesuai beban yang diterima mesin. Cara kerjanya, memanfaatkan kevakuman didalam intake manifold. Jadi ketika mesin terbebani, kevakuman didalam intake itu cenderung rendah dan ini kevakuman dimanfaatkan oleh vakum advancer untuk memanipulasi posisi platina. Sehingga secara keseluruhan timming pengapian bisa berubah. Masalah serupa seperti yang pertama, ketika selang vakum ini retak maka pengapian akan maju mundur meski mesin tidak terbebani. Hasilnya, RPM mesin akan naik turun.

5. Baut pengikat intake manifold dol/slek

RPM yang tidak stabil ternyata bisa juga disebabkan karena intake manifold yang bocor. Namun kebocoran tersebut bukan karena intake yang berlubang melainkan karena intake manifold kurang rapat ke kepala silinder. Masalah ini bisa disebabkan karena baut yang dol, atau lubang bautnya yang dol yang menyebabkan baut kehilangan daya tekan terhadap intake manifold ke arah kepala silinder. Hasilnya, udara bisa masuk dari celah tersebut. Dan ini akan membuat semuanya eror, baik sistem vakum karburator dan vakum advancer juga akan mengalami eror. Sehingga dampaknya berupa RPM yang naik turun, brebet, hingga mesin yang ngempos saat digas.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Pilihan Aki Tepat Dengan Optima

Did You Know?

Tips Agar Mobil Anda Menjadi Lebih Irit

Did You Know?

Tips dan Trik Mencuci Mobil Sendiri

Did You Know?

Arti Kode JWL , JWL-T, JWL-R dan VIA Pada Velg

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan