Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Perbedaan ECU Standalone dan PiggyBack

Hai Semuanya, udah lama nih ga nulis-nulis di FNL lagi dikarenakan kesibukan duniawi dan penggalangan dana buat balapan 2018 jadi mohon maaf yah teman-teman,  dan mudah-mudahan semuanya masih suka membaca artikel di FNL di banding main PUBJ dan Mobile ledeng  biar wawasannya terasah lagi sejatam sendok.

Lanjut aja ke topik kita hari ini adalah “ Apasih perbedaan ECU Standalone dan ECU Piggy Back ?“ Ya mungkin beberapa sudah ada yang mengerti dari mbah Google tapi kita di sini akan membahas sedikit lebih dalam dikit apa yang membuat mereka spesial dengan keunggulan masing-masing, karena setiap tipe ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari kita mulai.

PIGGYBACK

Dari namanya saja Piggyback yang artinya minta di gendong ( serius ketik aja di Google lalu pilih gambar ) jadi yang di maksud adalah peranti ini membutuhkan Host originalnya untuk melakukan pekerjaannya jadi ibarat benalu yang numpang hidup di tumbuh-tumbuhan, Piggyback wajib membutuhkan ECU standart kendaraan berfungsi secara normal baru Piggyback dapat bekerja dengan maximal. Bila ECU standat kendaraan mengalami masalah seperti Check Engine “on” atau ada komponen yang tidak terpasang seperti sensor-sensor maka Piggyback itu sendiri pun akan mengalami masalah.

Cara kerjanya pun adalah menipu ECU standart kendaraan dengan cara mem-bypass beberapa kabel ECU standart agar dapat menggerakan Actuator pada mesin sesuai dengan settingan yang di berikan, ada yang bingung ga artinya ‘Actuator’? nah yang di maksud Actuator adalah perangkat yang bekerja sesuai perintah dari komputer atau elektronik lainya, seperti Injector, coil, boost control, idle control, wiper motor dan lainnya.

Jadi Piggyback itu dapat menipu seperti ini, ECU standart yang merasa menggerakan Actuator 20% dan dia tidak merasakan masalah sehingga check engine tidak ‘ON’ padahal jalur itu sudah di By-pass Oleh Piggyback dan menggerakan Actuator 75% sehingga performance kendaraan dapat meningkat sesuai settingan dari para Tuner.

KELEMAHAN PIGGYBACK

Variatif tuning tidak sebanyak ECU Standalone, ya bukan karena jelek atau barang murahan tetapi memang ECU Piggyback memang di design untuk cheap street performance yang artinya untuk yang ingin meningkatkan perfomance kendaraan tanpa menguras kantong yang dalam dan ingin kendaraan masih mirip atau berfungsi seperti mobil pada umumnya dan lagi harus tetap ada ECU setandart yang sehat untuk memberikan performance yang terbaik. Bila ECU standart mengalami problem maka semuanya akan menjadi problem.

KELEBIHAN PIGGYBACK

  • Installasi cukup mudah hanya beberapa jam kendaraan sudah ready dari pemasangan hingga tuning maximal
  • Cost yang cukup terjangkau
  • Accelelator Enrichment ( menaikan respon mesin )
  • Injector Extender ( meningkatkan kinerja Injector )
  • Boost Control ( untuk kendaraan turbo / yang di turbo-kan )
  • Memanipulasi Pengapian ( meninggkakan performance secara keseluruhan )
  • Open limiter
  • Dan lainya

Karena banyak Piggiback yang memberikan Feature-Feature yang berbeda seperti launch control, traction control dll.

 

STANDALONE

Ini dia ECU profesional yang di ciptakan untuk aplikasi benar-benar pure perfomance junkie, perbedaan yang signifikan adalah ECU standalone tidak membutuhkan host atau ECU standart untuk bekerja ( tapi bisa juga dengan cara Mem-Bypass ECU standart seperti Piggyback untuk mempersingkat pemasangan atau mungkin ada beberapa Feature yang belum tersedia di ECU standalne untuk me-replace feature yang ECU standart berikan ). Intinya adalah ECU Standalone dapat dipasang di kendaraan apapun seperti Mobil, motor, speedboat, jetski, dll.

 

 

Standlone bagaikan kanvas kosong yang siap untuk di gambar bagaimanapun yang diinginkan tuner itu perubahan radikal pada mesin pun Standalone mampu untuk di aplikasikan, jadi Standalone langsung menggerakan Actuator sesuai keinginan tanpa ada cara menipu seperti Piggyback itulah perbedaan terbesar dari kedua peranti elektronik ini

KELEMAHAN STANDALONE

 

Mungkin kelemahan Standalone adalah HARGANYA LUMAYAN MAHAL dan pemasangan yang cukup rumit membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan Piggyback, karena perakitan kabel full dilakukan dan juga untuk mengisi program standalone tidaklah mudah tuner harus mengisi program benar-benar presisi dari derajat sensor triger dan sensor-sensor lainya agar mesin menyala kembali, dan yang di maksud presisi itu benar-benar detail. Karena kesalahan beberapa derajat saja dapat menyebabkan kerusakan mesin jadi pastikan kalian di tangani oleh orang-orang yang profesional dan berpengalaman jangan percaya sama teman yang punya laptop install softwarenya dan asal-asal colok teken-teken keyboard!!!.

Dan mungkin untuk pemasangan di beberapa kendaraan HIGH-END protocol Standalone dan ECU standart mobil yang berbeda dapat menyembabkan beberapa Feature dan cluster bada dashboard kendaraan tidak berfungsi. Jadi memang sebagian besar pengguna Standalone khusus untuk mobil balap yang tidak terlalu memperdulikan dengan hal-hal tersebut.

KELEBIHAN STANDALONE

Walaupun cara kerjanya ECU ini mirip dengan Piggyback yaitu menyeting pengapian, Bensin, dll. Tetapi range setting Standealone sangatlah luas bisa hingga per 100RPM, 0.001 Milisecond, dll. Hingga feature yang sangat canggih seperti pesawat terbang pun dapat di aplikasikan kita kasi contoh yah tapi ga semuanya, karena setiap merek mempunyai Feature yang berbeda dan jari gw bisa pegel kalau semuanya di tulis,

  • Selectable Fuel setup ( batch, group, Semi-sequential, Full-sequential )
  • 3D-5D Fuel mapping ( settingan pada bensin hingga berapa deajat putaran mesin bensin akan di keluarkan dan jumlah bensin yang dikeluarkan # CROOT )
  • Selectable ignition setup ( waste spark, single coil, double coil, direct ignition)
  • Independent Valve Timing setup ( V-tech, vanos, VVTI, )
  • Boost control, launch control, traction control
  • Open loop, close loop setup
  • Auxiliary output ( ada banyak channel untuk mengaktifkan actuator diluar komponen mesin )
  • Auxiliary input ( channel untuk memberikan informasi ke ECU diluar mesin seperti gear position, G-force. Dll )
  • Data log ( dapat merekeam semua kejadian yang terjadi pada mesin dari RPM, posisi pedal gas, pengapian, hingga GPS pun dapat dilihat )

Ilustrasi seperti gambar diatas. Udah yah pegel cuy ngetik standalone banyak banget kalau emang pengen tau lebih lengkap lagi silahkan cek website produk kesayangan anda.

KESIMPULAN

Ok jadi kesimpulannya adalah Standlone dan Piggyback sama-sama bagus tinggal kebutuhan yang kalian inginkan seperti apa dan juga dompet yang di punyai seperti apa, ingat kita berdaya berdasarkan dompet yah jangan sok-sok an tapi nanti bingung mau makan apa. Sekian dulu pebahasan ini mudah-mudah menambah pengetahuan kalian atau sembari menemani kegabutan kalian.

SEE YOU NEXT ARTIKEL ( kalo kata orang jawa “ jangan lupa makan siang “)

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Ini Alasan Mengapa Toyota Membuat Merek Lexus

Did You Know?

6 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Memodifikasi 4X4

Did You Know?

KTCI Bekasi Raya – Berbagai Tips ‘Touring Dengan Hewan Peliharaan’

Did You Know?

Para Wanita Bernyali Besar Penggilas Aspal

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan