Connect with us

Subscribe

Headline

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-1)

Reli Dakar — ajang tahunan yang bertahan selama lebih dari empat dekade ini tak pernah luput dari sorotan media manapun, ada saja hal menarik untuk diulas. Bagaimana tidak? Yaps, setiap ‘panggung’ yang dipilih menawarkan tantangan dan medan yang unik mencakup jalur pegunungan, menaklukkan bukit pasir yang seakan tak berujung, dan melintasi dataran garam maupun sungai kering sekalipun.

Belum lagi anda harus berurusan dengan cuaca yang tak menentu, hujan dan panas bisa berubah seketika diiringi debu dan pasir yang bisa membuatmu tersedak. Pun tak menutup kemungkinan iklim dibawah titik beku atau kebalikannya hingga lebih dari 50 derajat celcius.

Ajang ini rata-rata diikuti sebanyak 300-an kendaraan mulai dari mobil, buggy, truk, quad, dan sepeda motor yang berlangsung selama dua minggu serta menempuh jarak kurang lebih 10.000 km. Dalam hal ini pengemudi dan co-driver dituntut memiliki skill navigasi yang tepat dan akurat untuk menemukan titik jalan yang tersembunyi. Biasanya, setengah dari total peserta tak akan bertahan hingga finish.


Siapapun akan setuju bahwa ini adalah event reli terekstrim di planet ini. Jadi bisa disimpulkan, tidak hanya kendaraan saja yang selalu dituntut tampil prima, tapi begitu pula dengan pembalapnya. Iya, salah satu pembalap asal Inggris, Harry Hunt melakukannya — menguji dirinya dalam kondisi ekstrim adalah bagian dari persiapan yang diperlukan untuk berlaga di Reli Dakar. Saya kira pembalap lain akan melakukan hal serupa dengan sebuah latihan fisik.


Persiapan fisik dan psikis
Persiapan Hunt telah direkam oleh Speedhunters.com menjelang reli 2016 yang kemudian membawanya finish di posisi ke-10 dengan MINI ALL4 320 hp dari 110 entri mobil dan menjadi pembalap Reli Dakar termuda tahun itu.

Hunt berlatih di Universitas St Mary di Twickenham, tepatnya di Heat Chamber atau disebut Hot Box, fasilitas ini merupakan laboratorium spesialis ilmu olahraga yang biasanya digunakan oleh atlet kawakan. Hunt tidak hanya melakukan serangkaian tes fisik yang dirancang untuk mengatasi kondisi ektrim selama reli, tapi juga termasuk psikis. Sejumlah fitur biasanya menjadi bagian dari memodifikasi mobil reli, nah ini adalah konsep serupa tentang ‘memodifikasi’ pengemudinya.

Mobil adalah dasar dari teka-teki Dakar yang dibangun dengan mekanikal industrial termasuk mesin high-performance, suspensi travel yang super masif, ban hardcore, serta sarat akan peralatan dan suku cadang. Tetapi daging dan tulang yang rapuh di balik kemudi jauh lebih lembut dan lebih penting supaya tetap bertahan hingga finish.


Sesi latihan Hunt di Human Performance Laboratories adalah salah satu dari serangkaian yang telah dia lalui selama persiapan dan diawasi oleh Paul Hough selaku pengajar, pemimpin olahraga dan ilmuwan di St Marry. Ia spesialis dalam program resistensi dan high intensity interval untuk membantu atlet mencapai potensi tertinggi mereka, dari pelari maraton hingga pembalap F1.

Pelatihan ini hanyalah tentang membiasakan diri bekerja keras dalam kondisi ekstrim — mengetahui kondisi fisik sebelumnya dan memastikan tidak ada masalah, persiapan mental dan kemampuan untuk tetap fokus pada tugas. Sesi ini untuk menstimulasi adaptasi tubuh terhadap panas secara umum lantaran suhu di dalam mobil reli bisa mencapai 40-50 derajat celcius, tapi di ruangan ini ditambahkan tekanan kardiovaskular dari latihan high intensity yang dikombinasikan dengan suhu lingkungan yang tinggi.

Salah satu masalah besar dapat terjadi jika pengemudi terlalu memikirkan betapa panasnya saat itu, apalagi jika tidak berada di barisan depan, ini akan membuat pengemudi semakin stres. Dakar bukanlah perkara mudah, bahayanya jauh lebih besar dari sekedar melibas medan yang terjal, anda maupun co-driver harus mampu menghadapi tantangan yang tiada hentinya baik secara fisik dan psikis.


Poin kunci dari pelatihan ini adalah untuk mendorong, mengukur, dan mengontrol perubahan fisiologis. Stimulasi adaptasi dalam suhu tinggi ditujukan untuk meningkatkan aliran darah ke kulit, yang memungkinkan anda membuang lebih banyak panas secara lebih efektif. Ini juga ada hubungannya dengan level hidrasi dan kritis, artinya anda ingin meminimalisir kehilangan cairan sementara anda harus menjaga asupan cairan untuk menjaga tubuh secara termal. Kalau tidak, jantung akan bekerja lebih cepat, dimana dapat mempengaruhi pikiran seperti halnya tubuh.

Di fasilitas Hot Box juga dapat mensimulasikan efek ketinggian hingga 2.000 m yang dapat menjadi faktor mayor fisiologis lainnya saat berkendara. Yaps, Hunt diuji dengan suhu 35 derajat celcius.


Ketika Hunt mengenakan kit untuk memonitor jantung diatas sepeda statis, Paul mulai mengambil indeks massa tubuh dan berbagai alat pengukur lain sebelum menghubungkan Hunt ke sensor suhu yang dimasukkan ke dalam kanal telinga kiri. Pada interval 10 menit, alat tersebut membaca baik secara fisik maupun verbal.

Sampel darah digunakan untuk mengukur kadar laktat dan level glukosa, sementara termometer elektrik mencatat suhu tubuh Hunt, Paul mencatat perubahan yang terjadi, kemudian Hunt diminta untuk meningkatkan aktivitas dan suhu yang dirasakannya terhadap skala tertentu. Reaksi psikologis saat latihan sama pentingnya dengan reaksi fisik.

 

Lalu, gimana kelanjutannya, tunggu part 2 ya gaes…

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-2)

Did You Know?

Deretan Mobil Ford di Film Hollywood

Did You Know?

H. Rihan Variza: Jogja Sprint Rally Jadi Ajang Pemanasan Muara Bungo

Racers

#MADEINJOGJA X HTJRT : PERJALANAN “PARTAI NERAKA” KE PULAU DEWATA BALI

Cars

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan