Connect with us

Subscribe

Did You Know?

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-2)

Nama Harry Hunt dalam dunia reli sudah cukup melambung. Ia mulai memiliki hasrat untuk reli diakhir masa remajanya dan baru mulai berkompetisi tahun 2009, tepatnya usia 21 tahun dengan mengikuti pengujian mesin Grup N. Tahun 2011 dan 2012, Ia mampu mendobrak setiap seri yang diikutinya, termasuk memenangkan IRC 2WD Championship dua tahun berturut-turut serta JWRC Rookie Cup dan PWRC 2WD Championship. Usai vakum setahun, Ia memutuskan untuk melakukan perubahan masif menuju endurance rallying yakni Reli Dakar. Ibarat kata dari pelari sprint geser menjadi pelari maraton.

Umumnya perlombaan IRC atau WRC hanya memakan waktu beberapa jam dengan ‘panggung’ pendek dan obstacleyang tak terlalu ekstrim, artinya latihan fisik yang dibutuhkan pengemudi tak butuh upaya sebesar Reli Dakar. Sementara Dakar anda bisa saja menemui jalur datar yang panjang berkilo-kilometer ditambah faktor lain seperti panas dan altitude.

Pada pelatihan interval pertama, Hunt tampaknya cukup mudah melaluinya dengan Perceived Exertion di tingkat 10 dan Thermal Sensation di 3,5 — artinya setengah jalan antara sejuk dan nyaman. Kenapa semua pelatihan ini penting, ini menjadi jelas ketika anda berbicara tentang realitas bersaing di reli reguler, apalagi Reli Dakar — tiap stage harus menempuh ratusan kilometer, dan meskipun mobil dibekali AC, sistem itu hanya mendorong udara panas di dalam kabin. Hal yang patut digaris bawahi adalah sistem ketahanan tubuhlah yang harus dipersiapkan demi menunjang stamina selama balapan.

Sebagai contoh Hunt pernah mengalami pengalaman buruk pada putaran FIA Cross Country Rally World Cup di Abu Dhabi 2015, kipas pecah dan suhu kabin mencapai 52,5 derajat celcius. Itu suhu terpanas yang pernah Ia alami, akibatnya kondisi semakin tegang ditengah kepanikan dan menyebabkan kesalahan saat Ia memotong punggung bukit pasir, alhasil pasir pun ‘buyar’ menyelimuti mobil yang kemudian menyembur ke dalam helm Hunt. Ini karena panas yang berfluktuasi menyebabkan kelelahan pada otot dan otak, meski begitu Hunt berhasil menempati posisi ketiga overall pada debutnya dan memetik pelajaran berharga.

Nah, Dakar butuh upaya tiga kali lipat dari reli pada umumnya baik mobil, fisik maupun psikis, karena itu Hunt membuat keputusan untuk melakukan latihan ekstra semacam ini. Pada interval kedua, 20 menit menunjukkan tingkat 11 dan 4,5, Hunt pun akhirnya memperhatikan bahwa ruangan tersebut terasa hangat sembari terus mengayuh sepeda statis.

Hunt hanya mengikuti 4 kompetisi menjelang Reli Dakar 2016 — setelah debutnya naik podium di Abu Dhabi, Ia melanjutkan balap di Qatar, Baja Spanyol dan Maroko. Yaps, Ia mendapatkan pengalaman berharga selama karirnya termasuk ilmu yang diperoleh dari navigatornya, Andreas Schulz sang veteran Dakar yang telah berkompetisi sebanyak 22 kali.

Hunt kini telah terbiasa dengan rutinitas pasca-stage di basecamp, Ia biasanya melakukan sesi pijat dengan tim fisio dan mengonsumsi minuman energi yang mengandung elektrolit. Selain itu Ia bersantai, makan lebih awal, dan menjaga kesehatan dengan tidur sesegera mungkin.

Setengah jam latihan berlalu, tercatat Extertion di tingkat 12 dan skala Thermal di angka 5. Software pada sepeda statis secara otomatis mengatur resistansi, sehingga Hunt memiliki tenaga yang konstan untuk dicocokkan. Ia mengayuh lebih cepat dan ada sedikit resistansi, lebih lambat dan lebih berat, tetapi pada setiap kenaikan tenaga yang ingin dicapai naik satu tingkat.

Asupan air sangat penting selama balapan, Hunt dan Andreas masing-masing memiliki minuman berkapasitas 3 liter yang tersimpan di dalam tabung karbon termasuk cadangan, tapi pada suhu tinggi air menjadi tidak dingin dalam waktu yang  lama dan berangsur hangat tapi setidaknya itu akan menjaga mereka terhindar dari dehidrasi.

Minuman yang tersedia di kokpit mobil mereka mengandung elektrolit dan garam, setelah perlombaan Abu Dhabi usai, setelan hitam dan seat belt mereka nyaris berwarna putih yang berasal dari jumlah garam di dalam tubuh yang keluar selama perlombaan. Lantas bagaimana jika ada ‘panggilan alam’? Jika memungkinkan akan ditahan, meski sejumlah pembalap memakai popok dewasa untuk mengatasi ‘panggilan’ yang tidak terhindarkan selama balapan seharian penuh.

Seolah-olah berurusan dengan mengemudi mobil saja tidak cukup, pembalap dan co-driver Dakar diharuskan bisa melakukan perbaikan untuk setiap kerusakan yang mereka alami, entah stuckdi antah berantah atau terdampar di bukit pasir. Iya, itu sangat mungkin terjadi, meski mereka membawa telepon satelit, tapi mencari sinyal tidaklah mudah dan tentunya akan menghabiskan waktu.

MINI milik Hunt adalah sasis spaceframe dengan jack hidrolik integral — bagian belakang tersimpan sekop dan handtool, sementara bagian samping tersimpan ban cadangan, serta suku cadang sepert driveshaft, hub, sensor, dsb.

Iya benar, setidaknya mereka harus belajar tentang seluk beluk tunggangannya, bahkan Hunt harus menyempatkan waktu ke markas X-Raid MINI untuk mempraktikkan penggantian suku cadang dan perbaikan termasuk ‘nge-hack’ sistem yang gagal supaya mobil bisa bertahan sampai ke tangan teknisi. Selain itu, di kokpit mobil mereka juga dibekali ‘kitab’ yang dilaminasi sebagai referensi perbaikan.

Well, kembali ke sesi latihan Hunt yang kemudian berada di suhu ruangan 37 derajat celcius dengan posisi yang masih sama di atas sepeda statis. Kebayang nggak sih otot yang mulai tegang dan napas yang terengah-engah membuat setiap menit terasa lebih lama.

Menjelang 10 menit terakhir latihannya, Extertion di tingkat 16 dan skala Thermal di angka 6,5 yang berarti mencapai puncaknya. Kemudian hitungan detik meluncur turun, akhirnya sesi latihan berhasil dilalui dan Hunt pun bisa duduk, kelelahan dan memulai recovery. Ia membakar 1,3 kg kalori yang berarti Ia mengalami dehidrasi 0,5 % dan mengeluarkan keringat 1,5 liter/ jam. Ini merupakan batas paling bawah kehilangan cairan selama sesi ini karena Ia minum secara efektif selama sesi yakni 850 ml.

Setelah sesi tersebut, Paul menganalisis nilai rata-rata untuk setiap tahapan, mencari respon antar sesi untuk dipantau dari waktu ke waktu. Lembar data digunakan untuk perbandingan dari sesi sebelumnya, dengan output tenaga rata-rata dan kadar laktat. Menurut Paul, idealnya output tenaga naik tapi kadar laktat tetap stabil, artinya output tenaga lebih tinggi dengan denyut jantung yang sama. Intinya, mengukur respon fisiologis yang dilakukan Hunt adalah untuk mempersiapkan fisiknya bekerja dalam kondisi panas, dalam hal ini balapan reli.

Pelatihan ini tampaknya membuahkan hasil yang baik dan efektif bagi Hunt, termasuk insting seperti kapan harus mengonsumsi cairan selama balapan. Mengetahui secara intuitif antara membutuhkan cairan dibandingkan dengan sekedar menginginkannya ternyata dapat menghasilkan perbedaan dari segi ketahanan fisik.

Hunt sangat menyadari bahwa di tahun-tahun tersebut merupakan tahun pembelajaran, terutama untuk Reli Dakar — hanya menyelesaikannya menjadi kemenangan tersendiri baginya, mengingat rata-rata separuh dari total entri tak mampu bertahan hingga finish. Iya, Hunt terbukti finish di posisi 10 overall pada tahun 2016. Tiap kilometer akan menjadi pengalaman dan tantangan besar, tetapi yang membuatnya sedikit lebih mudah adalah dengan melakukan pelatihan hardcore semacam ini.

Jadi kesimpulannya, Reli Dakar bukanlah semata perkara mobil tangguh, high-spech, dan nyali ‘gede’, tetapi soal fisik dan psikis juga sama pentingnya untuk dipersiapkan. Nggak kebayang persiapan fisik pengemudi butuh upaya sebesar ini demi menaklukkan reli maraton. Jujur sih, saya baru tahu ada pelatihan semacam ini. Mungkin jika saya boleh menarik kesimpulan lagi, yang menjadi musuh terbesar di Reli Dakar adalah bukan hanya pesaingnya tetapi musuh yang sebenarnya adalah menaklukkan diri sendiri baik fisik dan psikis.

 

Quote:

“You’re completely alone. You get a real sense of that when you come over some of the sand dunes and you look out and there’s just no one for hundreds of miles. It’s an adventure.”

– Harry Hunt-

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-1)

Headline

Deretan Mobil Ford di Film Hollywood

Did You Know?

H. Rihan Variza: Jogja Sprint Rally Jadi Ajang Pemanasan Muara Bungo

Racers

#MADEINJOGJA X HTJRT : PERJALANAN “PARTAI NERAKA” KE PULAU DEWATA BALI

Cars

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan