Home Did You Know? Pilih Nitrogen atau Udara Biasa?

Pilih Nitrogen atau Udara Biasa?

Sudah sangat umum bila kita mengisi ban dengan udara seperti yang ditawarkan pada bengkel-bengkel biasa. Tapi, bagaimana bila kita mengisi ban dengan gas nitrogen seperti yang dilakukan pada ban mobil balap? Apa itu gas nitrogen dan bagaimana dampaknya?

Udara terdiri dari sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan sisanya adalah gas-gas lain. Pengisian ban dengan udara biasa membuat komposisi udara di dalam ban sama dengan komposisi udara biasa. Yang membedakan udara bebas dengan udara di dalam ban adalah tekanan udaranya. BIla di udara bebas, tekanannya sekitar 1 atm atau sekitar 14,7 psi, maka tekanan udara dalam ban biasanya sekitar 28-34 psi tergantung jenis ban. Ketepatan tekanan udara dalam ban akan sangat berpengaruh pada performa kendaraan dan juga pada kebutuhan bahan bakarnya.

Photo 2

Namun, ban tak hanya bisa diisi dengan udara biasa. Ada pengisian menggunakan gas nitrogen murni dengan kemurnian sekitar 98%. Namun karena efek pengemasan dan pengisian, kemurnian gas Nitrogen yang dipakai biasanya kurang dari 95,5%. Pengisian dengan gas nitrogen dianggap lebih baik daripada udara biasa yang memiliki kandungan gas oksigen cukup tinggi. Mengapa demikian? Mari kita tinjau secara kimia tentang keberadaan gas oksigen dan gas nitrogen di dalam ban.

Photo 3

Ada beberapa faktor yang membedakan antara gas oksigen dan gas nitrogen. Pertama adalah mengenai ukurannya. Ukuran molekul gas oksigen lebih kecil daripada gas nitrogen sehingga lebih banyak gas oksigen yang bisa menembus permukaan ban. Akibatnya, tekanan pada ban yang berkurang lebih banyak daripada ketika kandungan nitrogen dalam ban lebih tinggi. Sehingga bila diisi dengan gas nitrogen, tidak perlu sering-sering mengisi ulang tekanan udara ban, kinerja kendaraan jadi lebih baik karena daya cengkram ban yang sempurna, serta hemat BBM karena tekanan yang tepat bisa meringankan kerja mesin.

Faktor kedua adalah kemampuan dalam memuai. Gas oksigen lebih mudah memuai atau mengalami ekspansi volume bila suhu dinaikkan daripada gas nitrogen. Hal ini bisa mengakibatkan ban menjadi menggelembung dan bisa meledak. Kenaikan suhu pada ban bisa diakibatkan oleh suhu lingkungannya maupun dari gesekan-gesekan dengan jalan ketika digunakan. Bisa dibayangkan bila pembalap mengisi bannya dengan udara biasa, akan seberapa sering ban mereka meledak?

Faktor ketiga adalah gas nitrogen lebih sulit bereaksi daripada gas oksigen. Secara kimia, gas nitrogen disebut inert alias stabil sehingga sulit bereaksi dengan senyawa lain. Karena tidak mudah bereaksi itu, gas nitrogen mampu menjaga kondisi karet dalam ban agar tetap lentur. Bila yang digunakan adalah ban tubeless, maka gas nitrogen mengurangi resiko velg ban yang biasanya terbuat dari logam menjadi korosi atau berkarat.

Namun, secara densitas atau massa jenis, gas nitrogen memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan gas oksigen sehingga dibutuhkan gas nitrogen lebih banyak untuk memenuhi satu buah ban. Densitas gas nitrogen adalah 1,251 g/L dan gas oksigen adalah 1,429 g/L. Padahal, harga gas nitrogen cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan udara biasa. Sehingga ada uang ekstra yang harus dikeluarkan dari dompet bila ingin mengisi ban dengan gas nitrogen.

Dengan semua kekurangan dan kelebihannya, tertarik mengisi ban anda dengan gas nitrogen?

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)