Home Did You Know? Piston: Jantung Mobil yang Terus Ditempa

Piston: Jantung Mobil yang Terus Ditempa

Anda pasti sudah tau dan familiar dengan kata kapasitas silinder atau CC dari suatu mesin. Mungkin anda bertanya-tanya apa sih kapasitas mesin, dan gimana sih cara menghitung dari kapasitas mesin? Nah, pada artikel ini, saya akan memberikan gambaran dasar tentang apa sih kapasitas mesin, dan gimana menghitung kapasitas mesin tersebut. Kapasitas mesin yaitu seberapa besar volume udara yang masuk ke dalam ruang silinder itu. Maka, semakin bersar volume udara yang dapat masuk ke dalam ruang silinder, maka kapasitas mesin akan bertambah, dan seiring bertambahnya kapasitas mesin, maka tenaga yag dihasilkan mesin tersebut akan semakin besar juga. Nah mungkin anda akan bertanya-tanya kok bisa semakin besar kapasitas mesin semakin besar juga tenaga yang dihaasilkan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, disini kita akan membahas tentang kapasitas mesin terlebih dahulu.

Gimana sih caranya menghitung kapasitas mesin? sebelum kita menghitung kapasitas mesin, terlebih dahulu kita menghitung kapasitas silinder. Didalam silinder terdapat bore dan stroke. Apa itu bore? Apa itu stroke? Bore adalah diameter dari piston dan stroke adalah jarak langkah piston naik dan turun atau bisa dikatakan jarak piston dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Atau juga kita bisa menghitung stroke dengan jarak antara titik tengah crankshaft (kruk as) dengan titik tengah connecting rod (stang piston) pada crankshaft dan dikali 2. Setalah anda tau apa bore dan stroke, saya akan menunjukkan anda cara menghitungnya.

Untuk menghitung kapasitas dengan cara bore kuadrat dikali dengan π (phi) dan dikali dengan stroke lalu dibagi dengan 4. Maka dari rumus itu anda akan mendapatkan berapa kapasitas 1 silinder. Tetapi pasti anda akan bingung gimana kalau menghitung mesin yang multisilinder, atau mempunyai banyak silinder. Cara menghitungnya mudah, anda tinggal kali kan saja, kapasitas silinder dengan jumlah silinder. Misalkan, kapasitas silinder 500cc dan terdapat 4 silinder dalam 1 mesin, jadi 500 dikalikan dengan 4 yang hasilnya 2000cc. Mudahkan untuk menghitung kapasitas silinder atau mesin.

Untuk menambahkan ilmu pengetahuan tentang kapasitas silinder atau mesin, saya akan memberikan penjelasan gimana sih mendesain kapasitas mesin itu. Dalam kapasitas mesin, terdapat istilah undersquare engine, square engine dan oversquare engine. Undersquare engine adalah mesin dimana borenya lebih kecil dibanding dengan stroke. Square engine adalah mesin dimana borenya hampir sama dengan strokenya. Oversquare engine adalah mesin dimana borenya lebih besar dibanding dengan strokenya. Perbedaan ukuran ukuran bore dan stroke juga mempengaruhi diputaran mana tenaga mesin lebih besar.

Untuk undersquare engine, torsi mesin akan lebih cenderung di putaran rendah. Untuk square engine, torsi mesin lebih merata setiap putaran mesin. Untuk oversquare engine, torsi mesin akan lebih cenderung di putaran atas. Maka dari itu, untuk mendesain kontruksi dari kapasitas silinder juga harus memperhitungkan apakah menggunakan undersquare engine, square engine atau oversquare engine.

Anda sudah mengertikan gimana sih cara menghitung kapasitas silinder dan mesin. Juga anda taukan kontruksi apa saja yang ada di silinder itu. Tetapi mungkin anda masih bingung dengan mengapa undersquare engine torsi lebih di putaran bawah, square engine torsi lebih merata dan oversquare engine torsi lebih di putaran atas. Supaya gak bingung, stay tuned terus di fastnlow.net. Masih ada artikel berikutnya yang akan menjelaskan perbedaan undersquare engine, square engine dan oversquare. Salam otomotif.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)