Home Event Proses Jadi Kunci Keberhasilan Bagi Valentino Ratulangi

Proses Jadi Kunci Keberhasilan Bagi Valentino Ratulangi

Perjalanan Valentino Ratulangi dalam dunia otomotif memang terbilang cukup berliku. Bahkan awalnya Valentino Ratulangi lebih menggeluti balapan roda dua yang dimulai dengan mengikuti kejurda road race regional 1 Sumatera di tahun 2004. Bukan hanya road race, tapi drag bike pun diikutinya.

INCS SOLO 2016 VALENTINO 9

Namun segalanya berubah ketika dirinya terjatuh, bukan dilintasan balap tapi didekat rumah ketika akan pergi ke warung. Tak sadarkan diri selama dua minggu dan bahkan tidak bisa ikut dalam mengambil rapor kenaikan ke kelas tiga SMU.

Keadaan ini membuat sang orang tua memutuskan untuk Valentino agar tidak aktif di dunia balap sepeda motor. Namun kecintaannya akan dunia balap otomotif membuatnya ingin mencicipi roda empat sehingga seluruh motor balapnya harus rela dilego.

S63

Dunia slalom pun dikenalnya melalui ‘Drift n Slalom’ milik Didi Hardianto ayah dari Alinka (pembalap wanita) yang berada di daerah Artha Gading. Di sini Valentino merasakan slalom dan saat pertama kali dirinya harus didampingi trainer yang ternyata Anggana OHP. Dan ternyata langsung mendapat pujian karena kecepatan tangannya. Semenjak itulah, Valentino pun mulai jatuh cinta pada dunia balap slalom. Walau sempat merasakan sensasi dunia drifting.

Kompetisi pertamanya yaitu kejurda pada tahun 2006. Tahun selanjutnya, Valentino mulai mengikuti kejuaraan nasional slalom sebanyak tiga seri di kelas A Saloon (sedan dengan bagasi).

gambar hanya ilustrasi
gambar hanya ilustrasi

Kemampuan Valentino membuatnya ditarik dalam tim yang berisikan Alinka, Anggana OHP dan lainnya. Memasuki 2008 akhir, sang ayah yang melihat kemampuannya langsung memutuskan untuk harus serius pada dunia balap slalom. Dan bekerjasama dengan Suzuki sehingga mendapatkan Suzuki Swift ST dengan harga sangat murah tetapi syaratnya harus digunakan pada balapan sehingga membangun mobil slalom secara khusus pun dilakukannya.

10-10-hermawan-toncil

Selanjutnya Valentino mulai aktif mengikuti seluruh kejurnas balapan slalom. Hasilnya juara umum kedua di kelas pemula langsung disabetnya. Dirinya hanya kalah dari M Hermawan yang unggul dalam spesifikasi mobil. Naik kelas ke seeded B pun harus dijalaninya tetapi merasa kendaraanya kurang mumpuni, akhirnya Suzuki Swift dijual dan digantikan Honda Jazz.

Tapi sayangnya tahun 2009 seperti tidak memperlihatkan hasil yang signifikan. “Saat itu saya merasakan kurangnya berlatih hingga mobil yang seperti tidak dapat bersaing. Semangat juang pun jadi menurun.”

Namun Dewi Fortuna seperti membuka jalannya untuk menjadi pembalap professional. “Tahun 2009 akhir saya ditawari untuk bergabung dalam Achilles Slalom Team. Saat itu saya merasakan pertama kalinya ‘start money’ untuk balapan.”

S14

Selama satu tahun bergabung dengan Achilles Slalom Team membuatnya mengetahui bagaimana rasanya bergabung dengan tim profesional. Mulai dari latihan hingga sharing tentang dunia balap slalom. Tahun 2011, Valentino pun ditarik ke tim Jangkar Miring selama tiga tahun.

valentino JANGKAR MIRING INCS 2015 Yogyakarta fastnlow

Di tahun 2011, Valentino meraih juara umum nasional untuk seeded B sehingga untuk tahun 2012 dirinya naik ke kelas seeded A. Akhirnya di tahun 2013 Valentino berhasil meraih gelar juara umum di kelas F (free for all). “Ini merupakan tahun yang tidak bisa saya lupakan dengan meraih impian untuk menjuarai kelas F.”

With Alenk, Eddy, Jumri, Iez, Valentino, Ferza Agustia, Uyaa, Gerry, Niko, Asrul, Hendra and Aries at Hotel Swarna Dwipa

Tetapi kiprah Valentino di dunia slalom pun terus berlanjut dengan berlabuh ke Bontang Slalom Team pada tahun 2014. Tapi sayangnya saat itu ada dua penyelenggara balapan slalom. Dan Bontang Slalom Team memilih untuk hanya mengikuti kejuaraan nasional. “Saya cukup kecewa pada tahun 2014 karena selisih poin yang dapat saya kejar ternyata sia-sia karena seri terakhir dari Kejurnas slalom dibatalkan. Akhirnya saya harus puas diurutan kedua pada kelas A.”

valentino action incs solo 2015

Memasuki tahun 2015, Valentino kembali ke pangkuan tim Jangkar Miring. Tapi tahun ini sangat kelam baginya, kendala pada mesin hingga faktor X yang membuat karir dalam dunia slalomnya sangat buruk. “Tahun 2015 meruapakn tahun terburuk bagi saya.”

INCS SOLO 2016 VALENTINO 8

Berbekal kemampuannya, Valentino pun ditawari untuk bergabung ke Haji Tjandra Racing Team (HTJRT) HTJRT saat ini merupakan salah satu tim yang besar di dunia slalom. Memang Valentino mengawali balapan di tahun 2016 kurang mulus pada dua seri terakhir.

INCS 2016 Malang 1

“Chasis mobil memang terkendala hingga suspensi bengkok sehingga dua seri ini tidak mendapatkan hasil maksimal. Tapi mas Chandra langsung beliin shock untuk menghadapi seri ketiga ini”

INCS SOLO 2016 VALENTINO 1

Memang hasil settingan dan penggantian body baru dilakukan sehingga kurang maksimal dalam berlatih. Tapi Valentino berhasil membuktikan dengan merebut juara ketiga pada kelas F. “Persaingan tahun ini cukup berat ada banyak pembalap slalom yang bagus tapi ini menjadi penyemangat untuk merebut juara.”

INCS Seri 2 2016 GT Radial Slalom Yogyakarta 50

Valentino juga berharap dapat lebih akrab dengan karakter mobilnya sehingga bisa memaksimalkan hasil untuk selanjutnya. Proses pembelajaran sangat dihargainya sehingga Valentino tidak menyukai cara instan untuk menjadi juara.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)