Connect with us

Subscribe

Cars

Restorasi & Restomod Land Cruiser Klasik, Ini Kuncinya

Jika boleh meminjam quote milik Leonardo Da Vinci “Simplicity is the ultimate sophistication”, mungkin itu ungkapan yang pas untuk menggambarkan sosok dari jip klasik — ada keindahan dalam kesederhanaan. Yaps, memiliki jip klasik tentu menjadi salah satu impian bagi pecinta otomotif, apalagi bagi pemiliknya sudah barang tentu menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Di dunia otomotif, mobil atau jip klasik ibarat cagar budaya yang harus dilestarikan dan dirawat. Langkah yang ditempuh biasanya dengan merestorasi agar tampak seperti baru, baik pada sektor mesin, under carriage, eksterior dan interior.

Dalam melakukan restorasi tentu tidak bisa sembarangan pilih bengkel, artinya ada bengkel spesialis restorasi. Nah, seringkali masih banyak pemilik jip yang melakukan kesalahan dalam memilih bengkel, mau restorasi tetapi pilih bengkel spesialis offroad atau justru bengkel umum. Menurut beberapa pengalaman justru banyak yang ‘salah asuhan’, alhasil tidak seperti yang anda harapkan. Restorasi membutuhkan penanganan yang lebih detail, misalnya dalam pemasangan aksesoris, body part atau komponen lain sejatinya harus sesuai dengan literasi tahun pembuatan mobil tersebut.

Selain restorasi mungkin kalian pernah mendengar istilah restomod alias restorasi-modifikasi. Apa bedanya dan batasannya? Salah satu bengkel spesialis restorasi Land Cruiser bernama Taruna Jaya (TJ) yang berbasis di Purworejo menjelaskan hal ini.

 

Restorasi VS Restomod

“Restorasi itu mengembalikan kondisi mobil seperti bawaan pabrik, baik dilakukan dengan perbaikan atau pergantian part maupun aksesoris. Bahkan bagi penggila Land Cruiser klasik, bagian kecil seperti baut L wajib pakai yang asli biar afdol,” sambut Barry Kurniawan pemilik bengkel TJ.

Restorasi berarti membongkar total kendaraan, mulai dari bodi, mesin, girboks dan semua komponen lainnya turun sasis. Tetapi menurut Barry, bongkar bodi tak berlaku bagi mereka yang beruntung memiliki LC klasik mint condition. “Misal FJ40 yang cat aslinya masih istimewa paling cuma di-clear tipis-tipis untuk menambah usia cat, terus dipoles. Kondisi seperti ini biasanya cuma ganti ban dan sokbreker. Sokbreker bawaan cenderung keras karena mengandalkan oli.”

Pada umumnya, pemilik akan melakukan restorasi dengan dua alasan yakni nostalgia dan hobi. Tetapi kedua hal ini sebenarnya saling berkaitan, pemilik seringkali ingin mengenang masa kecil yang orang tuanya memiliki Land Cruiser klasik, kemudian perlahan menjadi hobi dan ketagihan untuk mengoleksi berbagai seri keluarga Land Cruiser.

Menurut Barry, part atau aksesoris gres tidak wajib hukumnya dalam restorasi, baik itu NOS (New Old Stock) atau barang second tak jadi masalah selama masih bisa berfungsi dengan baik. “Biasanya kalau harga barang barunya masih wajar saya sarankan ganti baru. Kalau memang barangnya discontinue atau susah dicari, pakai second tidak masalah selama masih bagus dan berfungsi.”

Hobi tak pernah mengenal nominal uang, berapapun biaya yang dikeluarkan akan dijabani. Sebut saja restorasi FJ40 mulai dari 75 juta, jika termasuk pernak pernik atau part bisa mencapai 170 juta keatas. Selain merogoh kocek, merestorasi berarti kesabaran anda diuji, pasalnya proses ini memakan waktu hingga setahun tergantung dari kondisi bodi, suku cadang, dan aksesoris yang diburu.

Sementara restomod biasanya dilakukan lantaran ada bagian yang sudah tidak bisa diperbaiki dan atau berbenturan dengan kebutuhan sang pemilik tetapi tetap mempertahankan tampilan orisinil. “Dikalangan pecinta LC klasik, restomod itu overall dari segi eksterior masih kelihatan standar pabrik, tetapi modifikasinya lebih ke sektor mesin atau kaki-kaki meskipun beberapa ada juga ke interior,” ujar Barry.

Ia mengatakan bahwa modifikasi interior Seri 40 paling mayor biasanya pada ubahan jok, sementara urusan performa mengalami swap engine berikut transmisi matic maupun manual. “Swap engine kebanyakan pemilik FJ40 tetap pakai mesin keluarga Toyota, yang bensin biasanya ganti 1FZ, 1UZ, 2UZ, atau 3UZ. Ada juga yang pilih diesel karena jelas lebih irit, belakangan terakhir banyak yang ganti 1KZ atau 1HDT. Mesinnya juga lebih muda dan sudah ECU ketimbang mesin FJ40. Kalau yang modif transmisi, biasanya dari 3-speed ganti 5-speed bawaan Seri 60.”

Duh, seperti apa ya FJ40 pakai mesin legendaris 1 HDT milik VX80, dijamin ngacir. Ia juga menegaskan, restomod yang paling sederhana untuk mesin 2F biasanya pada sistem pengapian dan karburator injeksi. Sedangkan pemilik BJ40 yang menginginkan tenaga lebih besar, biasanya swap engine dengan mesin diesel tetapi dengan kapasitas lebih besar.

Adapun restomod memungkinkan ubahan pada sektor kaki-kaki, namun sebagian besar dari mereka jarang sekali menghilangkan komponen leafspring yang menjadi ciri khas dari LC klasik dan sebagai alternatifnya mengganti suspensi kit khusus FJ40 milik Old Men Emu adalah sesuatu yang wajar terjadi.

“Tetapi ada juga yang maunya lebih nyaman dan ayunannya lembut, leafspring diganti coilspring. Link arm dan braket bisa dikustom atau pakai VX80. Kalau pakai coilspring jelas harus ganti gardan yang sumbunya lebih lebar, minimal pakai Seri 60 atau mau lebih lebar lagi VX80, jadi ruang untuk coilspring lebih lega,” terang Barry yang telah berkecimpung di dunia restorasi lebih dari 10 tahun.

Tipikal penggila LC klasik restorasi ‘garis keras’, biasanya lebih memilih tunggangannya sebagai pajangan di garasi, sementara restomod digunakan sebagai mobil harian atau gabungan keduanya.

 

Tren Restorasi & Restomod

Tren ini tampaknya mengalami pergeseran, sekitar 10 tahun silam LC klasik hanya digemari oleh generasi tua atau sering disebut ‘priyayi’, tetapi saat ini telah menular ke generasi muda. Tak sedikit pula generasi muda yang melakukan restomod agar terlihat beda, biasanya mengarah pada roda, jok atau aksesoris eksterior.

Herannya lagi, pada masa pandemi ini justru peminat restorasi LC klasik makin meningkat tepatnya untuk pemain baru alias newbie. Sementara bisnis di semua lini terhambat, hobi harus tetap berjalan. “Mungkin yang biasanya bisa travelling atau melakukan hobi lain, sekarang semuanya masih dibatasi akibat pandemi, jadi mereka cari hobi baru atau semacam pelarian. Melonjak drastislah ini,” saut Barry. Dikatakan newbie, karena selama ini mereka memang belum pernah memiliki atau bahkan mengendarai LC klasik. Ini yang dinamakan pandemi membawa berkah, sob!

Barry menegaskan bahwa Seri 40 masih menjadi idaman yang tak pernah surut, bahkan dalam beberapa tahun kedepan tren dan perkembangan restorasi LC klasik animonya masih tinggi.

“Tren warna cat Seri 40 sekarang lebih cenderung ke American dan Aussie style dengan warna-warna yang mencolok dan kebanyakan mereka ambil referensi dari medsos.”

Yaps, adanya media online yang semakin mudah diakses, menurut Barry sekitar 70 persen kustomernya lebih banyak mengambil referensi kesana. Tren LC klasik jaman dahulu masih berkutat dengan restorasi warna yang sesuai dengan versi keluaran Indonesia termasuk menyesuaikan tahun produksi, tetapi tren itu mulai berubah seiring waktu meskipun tidak sesuai dengan literasi LC di Indonesia.

Selain kelir bodi yang menjadi identitas American dan Aussie style — versi Amerika ditandai dengan perangkat rollbar didalam kabin, sementara versi Aussie dilengkapi dengan gardan belakang full floating, spion, dan kaca pintu depan one-piece.

 

Tips

“Kalau berniat restorasi, belilah bahan atau basic yang setidaknya mint condition jadi kita restorasi pun bisa maksimal. Karena LC klasik tidak ada yang jual body partnya, beda hal seperti Jimny yang tersedia body part baru. Saran bagi newbie yang belum paham, mungkin bisa ajak teman atau rekan bengkel yang memang paham, biar nggak salah pilih,” jelas Barry.

“Sementara restomod, pilih modifikasi yang tidak norak tetapi yang enak dilihat. Kelihatan norak itu misalnya dari segi pemilihan pelek celong dan lebar, ban donat, interior pakai full audio, cat gilap. Saya menyayangkan lihat restomod yang menyimpang dengan kodrat FJ. Sebenarnya tidak salah dengan selera tiap pemilik selama tidak menyimpang dari kodrat FJ, modif yang wajar saja,” tutupnya.

Ia menambahkan bahwa kebanyakan pemilik LC saat ini lebih bisa menikmati LC klasik seperti apa, pemicunya setelah Jambore TLCI pertama, mereka memiliki lebih banyak referensi dan pemahaman tentang restorasi maupun restomod.

 

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

5 Tren Mobilitas Urban Di Masa Depan – Part 2

Did You Know?

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Evolusi Dibalik Logo BMW & Faktanya – Part 2

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan