Home Did You Know? Rumus Dasar Menghitung Header

Rumus Dasar Menghitung Header

Sedikit berbagi ilmu ni kawan-kawan bagaimana cara menghitung header mesin. Sebelum memulai menghitung mari kita ambil contoh saja mobil saya yaitu Honda Jazz IDSI. Mesin ini berkapasitas 1496 cc ya dibulatkan jadi 1500 cc dan 375 cc per silindernya. Pada RPM 2700 menghasilkan torsi 131 N·m (97 lb·ft) dan RPM 5500 menghasilkan 89 Hp, dan menggunakan durasi camshaft out sebesar 208 derajat. Mesin ini maksimal rpm atau limiter berada di 6500 RPM. Dengan spek seperti itu mari kita hitung header yang seharusnya. Pertama kita hitung panjang header dengan rumus dibawah ini.

rumus panjang header

Dari rumus tersebut kita dapatkan Lex = 83.2 x ( 208 – 30 ) x 427 / 1.5 x 5500 sehingga kita dapat panjang 766.5 milimeter = 76.65 centimeter. Setelah dapat panjang, mari kita hitung diameter header dengan menggunakan rumus dibawah ini.

rumus diameter header

Dari rumus diatas kita dapatkan Din = 2 x ( akar kuadrat dari ( 375 x 5200 / 76.5 x 94.2 ) sehingga ketemu 32.8 milimeter = 3.2 centimeter. Sudah ketemu kan panjang dan diameter pipa, nah setelah itu kita hitung kolektor dari header. kolektor adalah tempat bertemunya pipa 4 dari header dan menjadi 1 pipa. Kita hitung dengan rumus dibawah ini.

rumur diameter kolektor

Dari rumus diatas, kita ketemu Dk = 2 x ( akar kuadrat dari ( 375 x 5200 / 38.1 x 94.2 ) sehingga ketemu 46.6 milimeter = 4.6 centimeter.

Sudah ketemu kan semua hitungan headernya. Oiya, ini hanya hitungan dasar ya teman teman, tetapi banyak tuner exhaust yang memiliki rumus sendiri-sendiri dan cara sendiri untuk membuat header atau exhaust, ada yang menggunakan header 421, ada yang menggunakan header 41, ada juga yang pakai header panjang dan pendek. Biasanya juga tergantung dengan ruang mesin, cukup atau tidak dengan header yang sesuai dengan hitungan.

 

BANK BJB B16 AP SPEED | ISSOM 2018 1ST ROUND - SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT