Home Did You Know? Sejarah “The Rotary Hero” Mazda RX7

Sejarah “The Rotary Hero” Mazda RX7

Generasi ketiga dari Mazda RX7 yang disebut FD ini merupakan mobil yang mengusung kejayaan mesin rotary di dunia. Maka tidak heran apabila kita berbicara mengenai mengenai sejarah mesin rotary, RX7 pasti akan disebutkan. Diantara para pesaing di masanya seperti Nissan 300ZX, Mitsubishi GTO, dan Toyota Supra.

Banyak pengamat otomotif pada kala itu menyatakan bahwa RX7 FD merupakan mobil yang hanya berfokus pada pengemudi. Hal tersebut dikarenakan ketika itu mobil ini merupakan satu-satunya yang didesain murni sebagai mobil sport 2 kursi. Selain itu chassis nya telah dioptimalkan menjadi hanya seberat 1300 Kg dan memiliki distribusi beban 50:50.

Art of Rotation

Model : RX-7 FD3S
Layout : FR (Front Engine – RWD)
L/ W/ H/ WB (mm) : 4295/ 1760/ 1230/ 2425
Engine : 13B-REW
Engine Type : Rotary 2-rotor wankel, sequential twin-turbo
Capacity : 654 cc x2 / 1.3L
Power : 276 hp
Torque : 217 lbft
Gearbox : 5 speed Manual
Tires : 225/50ZR16
Weight ` : 1310 Kg
Top Speed : 159 Mph/ 256 Kmh
0-60 mph : 5,3 detik
0-100 mph : 13,9 detik

Mesin RX7 FD yaitu 13B-REW merupakan mesin rotary yang terdiri dari 2 wankel rotor dengan sequential twin turbocharger yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 252 hp di awal produksinya dan dioptimalkan menjadi 276 hp di akhir masa produksinya. Mesin 13B-REW ini merupakan salah satu mesin rotary terbaik karena meskipun penerus dari RX7 yaitu RX8 juga memiliki mesin rotary 13B.

Akan tetapi mesin tersebut memiliki power yang lebih rendah dibandingkan dengan mesin RX7 karena di desain tanpa force induction alias NA (Naturally Aspirated). Selain itu, mesin dari RX8 di desain untuk mengurangi emisi serta meningkatkan fuel economy, karena salah satu ‘kekurangan’ dari mesin rotary adalah konsumsi bahan bakar dan emisi dari knalpot yang terbilang besar. Hal tersebut yang membatasi dan mengakibatkan mesinnya tidaklah segarang RX7.

Sistem sequential twin turbocharger di RX7 FD yang diperkenalkan pada tahun 1992 merupakan sebuah desain mekanik yang cukup kompleks. Sistemnya terdiri dari 2 turbocharger dimana turbocharger pertama memberikan pasokan power di RPM rendah, sedangkan turbocharger kedua standby dan akan mulai aktif ketika akselarasi penuh sudah mencapai setengah dari rentang RPM. Turbocharger yang pertama memberikan pasokan turbo sebesar 10 psi (0,7 bar) mulai dari 1800 RPM, sedangkan turbocharger kedua akan aktif di putaran 4500 RPM untuk mempertahankan pasokan turbo 10 psi (0,7 bar) sampai batas akhir RPM (redline).

Di jalur lurus RX7 FD memang tidak secepat para pesaing pada masanya, akan tetapi dalam hal handling, mobil ini memiliki handling yang luar biasa bahkan dapat dikategorikan sebagai salah satu mobil dengan handling terbaik sepanjang sejarah. RX7 FD memiliki keseimbangan, cengkraman (grip), pengereman dan perpindahan gigi yang sangat baik. Begitu juga dengan sistem kemudinya yang ringan, cepat dan responsif.

Karakter dari RX7 FD lainnya terletak pada suara raungan mesinnya yang sangat khas. Putaran rotor dari mesin rotary memberikan keunikan tersendiri terhadap karakter suara RX7, apalagi bila mesinnya sudah dimodifikasi menjadi 4 rotor, sedapnyaaa hehe. Selain itu, desain body unik yang timeless serta tentunya pop-up headlamp (lampu cilukba) semakin menjadikan RX7 sebagai mobil yang berkarakter.

Pada pertengahan 90-an, krisis ekonomi mengakibatkan pasar mobil sport global dan Amerika mengalami kemunduran sehingga terjadi pergantian trend konsumen mobil yang lebih mengarah kepada SUV. Hal ini mengakibatkan ekspor RX7 menjadi terhenti (sama halnya dengan para pesaingnya). Selanjutnya RX7 masih dijual dan dikembangkan di Jepang sampai akhir 2002 dimana ketika itu diberlakukan peraturan baru mengenai emisi yang akhirnya menghentikan penjualan RX7.

BANK BJB B16 AP SPEED | ISSOM 2018 1ST ROUND - SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT