Home Event Semua Cerita dibalik Asia Auto Gymkhana Rd 1 (Video)

Semua Cerita dibalik Asia Auto Gymkhana Rd 1 (Video)

Semarang – 22 Juli 2017. Sebuah kebanggan tersediri, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Asia Auto Gymkhana pertama pada tahun ini. Ini merupakan gelaran tahunan Asia dimana driver gymkhana terbaik dari Negara-negara di Asia Tenggara berkumpul dan bertanding disini. Genta sebagai promotor di Indonesia menunjuk Semarang sebagai kota penyelenggaraan event perdana ini.

Kuota yang disediakan adalah 16 negara, setiap Negara menurunkan 2 orang pembalap terbaiknya. Namun untuk seri ini hanya ada 13 negara yang menyanggupi ikut turut serta. Sehingga masih ada kuota 3 negara yang belum terpenuhi, dan hal itu adalah kesempatan Indonesia untuk mengisi kuota dengan menggunakan “wild card”. Sehingga 13 negara 32 peserta (8 orang dari Indonesia).

Untuk soal kali ini memang terlihat mudah, namun siapa sangka, mudah di kita hal yang sangat sulit bagi peserta Negara lain. Karakter soal yang disediakan diatas lintasan 150m Jalan Pemuda Semarang ini hanya belokan-belokan zig-zag, namun memang di beberapa titik sangat mepet sekali. Memang Indonesia sangat di untungkan dengan karakter soal seperti ini, namun siapa sangka tim Indonesia mendapat sedikit perlawanan dari tim Jepang yang menurunkan Tetsuya “driving magic” Yamano dan Masaki Nishihara yang mereka bener-bener dapat berimprovisasi dengan cepat.

Untuk kendaraan, semua disedikan oleh panitia (Genta) yaitu Toyota Agya 1200cc bertransmisi manual dengan sedikit modifikasi pada pengereman belakang yang menggunakan disk brake dan double caliper.

Kemudian masalah penilaian sedikit berbeda dengan Kejurnas Gymkhana, dimana 1 heat mereka harus melahap 2 karakter soal dan pada babak qualifikasi ada 2 heat. Dan setelah babak qualifikasi akan ditentukan setiap peserta akan melawan siapa di 32 besar dengan babak knockout (seperti drift).

Pada babak Individual Knockout yang di pertandingkan adalah setiap individu. Dan bisa di tebak dengan karakter soal yang seperti dijelaskan diatas, hingga babak 4 besar yang bertarung adalah sesama peserta dari Indonesia.

Pertarungan sangat sengit.

Yang akhirnya di menangkan oleh Anjasara Wahyu.

Dengan hasil sejauh ini, Indonesia turut berbangga hati terutama GT Radial sebagai sponsor yang juga mensupport ban dalam event ini yang menggunakan Champiro BXT.

Kemudian pada babak Team Knockout yang dimana ini adalah pertarungan setiap Negara menjadikan babak yang paling seru. Dimana nama Negara dipertaruhkan. Dengan karakter soal yang lebih dipermudah (agar pertarungan lebih fair) ternyata tim Indonesia benar-benar mendapat perlawanan dari tim Jepang dan India.

4 tim Indonesia yang di turunkan gagal menyapu bersih seperti dalam babak Knockout Individual. Namun Indonesia melalui Adrianza Yunial dan Valentino Ratulangi berhasil menjuarai babak ini yang kemudian disusul dengan tim Jepang (Masaki Nishihara dan Tetsuya Yamano) dan India (Amanpreet Ahluwalia dan Achintya Mehrotra) di posisi ketiga.

 

Dengan hasil yang dicapai Valentino dan Andrianza Yunial ini dapat dikatakan bahwa mereka dapat membuktikan bahwa mereka masih patut menjadi pembalap gymkhana yang dipehitungkan. Memang dalam beberapa kesempatan terkahir, khususnya nama Valentino Ratulangi terlihat tenggelam oleh para pembalap-pembalap baru.

Anza pun mengatakan bahwa kemenangan ini untuk Indonesia dan TTI yang sudah mensupport dirinya hingga saat ini.

Kemudian tanggapan dari para peserta dan komite olahraga Internasional yang memiliki event ini sangat senang, karena mereka memiliki pengalaman baru dengan karakter soal seperti ini dan penyelenggaraaan yang cukup rapi sebagai penyelenggara perdana (ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah).

Bonus Images

 

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)